Sementara itu CEO Atlantic Lifesciences, Tripathi Dhananjay mengungkapkan rasa syukur atas kolaborasi yang baik antar Indonesia yang diwakili oleh Bio Farma dan Ghana yang diwakili oleh Atlantic Lifesciences.
Dia turut mengucapkan terima kasih kepada Bio Farma dan Pemerintah RI yang telah memberi kepercayaan dan ilmunya kepada Atlantic Lifesciences. Melalui transfer teknologi ready to fill vaksin ini, ia berharap kebutuhan vaksin Td dalam negeri Ghana dapat mencukupi, dan ke depannya akan ada transfer teknologi jenis vaksin lainya.
"Kami juga berharap industri ini dapat memproduksi secara mandiri vaksin Td di Ghana. Dan dapat menyediakan aksesibilitas vaksin pada negara-negara di kawasan Afrika Barat," katanya.
Dalam rangkaian penutupan kegiatan MoU tersebut, Menteri Kesehatan Ghana, Kwaku Agyeman-Manu berpesan agar semangat kolaborasi tetap terjaga dengan baik.
"Dedikasi dari masing-masing pihak akan tercatat sebagai salah satu kejadian penting dalam perkembangan kesehatan di Republik Ghana. Saya mengucapkan terima kasih kepada Atlantic Lifesciences dan Bio Farma, tanpa usaha kalian, milestone ini tidak akan dapat kami raih," katanya.
Ghana memiliki lokasi yang sangat strategis sebagai salah satu hub komoditas penting di wilayah Afrika Barat. Dengan populasi sebanyak 30 juta jiwa, industri kesehatan di Ghana dapat menjadi penghubung bagi negara-negara di kawasan tersebut, seperti Mali, Burkina Faso, Mauritania, Guinea-Bissau, dan masih banyak lagi.