Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
KDM Bahas Nasib Sayembara Rp250 Juta usai Taufik Hidayat Ditangkap
Pelaku penganiayaan perempuan, Taufik Hidayat saat ditangkap polisi. (Dok.Polda Jabar)
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan berkoordinasi dengan Polda Jabar terkait nasib uang sayembara Rp250 juta setelah pelaku Taufik Hidayat ditangkap polisi.
  • Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penganiayaan YTR, ditangkap di Majalaya setelah sempat kabur ke Tangerang namun kembali ke Jawa Barat karena merasa tidak aman.
  • Penangkapan Taufik berhasil dilakukan berkat pelacakan transaksi daring yang menjadi petunjuk penting bagi tim kepolisian untuk menemukan lokasi persembunyiannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Selasa (23/6/2026)

Taufik Hidayat ditangkap oleh pihak kepolisian di kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung, setelah pelariannya dari Tangerang. Penangkapan terjadi pada sore hingga malam hari setelah polisi melacak transaksi daring yang dilakukan pelaku pada pagi harinya.

Rabu (24/6/2026)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan akan berkoordinasi dengan Polda Jabar terkait uang sayembara Rp250 juta karena pelaku ditangkap oleh polisi. Ia juga menyampaikan kondisi korban YTR yang dirawat di RSHS Bandung sudah berangsur membaik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Penangkapan Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR di Kabupaten Bandung, serta pembahasan lanjutan mengenai nasib uang sayembara Rp250 juta oleh Gubernur Jawa Barat.
  • Who?
    Taufik Hidayat sebagai pelaku, YTR sebagai korban, Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat, serta Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan dan jajaran Polda Jabar.
  • Where?
    Penangkapan dilakukan di kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung. Sebelumnya pelaku sempat bersembunyi di Tangerang, Banten. Korban dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
  • When?
    Taufik Hidayat ditangkap pada Selasa dini hari, 23 Juni 2026. Pernyataan Gubernur Dedi Mulyadi disampaikan pada Rabu, 24 Juni 2026.
  • Why?
    Pembahasan dilakukan karena penangkapan pelaku dilakukan oleh polisi, sehingga perlu koordinasi untuk menentukan apakah uang sayembara akan diberikan kepada aparat atau kepada korban.
  • How?
    Kepolisian melacak aktivitas transaksi daring Taufik hingga menemukan lokasi persembunyiannya di Majalaya. Setelah penyisiran sore hingga malam hari, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Taufik ditangkap polisi karena dia jahat sama orang bernama YTR di Bandung. Dia sempat kabur ke Tangerang tapi takut lalu pulang lagi dan akhirnya ditangkap. Gubernur Dedi bilang mau bicara dulu sama polisi soal uang sayembara dua ratus lima puluh juta itu. Sekarang YTR sudah dirawat dan makin sembuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penangkapan Taufik Hidayat menunjukkan efektivitas kerja kepolisian Jawa Barat yang mampu menelusuri jejak pelaku hingga berhasil mengamankannya tanpa bantuan pihak lain. Sikap Gubernur Dedi Mulyadi yang berhati-hati dalam membahas uang sayembara mencerminkan komitmen terhadap transparansi dan etika institusional, sementara kondisi korban yang mulai membaik memberi harapan atas pemulihan keadilan dan kemanusiaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turut menjawab pertanyaan publik soal uang sayembara Rp250 juta setelah Taufik Hidayat pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR (29 tahun) di sebuah indekos wilayah Cinunuk, Kabupaten Bandung, ditangkap pihak kepolisian.

Taufik Hidayat kini berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian pada Selasa (23/6/2026) dini hari, dan karena yang menangkap adalah pihak kepolisian. Dedi memastikan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan jajaran Polda Jabar.

"Sayembaranya diumumkan untuk warga yang menemukan pelaku. Karena akhirnya polisi yang menemukan pelaku, nanti akan kami bicarakan lagi," ujar Dedi, Rabu (24/6/2026).

1. Dedi Mulyadi koordinasi terlebih dahulu dengan Kapolda Jabar

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Koordinasi ini perlu dilakukan dengan Polda Jabar karena ini menyangkut dengan institusi kepolisian. Sehingga, dia akan terlebih dahulu menanyakan apakah uang tersebut akan diserahkan kepada anggota yang menangkap atau justru diserahkan ke korban sepenuhnya.

"Jangan sampai ada unsur yang melanggar karena ini menyangkut aparat. Nanti saya akan bertemu dengan Pak Kapolda," kata dia.

Sementara itu mengenai kondisi korban saat ini yang masih dalam perawatan di RSHS Bandung, Dedi mengungkapkan, berdasarkan informasi yang didapatkannya kondisinya sudah berangsur membaik.

"Sudah semakin membaik," ucapnya.

2. Pelaku sempat pindah ke Tangerang setelah jadi DPO

Taufik Hidayat pelaku penyekapan kekasih selama tiga tahun di Bandung. Dok. Istimewa

Polda Jabar berhasil menangkap Taufik Hidayat di kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung. Taufik mengaku sempat kabur ke luar Jawa Barat dan memilih Tangerang, Banten untuk lokasi persembunyian karena menganggap wilayah tersebut aman dari kejaran aparat.

Hanya saja, tempat yang dianggap aman itu ternyata tidak membuatnya tenang. Taufik akhirnya kembali ke Jawa Barat sebelum polisi berhasil melacak jejak transaksi daring dan menangkapnya.

Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan mengatakan, berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik, Taufik sempat meninggalkan Jawa Barat setelah kasus penyekapan YTR mencuat ke publik.

"Kisah pelariannya tadi sempat diceritakan, yang bersangkutan sempat berpindah ke Tangerang. Merasa bahwa Tangerang itu tempat yang aman, tapi di sana juga bingung dan merasa tidak aman, lalu kembali lagi ke Jawa Barat," kata Rudi di Bandung, Selasa (23/6/2026).

Rasa khawatir itulah yang kemudian membuat pelaku memutuskan kembali ke Bandung dan mencari tempat berlindung di rumah kerabatnya di kawasan Majalaya.

3. Pelarian berkahir di Majalaya

Pelaku penganiayaan perempuan, Taufik Hidayat saat ditangkap polisi. (Dok.Polda Jabar)

Keputusan kembali ke Jawa Barat justru menjadi awal berakhirnya pelarian Taufik. Polisi yang terus memburu keberadaannya mendapatkan petunjuk penting dari aktivitas transaksi daring yang dilakukan pelaku.

Menurut Rudi, transaksi yang dilakukan pada Selasa pagi menjadi titik terang bagi penyidik untuk mempersempit lokasi pencarian.

"Tadi pagi yang bersangkutan melakukan beberapa transaksi. Ini menjadi petunjuk buat kita. Oleh sebab itu para tim yang bertugas di Majalaya tetap berada di sana, mencari seputar wilayah perumahan tersebut dan akhirnya sore hingga malam hari dapat bertemu dan menangkap yang bersangkutan," ujarnya.

Berbekal informasi tersebut, tim kepolisian melakukan penyisiran di sekitar lokasi yang dicurigai menjadi tempat persembunyian pelaku. Hasilnya, Taufik berhasil diamankan pada Selasa sore hingga malam hari.

Kapolda juga memastikan tidak ada pihak lain yang membantu tersangka selama melarikan diri. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, seluruh pergerakan Taufik dilakukan seorang diri.

Editorial Team

Related Article