Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ekosistem Seni Rupa di Bandung Makin Luas dengan Kehadiran Grey Cube

WhatsApp Image 2026-02-04 at 3.49.39 PM.jpeg
Ekosistem Seni Rupa Kontemporer di Bandung Makin Luas dengan Kehadiran Grey Cube. IDN Times/Istimewa
Intinya sih...
  • Grey Cube hadir sebagai ruang baru dalam ekosistem Grey Art Gallery, menampilkan karya delapan seniman lintas generasi dengan pendekatan kuratorial yang lebih terarah.
  • Grey Award 2026 mengusung tema Monochrome as Manifesto, memilih 65 karya dari 60 seniman untuk dipamerkan, dan dirancang sebagai ruang transisi bagi seniman muda.
  • Program Grey Award membuka akses dialog, jejaring, hingga pertemuan dengan publik, kurator, kolektor, dan institusi seni untuk seniman muda memasuki medan sosial seni rupa yang lebih luas.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Menandai perjalanan tahun ketiganya, Grey Art Gallery melakukan langkah strategis memperluas ekosistem seni rupa kontemporer di Bandung. Tak sekadar menghadirkan ruang pamer, Grey kini memperkuat perannya sebagai penghubung praktik artistik, distribusi karya, hingga regenerasi seniman melalui kehadiran Grey Cube dan serta kegiatan Grey Award 2026.

1. Hadirkan karya delapan seniman

WhatsApp Image 2026-02-04 at 3.49.40 PM.jpeg
Ekosistem Seni Rupa Kontemporer di Bandung Makin Luas dengan Kehadiran Grey Cube. IDN Times/Istimewa

Grey Cube merupakan ruang baru dalam ekosistem Grey Art Gallery yang berlokasi di kawasan Dago, Bandung. Ruang ini dirancang bukan sebagai entitas terpisah, melainkan penguat lapisan ekosistem yang sudah ada dengan fokus kuratorial lebih terarah.

Pendekatan kurasi di Grey Cube menitikberatkan pada praktik artistik yang telah berkembang dan relevan dengan lanskap seni rupa yang lebih luas. “Setiap karya dibiarkan hadir dengan posisi dan karakternya sendiri,” tulis GREY dalam rilis resminya.

Pada edisi pembukaan, Grey Cube menampilkan karya delapan seniman lintas generasi, mulai dari Aryo Saloko hingga Heri Dono, tanpa upaya menyeragamkan gaya maupun arah artistik.

2. Kompetisi angkat tema monokrom sebagai sikap artistik

WhatsApp Image 2025-07-27 at 7.35.21 AM.jpeg
Pameran seni di Grey Art Gallery, Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sejalan dengan penguatan ruang, Grey kembali menggelar Grey Award 2026 yang kini memasuki edisi kedua. Mengusung tema Monochrome as Manifesto, monokrom hitam-putih diposisikan bukan sekadar pilihan visual, tetapi sebagai pendekatan konseptual dan sikap kuratorial.

Pembatasan spektrum warna ini justru dimaknai sebagai medan eksplorasi. “Monokrom menuntut ketajaman berpikir dan kepekaan visual,” demikian pernyataan pihak galeri.

Dari total 931 karya yang dikirim 710 seniman dari berbagai daerah, dewan juri menyeleksi 65 karya dari 60 seniman untuk dipamerkan. Tahap berikutnya akan menyaring 10 finalis hingga terpilih tiga penerima Grey Award 2026.

3. Jadi jembatan seniman muda ke ekosistem yang lebih luas

WhatsApp Image 2025-07-27 at 7.35.22 AM (1).jpeg
Pameran seni di Grey Art Gallery, Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Grey Award dirancang sebagai ruang transisi bagi seniman khususnya anak muda untuk memasuki medan sosial seni rupa yang lebih luas. Program ini membuka akses dialog, jejaring, hingga pertemuan dengan publik, kurator, kolektor, dan institusi seni.

Pameran Grey Award 2026 dapat dikunjungi di Grey Art Gallery, Jalan Braga No. 47, Bandung. Galeri dibuka setiap hari dengan jam operasional berbeda untuk weekday dan weekend.

Melalui Grey Cube dan Grey Award 2026, Grey Art Gallery menegaskan komitmennya bukan hanya menghadirkan karya, tetapi juga membangun struktur, percakapan, dan peluang bagi keberlanjutan ekosistem seni rupa kontemporer Indonesia.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Optimisme Baru BIJB Kertajati: Umrah Berjadwal Mulai Juli 2026

06 Feb 2026, 19:21 WIBNews