Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dua Bulan Pascalongsor Pasirlangu, Lahan Relokasi Korban Belum Jelas

Dua Bulan Pascalongsor Pasirlangu, Lahan Relokasi Korban Belum Jelas
Pencarian Korban Longsor Pasirlangu Tetap Berlanjut Meski Tanggap Darurat Berakhir. Dok Sar Bandung
Intinya Sih
  • Dua bulan pascalongsor di Desa Pasirlangu, warga masih menunggu kejelasan lokasi relokasi karena pemerintah daerah belum menentukan tempat yang aman berdasarkan kajian geologi.
  • Pemerintah daerah memberikan kompensasi sementara sebesar Rp10 juta per rumah bagi 32 keluarga terdampak untuk biaya makan dan sewa tempat tinggal.
  • Warga yang mayoritas petani berharap perbaikan infrastruktur pertanian segera dilakukan agar pemulihan ekonomi pascabencana bisa berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Dua bulan sudah longsor terjadi di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Puluhan warga menjadi korban dan ada juga aparat TNI yang tertimbun. Di sisi lain, banyak rumah yang kemudian tidak ditempati kembali karena terdampak longsor.

Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada kejelasan dari pemeritah daerah ke mana warga akan direlokasi. Mereka sekarang banyak yang kontrak di rumah lain maupun ikut ke sanak sodara untuk sementara.

"Belum. Ini karena terhalang masa Lebaran, sehingga relokasi dari pihak kabupaten masih cari. Kalau rumah, tanah memang sudah ada survei-survei," kata dia, Selasa (24/3/2026).

1. Dapat uang kompensasi

IMG_20260127_095851.jpg
Pencarian korban longsor Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno

Menurutnya hingga saat ini warga masih mendapatkan uang kompensasi untuk sementara dari pemerintah daerah sekitar Rp10 juta di mana Rp6 juta untuk biaya makan dan Rp4 juta untuk sewa rumah. Total ada 32 rumah yang mendapat bantuan sesuai data.

"Ada yang ngontrak, ada yang di rumah saudaranya. Karena pemerintah sudah menyalurkan bentuk kompensasi, istilahnya atau kadiduhnya di Jawa Barat. Mudah-mudahan sambil menunggu relokasi itu, bermanfaat juga uang 10 juta dari Pak Gubernur, " kata dia.

2. Butuh perbaikan infrastruktur lainnya

WhatsApp Image 2026-01-28 at 9.51.55 AM.jpeg
Pencarian korban longsor di Desa Pasirlangun, Cisarua, Bandung Barat. Dok SAR Bandung

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa mayoritas warga Pasirlangu merupakan petani, sehingga kebutuhan mendesak saat ini adalah perbaikan infrastruktur pertanian guna mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.

"Melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk sektor swasta seperti LG, diharapkan proses pemulihan pasca bencana di Pasirlangu dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan," pungkasnya.

3. Pencarian tempat masih tunggu hasil kajian

IMG-20260125-WA0044.jpg
Lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. IDN Times/Istimewa

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat masih mengkaji lokasi relokasi warga terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail mengatakan pemerintah daerah tidak ingin terburu-buru menetapkan lokasi relokasi sebelum adanya rekomendasi resmi dari Badan Geologi guna menghindari risiko bencana di kemudian hari.

"Sampai kemarin sore saya mendampingi Pak Rajiv dari DPR RI, masih mengkaji terkait kampung atau desa yang akan dijadikan lokasi relokasi," kata Asep di Bandung, Selasa (10/3/2026).

Asep menjelaskan pemerintah desa saat ini tengah mengupayakan pencarian lahan yang benar-benar aman untuk ditempati warga. Salah satu pertimbangan utama adalah memastikan lokasi relokasi tidak berada di zona rawan bencana. Oleh karena itu, penentuan lokasi akan didasarkan pada kajian geologi.

“Pertama harus dipastikan dulu terkait zonanya, jangan sampai berada di zona merah. Itu harus berdasarkan kajian geologi,” ujarnya.

Ia menambahkan lokasi relokasi yang sedang dipertimbangkan masih berada di wilayah Desa Pasir Langu, agar tidak jauh dari tempat tinggal warga saat ini. “Pertimbangan ini dilakukan karena sebagian besar warga memiliki mata pencaharian di wilayah tersebut," tuturnya.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More