Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bantuan Rutilahu Jabar Tembus 49.229 Unit, Naik Delapan Kali Lipat?

Kota Bandung
2 min read
Bantuan Rutilahu Jabar Tembus 49.229 Unit, Naik Delapan Kali Lipat?
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Alokasi bantuan rumah tidak layak huni di Jawa Barat pada 2026 mencapai 49.229 unit, melonjak hampir delapan kali lipat dari 6.367 unit pada 2025.

  • Program bedah rumah merupakan sinergi pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Barat, dengan anggaran Rp20 juta per rumah serta pembelian material berkelompok melalui Tender Rakyat.

  • Tender Rakyat di Purwakarta mencatat efisiensi 5,02 persen. Program ini menanggapi kebutuhan hunian layak, karena akses di Jabar pada 2025 baru 58,46 persen, di bawah nasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) di Jawa Barat melonjak hampir delapan kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Kementerian PKP, jumlah rumah yang mendapatkan alokasi bantuan pada 2026 mencapai 49.229 unit, dari sebelumnya 6.367 unit pada 2025.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan lonjakan tersebut menjadi bagian dari program bantuan bedah rumah pemerintah yang menyasar masyarakat di berbagai daerah di Jawa Barat.

"Posisi terakhir luar biasa. Bantuan rutilahu menembus 49.229 unit, dan tahun sebelumnya hanya 6.367 unit, atau hampir delapan kali lipat," kata Herman, Selasa (6/10/2026).

  1. 1. Pembangunan diklaim menggunakan tender rakyat

    IMG_2876.jpeg
    Sekda Pemprov Jabar Herman Suryatman (IDN Times/Siti Fatimah)

    Herman mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) atas dukungan terhadap peningkatan jumlah penerima bantuan di Jawa Barat.

    Menurut Herman, pelaksanaan bantuan juga melibatkan masyarakat secara langsung. Salah satu mekanisme yang diterapkan adalah pembelian bahan bangunan secara berkelompok dengan anggaran Rp20 juta untuk setiap rumah.

    "Kami baru saja mengikuti tender rakyat. Jadi Rp20 juta berkelompok, sangat transparan. Bahkan ada kompetisi yang sederhana sehingga rakyat mendapatkan harga termurah untuk bahan-bahan bangunannya," kata Herman.

  2. 2. Diharapkan jumlah rumah layak huni bisa terus bertambah

    IMG-20250724-WA0021.jpg
    Sekda Jabar Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zul Khairil)

    Lebih lanjut, Herman mencontohkan pelaksanaan program tersebut di Kabupaten Subang. Salah satu penerimanya adalah Madi, warga yang rumahnya mendapatkan bantuan bedah rumah.

    Ia berharap proses pembangunan segera selesai sehingga rumah penerima bantuan dapat berubah menjadi hunian yang lebih layak dan memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

    "Sebentar lagi rumah ini akan berubah menjadi rumah layak huni," ucapnya.

  3. 3. Peningkatan perbaikan rutilahu delapan kali lipat dibanding 2025

    IMG-20250724-WA0020.jpg
    Sekda Jabar Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

    Data Kementerian PKP mengonfirmasi alokasi Program Bedah Rumah di Jawa Barat pada 2026 mencapai 49.229 unit, meningkat hampir delapan kali lipat dibandingkan 6.367 unit pada 2025.

    Dalam pelaksanaannya, Kementerian PKP juga mencatat mekanisme Tender Rakyat untuk pengadaan material menghasilkan efisiensi 5,02 persen dalam salah satu pelaksanaan di Purwakarta.

    Program tersebut relevan dengan kebutuhan hunian di Jawa Barat yang masih besar. Berdasarkan data BPS, pada 2025 baru 58,46 persen rumah tangga di Jawa Barat yang memiliki akses terhadap hunian layak, di bawah angka nasional sebesar 68,40 persen.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More