Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Indonesia Jadi Kelas Besar Logistik Perikanan bagi Mahasiswa ASEAN
Puluhan peserta dari berbagai negara Asia Tenggara datang ke Indonesia untuk mempelajari langsung bagaimana sistem logistik perikanan bekerja dari laut hingga sampai ke tangan konsumen. (Dok Istimewa)
  • Puluhan mahasiswa ASEAN mengikuti Global Supply Chain Summer Camp 2026 di Indonesia untuk mempelajari langsung sistem logistik perikanan dari laut hingga ke tangan konsumen.
  • Program yang digelar ULBI ini menjadi langkah internasionalisasi kampus, mendorong mahasiswa membangun global mindset dan memperluas jejaring akademik lintas negara.
  • Peserta menilai pengalaman belajar di Indonesia membuka wawasan tentang potensi besar sektor perikanan serta peluang kolaborasi akademik antarnegara Asia Tenggara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times – Rantai pasok perikanan Indonesia ternyata tak hanya menjadi penggerak ekonomi nasional, tetapi juga menarik perhatian kalangan akademisi internasional. Melalui program Global Supply Chain Summer Camp 2026, puluhan peserta dari berbagai negara Asia Tenggara datang ke Indonesia untuk mempelajari langsung bagaimana sistem logistik perikanan bekerja dari laut hingga sampai ke tangan konsumen.

Program bertajuk From Sea to Table: Indonesia Fish Supply Chain Experience tersebut digelar oleh Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI) dan diikuti peserta dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

1. Peserta diajak melihat langsung rantai pasok perikanan Indonesia

Puluhan peserta dari berbagai negara Asia Tenggara datang ke Indonesia untuk mempelajari langsung bagaimana sistem logistik perikanan bekerja dari laut hingga sampai ke tangan konsumen. (Dok Istimewa)

Tidak hanya mengikuti diskusi di kelas, peserta terlebih dahulu melakukan kunjungan lapangan ke pelabuhan perikanan dan perusahaan pengolahan ikan. Pengalaman tersebut menjadi bahan analisis dan presentasi selama kegiatan berlangsung.

Rektor I Nyoman Pujawan mengatakan program ini dirancang agar peserta dapat memahami praktik rantai pasok perikanan Indonesia secara menyeluruh.

"Pesertanya dari berbagai negara, terutama Asia Tenggara seperti Vietnam, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Indonesia," ujarnya.

Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya mempelajari teori logistik, tetapi juga melihat langsung proses distribusi komoditas perikanan yang menjadi salah satu kekuatan Indonesia.

2. ULBI ingin membangun mahasiswa dengan wawasan global

Puluhan peserta dari berbagai negara Asia Tenggara datang ke Indonesia untuk mempelajari langsung bagaimana sistem logistik perikanan bekerja dari laut hingga sampai ke tangan konsumen. (Dok Istimewa)

Selain membahas rantai pasok, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus. Menurut Nyoman, mahasiswa perlu memiliki pengalaman berinteraksi dengan komunitas global agar siap menghadapi dunia kerja yang semakin terbuka.

Ia menilai keberadaan peserta dan akademisi dari berbagai negara memberikan pengalaman belajar yang tidak bisa diperoleh hanya dari ruang kelas.

"Kami ingin menumbuhkan iklim internasionalisasi di ULBI agar mahasiswa memiliki kesempatan berada dalam lingkungan internasional," katanya.

Melalui program seperti ini, mahasiswa didorong untuk membangun global mindset, memperluas jejaring, dan lebih percaya diri mengikuti program akademik maupun profesional di luar negeri.

3. Pengalaman Indonesia dinilai menarik bagi negara lain

Kawasan Pelabuhan Ikan Morodemak di Kabupaten Demak. (IDN Times/Dok Pelabuhan Ikan Morodemak)

Salah satu peserta dari Malaysia, Mohd Azam Bin Din, mengaku terkesan setelah mengunjungi Pelabuhan Perikanan Muara Baru di Jakarta Utara.

Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya perikanan yang sangat besar serta sistem logistik yang menarik untuk dipelajari, terutama terkait distribusi hasil laut dalam skala besar.

"Sebagai orang Malaysia, ini pertama kali saya melihat tuna dalam skala sebesar itu," ungkapnya.

Azam menilai pengalaman tersebut tidak hanya memberikan pembelajaran mengenai logistik perikanan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas antara perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Ke depan, ULBI berencana menjadikan Global Supply Chain Summer Camp sebagai agenda tahunan. Tidak hanya melibatkan peserta dari ASEAN, kampus tersebut juga membuka peluang menghadirkan peserta dari berbagai negara lain agar Indonesia semakin dikenal sebagai pusat pembelajaran logistik dan rantai pasok di tingkat internasional.

Editorial Team

Related Article