Bandung, IDN Times - Industri tekstil nasional masih menghadapi tantangan besar di tengah ketatnya persaingan global. Selain harus bersaing dengan negara produsen seperti Vietnam, pelaku industri di Indonesia juga dituntut meningkatkan produktivitas melalui modernisasi mesin, penguatan riset, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Pemerintah pun mulai menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat daya saing industri tekstil. Langkah tersebut mencakup penguatan organisasi industri, restrukturisasi perusahaan, hingga penyediaan insentif agar pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
"Harus ada satu langkah yang mungkin kami akan inisiasi supaya persatuan industri ini bisa lebih kuat dan fokus kepada beberapa modal produksi yang saya kira bisa kita lakukan, termasuk mulai dari alur investasi, dari luar, R&D, teknologi. Ini semua harus didorong oleh persatuan industri tekstil," ujar Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dalam kegiatan diskusi yang digagas oleh Politeknik STTT Bandung dan Transfar Chemicals yang merupakan salah satu produsen zat kimia terkemuka dunia dalam proses manufaktur tekstil, pada Hari Rabu (29/7/2026) di Kampus Politeknik STTT Bandung.
