Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jemaah Haji Tak Lolos Cek Kesehatan Tidak Diizinkan Berangkat
ilustrasi haji (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Calon jemaah haji asal Jawa Barat yang tidak lolos tes kesehatan dipastikan tidak diberangkatkan ke Arab Saudi sesuai regulasi Kemenhaj dan aturan Balai Kekarantinaan Kesehatan.
  • Jemaah yang masih bisa diobati akan diberangkatkan pada kloter berikutnya setelah dinyatakan sembuh, sementara yang belum layak diminta menunda keberangkatan hingga benar-benar sehat.
  • Pemeriksaan kesehatan tahun 2026 diperketat mengikuti aturan Arab Saudi, dengan pengecekan dilakukan di dua titik kedatangan, yakni bandara Jeddah dan Madinah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
20 April 2026

Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Barat, Boy Hari Novian, menyatakan bahwa calon jemaah haji yang tidak lolos tes kesehatan tidak akan diberangkatkan ke Arab Saudi. Ia menegaskan pemeriksaan kesehatan tahun ini lebih ketat dibanding tahun sebelumnya.

21 April 2026

Calon jemaah haji asal Jawa Barat mulai memasuki dua embarkasi, yaitu Jakarta-Bekasi dan Indramayu. Mereka dijadwalkan terbang ke Arab Saudi pada hari berikutnya.

Tahun 2026

Pemeriksaan kesehatan bagi calon jemaah haji diperketat sesuai peraturan Pemerintah Arab Saudi. Pemberangkatan haji tahun ini menjadi yang pertama diselenggarakan oleh Kemenhaj setelah sebelumnya di bawah Kementerian Agama.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Calon jemaah haji asal Jawa Barat yang tidak lolos pemeriksaan kesehatan dipastikan tidak akan diberangkatkan ke Arab Saudi sesuai regulasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
  • Who?
    Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umroh Jawa Barat, Boy Hari Novian, bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan dan petugas embarkasi Bekasi serta Indramayu.
  • Where?
    Pemeriksaan dilakukan di asrama haji Bekasi dan Indramayu, dengan pemberangkatan menuju Arab Saudi melalui bandara Jeddah dan Madinah.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Senin, 20 April 2026. Calon jemaah mulai memasuki embarkasi pada 21 April 2026 untuk keberangkatan keesokan harinya.
  • Why?
    Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan seluruh calon jemaah dalam kondisi sehat dan layak terbang, sesuai aturan Pemerintah Indonesia serta ketentuan Pemerintah Arab Saudi.
  • How?
    Pemeriksaan kesehatan dilakukan lebih ketat oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan. Jemaah yang belum layak dapat menunda keberangkatan hingga dinyatakan sembuh atau dialihkan ke kloter berikutnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang dari Jawa Barat mau pergi haji ke Arab Saudi, tapi kalau badannya sakit dan tidak lolos tes dokter, mereka tidak boleh berangkat dulu. Pak Boy bilang kalau nanti sudah sembuh bisa ikut rombongan berikutnya. Sekarang semua calon haji diperiksa lebih ketat supaya aman dan sehat waktu beribadah di sana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penerapan pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat bagi calon jemaah haji Jawa Barat menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menjaga keselamatan dan kelancaran ibadah. Dengan memberi kesempatan bagi jemaah yang masih bisa diobati untuk berangkat pada kloter berikutnya, kebijakan ini menyeimbangkan aspek kemanusiaan dan kepatuhan terhadap regulasi internasional secara bertanggung jawab.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Jemaah haji asal Jawa Barat yang tidak lolos tes kesehatan dipastikan tidak akan diterbangkan ke Arab Saudi. Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Jawa Barat memastikan hal tersebut sudah berdasarkan regulasi yang berlaku untuk ibadah haji.

Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Jawa Barat, Boy Hari Novian mengatakan, tes kesehatan yang akan dilakukan bagi calon jemaah haji tahun ini lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Jika memang jemaah walaupun sudah sampai di asrama haji, jika memang ditentukan atau diperiksa oleh balai karantina kesehatan dan dinyatakan tidak layak untuk terbang, maka kami akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh BKK (Balai Kekarantinaan Kesehatan/Kesehatan Haji) untuk tidak memberangkatkan jemaah tersebut," ujar Boy, Senin (20/4/2026).

1. Jemaah haji sakit tidak akan diberangkatkan

ilustrasi haji (IDN Times/Aditya Pratama)

Meski begitu, Boy memastikan, petugas akan terlebih dahulu melihat kondisi jemaah haji tersebut, jika memang bisa dilakukan pengobatan maka tetap berangkat dengan masuk ke kloter berikutnya.

"Ini bisa dua kemungkinan, apabila memang masih bisa diobati, itu kami akan berangkatkan pada kloter berikutnya ketika jemaah sudah sembuh dan dinyatakan layak terbang," katanya.

"Namun jika memang dinyatakan tidak dapat melakukan ibadah haji dikarenakan penyakit-penyakit tertentu, maka kami juga mengharapkan pengertian dan keikhlasan dari para jemaah untuk menunda keberangkatannya hingga dinyatakan benar-benar sembuh," jelas Boy.

2. Peraturan juga mengikuti pemerintah Arab Saudi

Ilustrasi haji atau umrah. (IDN Times/Aditya Pratama)

Dalam skrining kesehatan ini, Kemenhaj Jabar akan mengikuti peraturan dari Arab Saudi. Sehingga, tidak bisa dipaksakan ketika didapatkan jemaah yang memang belum layak secara kesehatan untuk terbang ke tanah suci.

"Kenapa hal ini dilakukan, ini juga sejalan dengan peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi, bahwa untuk tahun ini pemeriksaan kesehatan itu akan diperketat dan akan dilakukan di dua titik kedatangan jemaah, baik di bandara di Jeddah maupun di Madinah," ujarnya.

Pemberangkatan calon jemaah haji 2026 ini merupakan perdana digelar oleh Kemenhaj setelah sebelumnya dilakukan oleh Kementerian Agama. Boy berharap pemberangkatan berjalan lancar dan tanpa kendala.

"Harapannya bahwa penyelenggaraan operasional haji di tahun 2026 ini bisa berlancar dengan baik, dengan sukses," ucapnya.

3. Jemaah asal Jabar berangkat lewat dua embarkasi

Ilustrasi Haji (pexels.com/Mutahir Jamil)

Sebagai informasi, jemaah haji asal Jabar mulai memasuki dua embarkasi Jakarta-Bekasi dan Indramayu pada 21 Apri 2026. Mereka selanjutnya akan terbang pada esok harinya.

Asrama haji Bekasi akan memberangkatkan 28 kloter, praktis hanya satu kloter per hari. Sedangkan, di asrama haji Indramayu akan memberangkatkan 40 kloter dengan dua kloter dalam satu hari.

"Dalam persiapan antara dua embarkasi tidak ada perbedaan, kami sama-sama melakukan simulasi atau proses penerimaan jemaah dengan metode OSS atau One Stop Service," jelas Boy.

Editorial Team