Bandung, IDN Times - Tekanan fiskal yang saat ini dihadapi Pemerintah Provinsi Jawa Barat berpotensi menghambat pergerakan ekonomi daerah. Pemangkasan transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat dinilai mempersempit ruang belanja pemerintah.
Sementara, APBD dibutuhkan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi, menjaga pelayanan publik, hingga mendorong investasi. Ekonom Universitas Padjadjaran (Unpad), Ferry Hadiyanto, menilai kebijakan efisiensi anggaran daerah perlu dievaluasi karena berpotensi bertolak belakang dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen.
Menurut dia, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan APBN untuk mencapai target tersebut. Pemerintah daerah juga perlu memiliki ruang fiskal yang cukup agar dapat berkontribusi melalui belanja pembangunan dan program penggerak ekonomi.
"Jadi, memang harusnya itu berbagi peran antara APBN dengan APBD provinsi dan kabupaten. Nah, sehingga target delapan persen itu bisa dicapai jika daerah-daerah juga tumbuhnya tinggi," kata Ferry saat dikonfirmasi, Rabu (28/10/2026).
