Bandung, IDN Times - Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berdampak luas terhadap industri dan pembangunan infrastruktur di Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat lelang tender proyek sempat terjadi penurunan peminat karena bahan baku seperti aspal dan lainnya naik harga.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, sektor industri di Jawa Barat pun saat ini tengah waswas dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mana sudah menembus Rp17.981,30.
Sementara, kondisi industri di Jabar sangat beragam, untuk pabrik produknya sudah sampai ekspor tentunya akan merasa diuntungkan dengan kenaikan ini. Namun, untuk pengusaha yang mengandalkan bahan baku impor menurut Dedi kini dalam kondisi berat.
"Dampaknya pasti ada dua variabelnya. Yang ekspor pasti merasa untung, tapi yang bahan bakunya impor pasti berat. Pasti ada yang dirugikan dan diuntungkan, tapi saya berharap ke depan dolar bisa lebih stabil," ujar Dedi, Rabu (3/5/2026).
