Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kapolda Respons Sayembara KDM Tangkap Begal: Jangan Main Hakim Sendiri
Kapolda Jabar Irjen Pipit. IDN Times/Debbie Sutrisno

Bandung, IDN Times - Maraknya aksi begal di sejumlah wilayah Jawa Barat membuat berbagai upaya pencegahan terus dilakukan. Selain patroli kepolisian yang diperkuat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga menggelar sayembara berhadiah Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang berhasil menangkap pelaku begal dan menyerahkannya kepada polisi.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pipit Rismanto menyambut positif langkah tersebut. Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan dan tidak bertindak di luar batas hukum ketika berhadapan dengan pelaku kejahatan.

Pipit mengatakan, sayembara yang diumumkan Dedi Mulyadi merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah agar masyarakat ikut berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

"Ya kita menyambut baik. Ini untuk bahwa Bapak Gubernur juga memiliki keinginan memberikan motivasi kepada semua warga untuk berpartisipasi dalam menjaga kamtibmas," kata Pipit di Sport Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (24/7/2026).

1. Biar polisi yang lapor ke Demul

Begal Kurir di Bandung: 2 Tertangkap, 2 Masih Diburu Polisi. Dok/Istimewa

Ia menjelaskan, apabila ada warga yang berhasil mengamankan pelaku begal dan menyerahkannya kepada polisi, maka kepolisian akan melaporkan hal tersebut kepada Gubernur Jawa Barat agar warga tersebut memperoleh hadiah sesuai sayembara.

"Siapa tahu ketemu begal, ditangkap, diserahkan ke pihak kepolisian, nanti pihak kepolisian melaporkan ke Pak Gubernur. Ini atas bantuan warga sehingga nanti akan dapat bonus dari Bapak Gubernur," ujarnya.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi mengumumkan hadiah sebesar Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi masyarakat yang berhasil melumpuhkan pelaku begal, jambret, copet, maling, maupun rampok dan menyerahkannya kepada polisi dalam keadaan hidup.

Dedi juga mengaku telah berkoordinasi dengan Polda Jabar dan Polda Metro Jaya agar patroli malam terus diperkuat. Ia meminta mobil patroli, Satpol PP, hingga Damkar bersiaga di titik-titik rawan kejahatan.

2. Ada proses hukum yang harus dilakukan

Dua Pelaku Begal Ponsel Ditangkap Saat Melancarka Aksinya. IDN Times/Debbie Sutrisno

Meski mendukung keterlibatan masyarakat, Pipit menegaskan warga tidak boleh melakukan aksi main hakim sendiri apabila berhasil menangkap pelaku begal. Tindakan pembelaan diri memang diperbolehkan jika pelaku melakukan perlawanan.

Namun, setelah situasi aman, pelaku harus segera diamankan dan diserahkan kepada aparat kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Pembelaan diri juga penting apabila melawan. Tapi kalau tidak melawan, diamankan dengan baik agar tidak banyak luka, tidak membahayakan nyawa siapa pun, segera diinformasikan kepada kepolisian. Kepolisian wajib merespons secara cepat," katanya.

Ia memastikan seluruh jajaran kepolisian akan memberikan respons cepat terhadap laporan masyarakat terkait tindak kriminal, termasuk aksi begal yang belakangan kembali marak.

3. Alat pelindung diri bisa disesuaikan

Viral Geng Motor Bawa Sajam di Pasupati, Polisi Amankan Empat Terduga. IDN Times/Istimewa

Pipit juga menanggapi pertanyaan mengenai boleh tidaknya masyarakat membawa alat pelindung diri di tengah meningkatnya aksi begal. Ia tidak memberikan jawaban secara tegas.

Menurutnya, penggunaan alat pelindung diri harus disesuaikan dengan tingkat kerawanan di masing-masing wilayah dan dibahas bersama unsur tiga pilar, yakni pemerintah desa atau kelurahan, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa.

"Kalau alat pelindung diri saya pikir untuk siskamling nanti silakan koordinasi dengan tiga pilar, ada kepala desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa. Nanti apa yang cocok di wilayah masing-masing sesuai tingkat ancamannya," ujarnya.

Jika suatu wilayah dinilai tidak memiliki tingkat ancaman tinggi, Pipit menyarankan masyarakat cukup memastikan memiliki akses cepat untuk menghubungi aparat terdekat apabila menemukan tindak kejahatan.

"Kalau ancamannya tidak terlalu berat, mungkin yang penting adalah ada nomor telepon aparat yang terdekat di situ," katanya.

Editorial Team

Related Article