Bandung, IDN Times - Pelemahan nilai tukar rupiah turut berdampak signifikan terhadap industri pariwisata di Jawa Barat. Salah satu dampaknya dirasakan pengusaha bus pariwisata. Mereka berencana mogok dengan menghentikan operasional beberapa bus selama beberapa hari.
Rencana mogok ini tidak lepas dari nilai rupiah terhadap dolar AS yang sudah menyentuh 18.095,70 per Sabtu (6/6/2026) pagi, yang membuat harga suku cadang kendaraan naik dan berdampak pada tingginya biaya operasional bus.
"Bukan tidak akan beroperasi, akan tetapi menghentikan operasional beberapa armadanya karena imbas nilai tukar rupiah anjlok terhadap dolar yang berdampak naiknya suku cadang kendaraan bus. Mengakibatkan biaya operasi bus menjadi tinggi," ujar Sekjen Ikatan Perusahaan Otobus Pariwisata Jawa Barat, Herdis Subarja saat dikonfirmasi.
