Sumedang, IDN Times - Video dan foto peserta latihan dasar (latsar) calon manajer Koperasi Desa (kopdes) yang terlihat membawa senjata menjadi sorotan publik. Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa kegiatan tersebut hanya sebatas pengenalan dasar kemiliteran dan tidak bertujuan melatih peserta menjadi prajurit.
Menurut Dudung, materi itu merupakan bagian dari pemahaman mengenai sistem pertahanan negara yang melibatkan seluruh komponen bangsa. Dia mengaku sempat mempertanyakan bentuk latihan tersebut saat pertama kali melihat video yang beredar. Namun setelah memahami materinya, ia menilai kegiatan tersebut masih sesuai dengan pengenalan dasar kemiliteran.
Ia menjelaskan, pendidikan dasar kemiliteran memang mengenalkan peserta terhadap berbagai aspek dasar, termasuk penggunaan senjata.
"Saya juga awalnya berpikir latihan model apa ini. Tapi pendidikan militer itu rata-rata seperti itu," ujar Dudung ditemui usai mendatangi rumah duka korban Latsar Kopdes, Selasa (30/6/2026).
