Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Industri Manufaktur Jabar Lesu, Buruh Sebut Jam Lembur Mulai Dikurangi
Roy Jinto Ferianto, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) Provinsi Jawa Barat (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Industri manufaktur Jawa Barat melemah, ditandai pengurangan hingga penghapusan lembur, pengurangan hari dan jam kerja, serta PHK di sejumlah pabrik.
  • KSPSI Jabar mencatat sekitar 5.000 anggotanya terdampak PHK Januari-Juli 2026; data Kemenaker mencatat 6.727 pekerja terkena PHK sepanjang Januari-Juni.
  • Menurut Gubernur Dedi Mulyadi, investasi semester I 2026 mencapai Rp138,13 triliun dan menyerap 246.887 tenaga kerja, termasuk perekrutan di data center Purwakarta dan BYD Subang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Industri manufaktur di Jawa Barat dilaporkan lesu, ditandai pengurangan atau penghapusan lembur, pengurangan hari dan jam kerja, serta PHK terhadap pekerja.
  • Who?
    Buruh manufaktur, anggota KSPSI Jawa Barat, Roy Jinto selaku Ketua DPD KSPSI Jabar, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terlibat dalam penyampaian kondisi ketenagakerjaan.
  • Where?
    Kondisi pengurangan kerja dan PHK terjadi di sektor manufaktur Jawa Barat. Penyerapan tenaga kerja baru juga disebut berlangsung di Purwakarta dan Kabupaten Subang.
  • When?
    Pengurangan lembur disebut terjadi sejak beberapa waktu terakhir. Data PHK KSPSI mencakup Januari-Juli 2026, sedangkan data Kemenaker mencatat periode Januari-Juni 2026. Keterangan disampaikan 3 Agustus 2026.
  • Why?
    Menurut KSPSI Jabar, efisiensi dipicu kondisi perusahaan yang memburuk, persaingan produk impor, biaya bahan baku berbasis dolar, tarif bea masuk Amerika, kenaikan tarif gas industri, serta dampak konflik internasional.
  • How?
    Perusahaan melakukan efisiensi dengan mengurangi lembur, hari kerja, jam kerja, dan jumlah karyawan, hingga penutupan perusahaan. KSPSI mencatat sekitar 5.000 anggotanya terdampak PHK pada Januari-Juli 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pabrik di Jawa Barat sedang sepi. Banyak buruh jadi kurang lembur, jam kerja, atau hari kerja. Ada juga yang kehilangan kerja. Roy dari serikat buruh bilang sekitar 5.000 orang kena PHK. Gubernur Dedi bilang ada banyak kerja baru dari investasi, seperti di data center dan pabrik mobil listrik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah penyesuaian di sebagian manufaktur, arus investasi di Jawa Barat memperlihatkan ruang penyerapan kerja yang tetap besar. Realisasi investasi Rp138,13 triliun pada semester pertama 2026 menyerap 246.887 tenaga kerja, sementara proyek data center di Purwakarta dan perekrutan BYD di Subang menunjukkan peluang baru di sektor beragam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Industri manufaktur di Jawa Barat sedang lesu. Sejumlah pabrik disebut mulai mengurangi jam lembur buruh. Kondisi ini pun terjadi sejak beberapa waktu kemarin. Bahkan, beberapa di antaranya sudah mengurangi jam kerja buruh.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat, Roy Jinto, Senin (3/8/2026). Dia mengatakan, beberapa buruh di industri manufaktur sudah banyak melaporkan soal pengurangan jam lembur tersebut.

"Hampir semua rata pengurangan lembur atau penghapusan kerja lembur itu awalnya. Sekarang ada pengurangan hari dan jam kerja," kata Roy.

1. Ada lima ribu buruh anggota SPSI Jabar terdampak PHK

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) Provinsi Jawa, Roy Jinto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Berdasarkan data yang didapatkannya, beberapa pabrik industri manufaktur sudah ada yang melakukan pemecatan terhadap buruh. Meskipun tidak begitu massif, anggota KSPSI Jabar tercatat ada sebanyak lima ribu orang yang terdampak PHK pada periode Januari-Juli 2026.

