Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Job Fair Bandung Kini Digelar Setiap Bulan, Tak Lagi Musiman
Ribuan lowongan disiapkan untuk berbagai latar belakang pencari kerja. (Dok.Humas Pemkot Bandung)
  • Pemkot Bandung mengubah pola layanan ketenagakerjaan dengan menghadirkan job fair rutin setiap bulan agar peluang kerja bisa diakses masyarakat sepanjang tahun.
  • Virtual Job Fair 2026 memungkinkan pencari kerja melamar secara daring lewat aplikasi New BIMMA tanpa harus datang ke lokasi, mempermudah akses dan efisiensi proses seleksi.
  • Sebanyak 2.595 lowongan dari berbagai sektor disiapkan dalam Virtual Job Fair perdana, terbuka untuk semua pencari kerja dengan sistem pendaftaran dan profil digital yang terintegrasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times – Mencari pekerjaan di Kota Bandung tak lagi harus menunggu momentum job fair tahunan atau kegiatan besar tertentu. Pemerintah Kota Bandung mulai mengubah pola layanan ketenagakerjaan dengan menghadirkan bursa kerja secara lebih rutin agar peluang kerja dapat diakses masyarakat sepanjang tahun.

Langkah itu ditandai dengan penyelenggaraan Virtual Job Fair 2026 yang akan digelar Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung pada 30 Juni 2026. Pada penyelenggaraan perdana ini, sebanyak 2.595 lowongan kerja dari berbagai sektor disiapkan untuk para pencari kerja melalui aplikasi New BIMMA.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan perubahan terbesar bukan hanya pada format digital yang digunakan, melainkan komitmen menghadirkan job fair secara berkala setiap bulan.

1. Bursa kerja akan digelar rutin, tidak lagi menunggu event tertentu

Ribuan lowongan disiapkan untuk berbagai latar belakang pencari kerja. (Dok.Humas Pemkot Bandung)

Selama ini, job fair identik dengan kegiatan musiman yang hanya digelar pada waktu-waktu tertentu. Namun Pemkot Bandung ingin menjadikan bursa kerja sebagai layanan yang hadir secara berkelanjutan.

Menurut Yayan, ke depan job fair akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan cakupan yang lebih luas, mulai dari tingkat regional hingga nasional.

"Ke depannya, job fair akan kami selenggarakan setiap bulan secara rutin, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional," ujarnya.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan pencari kerja secara lebih cepat sehingga lowongan yang tersedia tidak terlalu lama kosong.

2. Pencari kerja kini bisa melamar dari mana saja

Ribuan lowongan disiapkan untuk berbagai latar belakang pencari kerja. (Dok.Humas Pemkot Bandung)

Virtual Job Fair 2026 menjadi bagian dari transformasi layanan ketenagakerjaan berbasis digital yang tengah dikembangkan Pemkot Bandung.

Melalui aplikasi New BIMMA, pencari kerja tidak perlu datang ke lokasi tertentu untuk melihat lowongan atau menyerahkan lamaran. Seluruh proses awal dapat dilakukan secara daring sehingga mengurangi hambatan biaya dan jarak yang selama ini sering menjadi kendala.

Disnaker Kota Bandung menilai format digital juga memungkinkan lebih banyak warga mengakses informasi pekerjaan secara bersamaan tanpa dibatasi kapasitas lokasi penyelenggaraan.

Selain itu, perusahaan dapat langsung meninjau profil peserta yang telah melengkapi data dan dokumen pada aplikasi sebagai bagian dari proses seleksi awal.

3. Ribuan lowongan disiapkan untuk berbagai latar belakang pencari kerja

Ribuan lowongan disiapkan untuk berbagai latar belakang pencari kerja. (Dok.Humas Pemkot Bandung)

Pada penyelenggaraan perdana Virtual Job Fair 2026, Disnaker Kota Bandung menghadirkan puluhan perusahaan dari berbagai sektor dengan total 2.595 lowongan kerja yang dapat diakses secara gratis.

Program ini terbuka bagi seluruh pencari kerja tanpa batasan pengalaman kerja. Karena itu, peserta diimbau memastikan profil pada aplikasi New BIMMA telah terisi lengkap agar peluang dilirik perusahaan menjadi lebih besar.

Yayan mengatakan seluruh persiapan teknis telah dilakukan untuk memastikan pengalaman mengikuti job fair secara virtual tetap nyaman dan mudah diakses masyarakat.

"Persiapan teknis sudah kami pastikan berjalan dengan baik. Kami ingin pengalaman pencari kerja dalam Virtual Job Fair ini tidak kalah dengan penyelenggaraan tatap muka, bahkan bisa lebih mudah karena dapat diakses dari mana saja," katanya.

Dengan skema baru ini, Pemkot Bandung berharap akses terhadap peluang kerja menjadi lebih merata sekaligus memperkuat koneksi antara dunia usaha dan tenaga kerja lokal di tengah kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.

Editorial Team

Related Article