Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Katadata Luncurkan Dashboard ESG untuk Dorong Bisnis Hijau
Katadata Luncurkan Dashboard ESG untuk Dorong Bisnis Hijau (Dok. IDN Times)
  • Katadata meluncurkan KESGI Dashboard melalui inisiatif Katadata Green untuk memperkuat praktik bisnis berkelanjutan dan mendorong penerapan ESG di perusahaan Indonesia.
  • Platform KESGI dirancang agar data ESG lebih mudah dipahami, terintegrasi, dan dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan bisnis serta investasi berbasis keberlanjutan.
  • Katadata Green menjalin kolaborasi dengan berbagai mitra strategis guna memperkuat ekosistem ESG nasional dan memperluas penerapan prinsip keberlanjutan lintas sektor industri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Upaya memperkuat praktik bisnis berkelanjutan di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG). Salah satu langkah terbaru datang dari Katadata melalui inisiatif Katadata Green yang meluncurkan KESGI Dashboard.

Peluncuran platform ini dilakukan dalam Katadata ESG Forum bertema “ESG untuk Akselerasi Dekarbonisasi & Bisnis Hijau” yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (6/4/2026). Forum tersebut dihadiri lebih dari seratus peserta yang terdiri dari regulator, pimpinan perusahaan, investor, hingga pelaku industri.

KESGI atau Katadata ESG Insight Dashboard dirancang sebagai platform yang menghimpun dan menganalisis data ESG perusahaan yang tercatat di pasar saham. Sistem ini memanfaatkan analisis data, penilaian panel ahli, serta teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung implementasi ESG perusahaan di Indonesia.

Melalui inisiatif ini, Katadata berharap data terkait keberlanjutan perusahaan dapat diolah menjadi informasi yang lebih komprehensif. Dengan demikian, pelaku usaha maupun investor dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai perkembangan praktik ESG di dalam negeri.

1. ESG dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi

ilustrasi ekonomi hijau (vecteezy.com/aukideezy)

Co-founder sekaligus Chief Executive Officer Katadata Metta Dharmasaputra mengatakan bahwa ekonomi hijau memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Menurutnya, sektor ini berpotensi menjadi penggerak baru bagi perekonomian nasional.

Metta menjelaskan bahwa pengembangan inisiatif seperti KESGI dilandasi keyakinan bahwa ekonomi hijau dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Tanpa sektor ini sebagai pendorong baru, kelihatannya akan sulit untuk mencapai target pertumbuhan sebesar itu,” ujar Metta.

Ia juga menyinggung hasil survei Bursa Efek Indonesia bersama Mandiri Institute pada 2024 terhadap 150 perusahaan. Survei tersebut menunjukkan sejumlah tantangan dalam penerapan ESG, mulai dari keterbatasan data kuantitatif, sumber daya manusia, hingga tingginya biaya pengumpulan data.

2. KESGI Dashboard dirancang untuk memudahkan pemahaman data ESG

Ilustrasi ekonomi hijau (Freepik.com)

Co-founder dan Chief Content Officer Katadata Heri Susanto menjelaskan bahwa KESGI Dashboard dikembangkan agar data ESG lebih mudah dipahami serta dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan bisnis maupun investasi.

Melalui platform ini, Katadata berupaya mengubah data yang sebelumnya tersebar menjadi informasi yang terintegrasi dan dapat dianalisis secara lebih komprehensif oleh berbagai pemangku kepentingan.

“KESGI menjadi solusi agar data bisa diubah menjadi insight, dari kepatuhan menjadi keputusan, dan dari fragmentasi menjadi integrasi,” katanya.

Heri menambahkan bahwa metodologi KESGI mengacu pada standar global yang disesuaikan dengan regulasi nasional. Kerangka penilaiannya mencakup tiga pilar ESG yang terdiri dari 15 topik utama dan lebih dari seratus indikator pengukuran.

3. Kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem ESG

Katadata Luncurkan Dashboard ESG untuk Dorong Bisnis Hijau (Dok. IDN Times)

Deputy Head of Katadata Green Jeany Hartriani menilai penerapan ESG di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kompleksitas standar serta keterbatasan pengalaman tim dalam mengimplementasikannya.

Karena itu, penguatan standar, prosedur, serta integrasi praktik keberlanjutan dalam operasional perusahaan dinilai menjadi langkah penting agar ESG tidak hanya berhenti pada aspek pelaporan.

“ESG harus lebih dari sekedar pelaporan, menjadi prinsip kepemimpinan dan melatarbelakangi operasional perusahaan,” kata Jeany.

Dalam forum tersebut, Katadata Green juga menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah mitra strategis, termasuk East Ventures, Life Cycle Indonesia, Indonesia Carbon Capture and Storage Center, A+ CSR Indonesia, Rekosistem, dan Jejakin. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan ekosistem ESG berbasis data sekaligus memperluas penerapan praktik keberlanjutan di berbagai sektor industri di Indonesia.

Editorial Team