Dua guru asal Sukabumi dapat medali emas di ajang IMSCC 2026 (IDN Times/dok Pribadi)
Ketika melangkah ke Korea Selatan, tantangan yang dihadapi semakin beragam, mulai dari urusan pembiayaan hingga kewajiban mempresentasikan ide ilmiah di hadapan juri dunia. Namun, hal itu justru melatih kepercayaan diri dan wawasan global mereka.
Perjuangan Adila Irawan—yang kini mengabdi di SMPN 1 Sukaraja setelah sebelumnya bertugas di SMPN 1 Tegalbuleud dan menjadi guru honorer di SMAN 3 Sukabumi selama hampir 6 tahun—bersama Rahayu Utami akhirnya membuahkan hasil manis ketika diumumkan sebagai juara utama.
"Ketika mengikuti kompetisi di Korea Selatan, tantangannya semakin besar. Kami harus mampu menjelaskan ide, proses pengembangan, keunggulan inovasi, serta dampak karya kepada audiens internasional serta biaya. Namun, kami memandang setiap hambatan bukan sebagai alasan untuk berhenti, melainkan sebagai bagian dari proses belajar," tutur Adila.
"Tentu ini menjadi pengalaman yang sangat luar biasa bagi kami. Ada rasa haru, bangga, dan syukur karena sebuah perjalanan yang dimulai dari ide sederhana, diskusi, eksperimen, evaluasi, dan kolaborasi akhirnya dapat membawa nama Indonesia, khususnya Kabupaten Sukabumi, ke panggung internasional," tuturnya dengan haru.