Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perusahaan EV Bandung Siap Optimalkan Dana Rp635 M Guna Konversi Motor

Kota Bandung
4 min read
Perusahaan EV Bandung Siap Optimalkan Dana Rp635 M Guna Konversi Motor
Perusahaan EV Bandung Siap Maksimalkan Dana Rp635 Miliar untuk Konversi Motor. Dok Istimewa
  • Pemerintah mengalokasikan Rp635,24 miliar dalam RAPBN 2027 untuk mengonversi sekitar 63.000 motor BBM menjadi listrik, sebagai bagian transisi energi dan pengurangan ketergantungan bahan bakar fosil.
  • EV-GO menyatakan siap memaksimalkan program, sambil membangun ekosistem konversi yang mencakup fasilitas, teknisi, baterai, Battery Swap Station, IoT, pemeliharaan, pembiayaan, dan infrastruktur energi.
  • EV-GO melihat kendaraan wisata, hotel, logistik, serta antar-jemput sebagai segmen potensial karena intensitas pemakaian tinggi; Bali dinilai siap, tetapi perlu jaringan infrastruktur dan tenaga teknis luas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Pemerintah menyiapkan anggaran Rp635,24 miliar untuk program konversi sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik pada 2027. Anggaran tersebut ditargetkan mendukung konversi sekitar 63.000 unit motor.

Rencana ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat transisi energi dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Pelaku industri konversi kendaraan listrik, termasuk EV-GO, menyambut kebijakan tersebut sebagai peluang untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

President EV-READY Group yang menaungi program EV-GO, Raine Renaldi, mengatakan pihaknya siap memaksimalkan program pemerintah tersebut.

“Akan kami maksimalkan,” kata Raine melalui siaran pers diterima IDN Times, Jumat (9/10/2026).

  1. 1. Jadi momentum industri konversi

    Baterai konversi motor listrik. (IDN Times/Trio Hamdani)
    Baterai konversi motor listrik. (IDN Times/Trio Hamdani)

    Alokasi anggaran Rp635,24 miliar untuk konversi 63.000 unit motor listrik tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Rencana tersebut sebelumnya disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI pada Agustus 2026.

    Raine menilai, jumlah motor yang menjadi sasaran program tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan potensi kendaraan roda dua berbahan bakar bensin di Indonesia.

    Meski demikian, ia memandang kebijakan tersebut sebagai langkah awal untuk membangun industri konversi kendaraan listrik secara lebih luas.

    “Memang angkanya masih di bawah ekspektasi awal. Tetapi ini tetap harus kita maksimalkan. Yang paling penting bagaimana program ini berjalan dengan baik, masyarakat mendapatkan manfaat, dan ekosistem industrinya mulai terbentuk,” ujarnya.

    Pemerintah sebelumnya menyebut jumlah sepeda motor berbahan bakar bensin di Indonesia mencapai sekitar 120 juta unit. Karena itu, konversi kendaraan menjadi listrik diproyeksikan berlangsung secara bertahap untuk menekan konsumsi BBM dan emisi.

    Dengan adanya dukungan anggaran, pelaksanaan program pada 2027 akan menjadi salah satu tahap awal untuk melihat perkembangan pasar motor hasil konversi sekaligus kesiapan industri dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

  2. 2. EV-GO siapkan ekosistem, dari teknologi konversi hingga stasiun baterai

    WhatsApp Image 2026-10-09 at 9.28.51 AM.jpeg
    Perusahaan EV Bandung Siap Maksimalkan Dana Rp635 Miliar untuk Konversi Motor. Dok Istimewa

    Menurut Raine, pengembangan industri konversi motor listrik tidak cukup hanya dengan mengganti mesin berbahan bakar bensin menjadi penggerak listrik. Program tersebut juga membutuhkan dukungan infrastruktur dan layanan yang memadai.

    Sejumlah komponen yang diperlukan di antaranya fasilitas konversi, tenaga teknisi, ketersediaan baterai dan komponen, stasiun penukaran baterai atau Battery Swap Station (BSS), perangkat lunak, teknologi Internet of Things (IoT), pemeliharaan, hingga pembiayaan.

    EV-GO mengembangkan ekosistem yang mencakup teknologi konversi kendaraan, BSS, IoT, manajemen armada (fleet management), dan infrastruktur energi.

    Salah satu wilayah yang dinilai memiliki potensi untuk penerapan program tersebut adalah Bali. Menurut Raine, tingginya aktivitas kendaraan roda dua serta dukungan kebijakan daerah terhadap kendaraan listrik berbasis baterai dapat menjadi faktor pendorong.

    “Saya rasa Bali menjadi lokasi yang paling siap melakukan transformasi energi dan transportasi hijau. Dukungan pemerintah daerah, masyarakat, komunitas, dan regulasi akan sangat membantu,” katanya.

    EV-GO sebelumnya juga menyiapkan gagasan konversi hingga satu juta sepeda motor di Bali. Namun, realisasi dalam skala tersebut membutuhkan pembangunan infrastruktur yang lebih luas, mulai dari jaringan stasiun penukaran baterai, fasilitas servis, distribusi baterai, sistem pemantauan, hingga ketersediaan tenaga teknis.

    Kesiapan ekosistem tersebut menjadi salah satu faktor penting agar program konversi tidak berhenti pada penggantian mesin, tetapi juga memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mengoperasikan dan merawat kendaraan listrik.

  3. 3. Kendaraan wisata dan logistik berpotensi menjadi sasaran konversi

    IMG-20260525-WA0005.jpg
    Aktivitas bus listrik di Kota Medan (Dok. PT. PLN)

    Selain membangun infrastruktur, EV-GO melihat peluang konversi pada kendaraan yang memiliki intensitas pemakaian tinggi. Segmen tersebut antara lain kendaraan wisata, operasional hotel, logistik, serta layanan antar-jemput.

    Kendaraan yang digunakan secara rutin dinilai berpotensi merasakan manfaat efisiensi biaya operasional dari elektrifikasi. Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada biaya konversi, pola penggunaan kendaraan, kebutuhan pengisian atau penukaran baterai, dan biaya perawatan.

    Menurut Raine, penggunaan kendaraan listrik juga berpotensi memberikan manfaat bagi kawasan wisata, terutama melalui pengurangan emisi gas buang dan kebisingan kendaraan bermotor.

    “Dunia usaha bisa diuntungkan dengan efisiensi kendaraan listrik, sementara masyarakat dan wisatawan juga bisa merasakan berkurangnya polusi udara dan suara,” ujarnya.

    Pemerintah sendiri menempatkan konversi kendaraan sebagai salah satu bagian dari agenda pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga menyampaikan rencana percepatan produksi energi surya yang terintegrasi dengan program konversi kendaraan dari BBM ke listrik.

    Dengan pagu anggaran Kementerian ESDM sekitar Rp27,37 triliun pada 2027, program konversi motor listrik menjadi salah satu agenda dalam kebijakan energi pemerintah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More