Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

DP3A Bandung Dampingi Siswa SMA yang Jadi Korban Pengeroyokan

DP3A Bandung Dampingi Siswa SMA yang Jadi Korban Pengeroyokan
ilustrasi kekerasan terhadap anak. (IDN Times/Mardya Shakti)
Share Article

Bandung, IDN Times - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung memastikan untuk memberi pendampingan atas kasus perundungan yang dialami oleh seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Sindanglaya, Kota Bandung.

Kepala DP3A Kota Bandung, Uum Sumiati memastikan DP3A telah bertemu dengan korban untuk memberikan pendampingan sejak menerima informasi terkait video perundungan yang dialami siswa tersebut viral di media sosial.

“Informasi baru kami terima tadi malam, sehingga kami masih mengumpulkan lebih banyak data. Namun, sejak pagi tadi, kami sudah mengunjungi korban, melihat kondisinya, dan melakukan langkah awal, seperti pemeriksaan medis serta konseling,” kata Uum, Jumat (21/2/2025).

1. Dia akan bersekolah seperti biasa

IDN Times/Istimewa
IDN Times/Istimewa

Dia memastikan korban masih bersekolah seperti biasa dan hak pendidikannya tetap berjalan dan pihak dari keluarga korban menyatakan kesiapan untuk menjalani pendampingan psikologis lebih lanjut.

“Dugaan kejadiannya sebetulnya bukan kemarin, tapi antara Desember hingga Januari katanya. Cuma dimungkinkan pada saat mereka libur,” katanya.

Uum mengaku korban telah melakukan pemeriksaan awal di puskesmas terdekat dan jika diperlukan, korban akan dirujuk ke Rumah Sakit Bandung Kiwari untuk pemeriksaan lebih lanjut. Terkait proses hukum, DP3A menyerahkan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Saat ini, Kepala UPT kami tengah berkoordinasi dengan Polsek setempat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” kata dia.

2. Kejadian ini bukan yang pertama

ilustrasi perundungan (IDN Times/Novaya)
ilustrasi perundungan (IDN Times/Novaya)

Lebih lanjut, Uum menegaskan bahwa edukasi mengenai pencegahan perundungan akan terus dilakukan, tidak hanya di tingkat SMP, tetapi juga mulai menyasar SD.

“Sebelumnya, 112 SMP negeri dan swasta di Bandung sudah menyatakan komitmen untuk membangun Bandung Zero Bullying. Tapi ini proses panjang, harus terus diingatkan. Tahun ini, kami akan masuk ke SD juga,” katanya.

3. Edukasi pada siswa terus dilakukan

ilustrasi bully (pexels.com/ Mikhail Nilov)
ilustrasi bully (pexels.com/ Mikhail Nilov)

Dia berharap edukasi dapat diperluas ke lingkungan keluarga, karena peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter anak.

“Jangan semua dibebankan ke sekolah. Keluarga juga harus terlibat dalam memberikan pengasuhan dan pendidikan karakter sejak dini,” kata Uum.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
Debbie Sutrisno
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More

Komnas Perempuan Sebut Kasus YTR Femisida Paling Ekstrem

27 Jun 2026, 18:42 WIBNews