"Untuk SPSI di Jawa Barat PHK sampai saat ini dari Januari-Juli 2026 kurang lebih lima ribu orang," ucapnya.

Menurut Roy, ada berbagai faktor yang membuat industri manufaktur mengalami kontraksi yang mengakibatkan terjadinya PHK dengan cara efesiensi tersebut. Salah satu di antaranya kondisi keuangan perusahaan yang tidak baik-baik saja dan menuju titik bangkrut.

"Banyak juga diakibatkan karena produk-produk impor yang membanjiri pasar domestik di Indonesia sehingga industri dalam negeri tidak bisa bersaing dengan produk luar negeri yang lebih murah," katanya.

2. Banyak faktor membuat PHK di Jabar tinggi

Roy Jinto Ferianto, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) Provinsi Jawa Barat (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Selain itu, banyak pabrik manufaktur yang bertransaksi menggunakan dolar untuk membeli bahan baku, sementara produknya harus dijual dengan Rupiah. Kondisi ini, dinilai turut memengaruhi kondisi industri di Jabar.

"Bahan baku impor pembelianya pakai dolar yang harganya tinggi. Di sisi lain hasil produksi dijual dengan Rupiah, faktor lainnya yaitu tarif bea masuk ke Amerika yang juga berdampak terhadap cost produksi," kata dia.

Belum lagi soal adanya kenaikan tarif gas industri yang mencekik para pelaku usaha manufaktur, akhirnya pilihan yang paling memungkinkan yaitu melakukan PHK kepada buruh.

"Tarif gas industri yang kemarin cukup tinggi juga berdampak signifikan terjadinya PHK, termasuk Perang Rusia-Ukrania, Iran Amerika dan Israel semua mempunyai dampak terhadap industri dalam negeri," katanya.

"Perusahaan melakulan efisiensi dari pengurangan hari kerja, jam kerja, pengurangan karywan dan bahkan menutup perusahaan yang pada akhirnya terjadi PHK," kata dia.

3. Angka PHK di Jabar capai 6.727 orang pada periode Januari-Juni 2026

Roy Jinto Ferianto, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) Provinsi Jawa Barat (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sementara itu berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), angka pekerja yang terdampak PHK di Jabar periode Januari-Juni 2026 mencapai 6.727 pekerja. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa provinsi lain.

Rinciannya, kasus PHK pada Januari ada sebanyak 1.162 orang pekerja, Februari 1.836 orang, Maret 1.458 orang, April 1.250 orang, Mei 914 orang, dan Juni 107 orang.

Sedangkan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengatakan bahwa kondisi ketenagakerjaan di Jabar masih berada dalam tren positif. Jumlah tenaga kerja baru yang terserap melalui investasi dinilai jauh lebih besar.

"Kalau ada PHK 5.000, masuk 100 ribu, ya jangan ribut. Kan ada yang masuk," ujar KDM, dikutip Senin (3/8/2026).

Ia menilai pemberitaan mengenai PHK kerap menjadi sorotan utama, sementara kabar baik mengenai investasi dan penciptaan lapangan kerja baru justru kurang mendapat perhatian.

"Sentimen di media sosial itu kalau berita buruk tentang pemerintahan menjadi headline, viral. Tetapi berita positif menjadi tidak viral. Ini opini yang harus dibangun," katanya.

Adapun capaian investasi Jabar sepanjang semester I 2026. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Barat, realisasi investasi pada periode Januari-Juni 2026 mencapai Rp138,13 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 246.887 orang.

KDM menegaskan, investasi yang masuk terus membuka peluang kerja baru di berbagai sektor. Salah satunya pembangunan data center di Purwakarta yang berdiri di kawasan bekas aset Indosat.

"Saya sudah dua hari ini. Kemarin saya di Purwakarta ada 3.000 tenaga kerja untuk data center, yang di tempat Indosat zaman dulu. Data center tier satu pertama di Indonesia, itu 3.000 tenaga kerja," ujarnya.

Selain itu, pabrik kendaraan listrik BYD di Kabupaten Subang juga terus melakukan perekrutan tenaga kerja baru seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap produknya.

"Kemudian ke BYD, itu hampir 9.000 sekarang rekrutmen baru karena produknya diminati," kata KDM.

Curated For You

Editorial Team

Related Article