Gelar Literasi Keuangan, Kredit Pintar Sasar UMKM Kota Bogor

Bandung, IDN Times – Setelah getol menggelar kelas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bernama ‘Kelas Pintar Bersama’ di beberapa kota, Kredit Pintar akhirnya mendatangi Kota Bogor. Kelas mereka berfokus pada literasi keuangan untuk ikut meningkatkan UMKM di Kota Bogor.
Kredit Pintar sendiri merupakan platform pinjaman digital yang berlisensi, terdaftar, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hingga saat ini mereka telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp34 triliun, di mana sekitar separuh nasabahnya meminjam uang untuk kebutuhan modal usaha kecil atau pendidikan.
Total peminjam Kredit Pintar sejak berdiri tahun 2017 telah berjumlah lebih dari 13 juta nasabah.
Melihat potensi pertumbuhan UMKM di Kota Bogor yang merujuk pada data Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kota Bogor, jumlah UMKM di Kota Bogor pada 2023 mencapai 73.336 usaha. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2021 yang hanya 68.992 UMKM.
Hal itu diamini Nita Kurnia saat didapuk sebagai pembicara dalam Kelas Pintar Bersama yang diadakan di Harinny Resto & Cafe, Jalan Sholeh Iskandar 147, Cibuluh, Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu, 10 Juni 2023.
Nita yang juga penggiat UMKM Bogor dan fotografer ini mengatakan bahwa antusiasme pelaku UMKM di Bogor sangat tinggi.
“Semakin banyak UMKM di Bogor yang mengembangkan usahanya, mulai dari usaha kuliner, fesyen, hingga wisata. Seperti kita ketahui Bogor terkenal sebagai daerah wisata dan kulinernya,” ungkap Nita, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Minggu (11/6/2023).
1. UMKM harus bisa mencipta foto produk yang baik

Lewat tema acara “Tips & Trick Foto Produk dengan Smartphone”, Nita berbagi pengetahuan kepada para pelaku UMKM yang tergabung dalam UKM IKM Nusantara Bogor mengenai kiat-kita memotret produk yang akan dijual.
Penjelasan dimulai dari bagaimana mengenali produk, segmentasi pasar atau konsumen, social media/marketplace online, pemilihan background foto, penggunaan model pendukung foto, teknik pencahayaan, penentuan angle foto, hingga soal pengeditan foto, kurasi dan finishing.
“Saat ini memang sudah banyak dijumpai jasa foto produk. Namun jika pelaku UMKM dapat melakukannya sendiri dengan kreativitas yang ada, maka tentu akan menjadi sebuah benefit tersendiri,” ujar Nita.
2. Bentuk dukungan agar UMKM naik level

Peningkatan kapasitas dan produktivitas UMKM melalui berbagai pelatihan telah menjadi concern Kredit Pintar dengan berinisiatif menggelar Kelas Pintar Bersama.
“Kelas Pintar Bersama merupakan kegiatan edukasi yang dipersembahkan oleh Kredit Pintar untuk komunitas UMKM guna meningkatkan literasi keuangan serta pemberdayaan wirausaha. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kami untuk mendorong UMKM naik ke level berikutnya sekaligus meningkatkan skala usaha,” ujar Puji Sukaryadi, Brand Communications Kredit Pintar.
Sejak 2022, Kredit Pintar secara konsisten memfasilitasi Kelas Pintar Bersama di beberapa daerah di Indonesia. Dalam kegiatan ini Kredit Pintar mengajak para narasumber kompeten untuk berpartisipasi, berbagi kiat, menumbuhkan semangat berwirausaha serta edukasi pengelolaan keuangan.
Sebelumnya Kredit Pintar telah sukses menggelar Kelas Pintar Bersama di berbagai kota di Indonesia seperti Bandung, Bekasi, Surakarta, Cirebon, Surabaya, hingga Lampung.
3. Peningkatan literasi keuangan harus mengiringi pertumbuhan UMKM

Sementara itu Arsya Helmi, Regulatory Compliance Kredit Pintar, menjelaskan jika pesatnya pertumbuhan UMKM dan kontribusinya dalam perekonomi nasional semestinya diiringi dengan inklusi dan literasi keuangan yang memadai.
Atas hal tersebut, peningkatan literasi dan inklusi keuangan digital menjadi hal yang penting untuk terus ditingkatkan bersama.
“Hal ini sejalan dengan komitmen OJK untuk terus meningkatkan inklusi dan literasi keuangan digital terutama bagi pelaku UMKM sehingga dapat semakin berkontribusi dalam penguatan ekonomi nasional," tutur Arsya.
Ke depannya, Kredit Pintar ingin menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia yang memiliki potensi kewirausahaan lokal untuk menumbuhkan optimisme berwirausaha. Terlebih pascapandemi merupakan momentum untuk bangkit.

















