ilustrasi pencabulan (dok IDN Times)
Para korban diketahui berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia yang masih sangat muda. Mulai dari anak usia PAUD, Sekolah Dasar (SD), hingga ada yang hendak menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Berdasarkan pengakuan para korban, aksi pelecehan ini diduga sudah mulai terjadi sejak bulan puasa atau Februari 2026 lalu.
Hendra menyebutkan, keseharian terduga pelaku di lingkungan warga sebenarnya dikenal cukup baik dan religius. Pelaku yang merupakan warga pindahan dari Baros itu sering terlihat aktif mengikuti pengajian dan salat berjemaah di masjid.
"Sehari-hari dia baik, suka berjemaah di masjid, ikut pengajian, aktif. Ibadahnya bagus, enggak tahu gimana, mungkin khilaf atau gimana," tuturnya.
Adapun lokasi kejadian (TKP) pencabulan seringkali dilakukan di sekitar area masjid yang kerap menjadi tempat bermain anak-anak. Pelaku biasanya menghabiskan waktu di pelataran, samping masjid, hingga gardu.
"Tempat kejadiannya itu di depan masjid, seringnya, karena tempat anak-anak bermain. Halaman masjid, tapi kalau yang lainnya saya enggak tahu, karena bapak ini nongkrongnya seringnya di samping masjid dan di gardu," katanya.
Warga sekitar sempat dibuat terkejut dengan kabar ini. Pasalnya, keluarga dari anak pelaku dikenal sebagai orang baik dan dermawan.