Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dolar Hampir Rp18 Ribu, Industri-Proyek Infrastruktur Jabar Terdampak
Ilustrasi nilai tukar rupiah melemah (pinterest.com/TubasMedia.com)
  • Nilai tukar rupiah melemah hingga Rp17.981,30 per dolar AS, memicu kekhawatiran di sektor industri dan infrastruktur Jawa Barat.
  • Lelang proyek Pemprov Jabar sempat sepi peminat karena kenaikan harga bahan konstruksi seperti aspal dan semen membuat perhitungan biaya tidak menguntungkan.
  • Setelah evaluasi, beberapa proyek infrastruktur seperti pelebaran Jalan Raya Bandung-Garut dan pembangunan jembatan kembali diminati kontraktor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
kemarin

Beberapa kegiatan lelang proyek milik Pemprov Jabar sempat tidak diminati kontraktor karena perhitungan biaya yang tinggi akibat kenaikan harga material konstruksi.

Rabu (3/5/2026)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah mencapai Rp17.981,30 dan berdampak pada sektor industri serta proyek infrastruktur di Jabar.

kini

Pemprov Jabar telah melakukan evaluasi sehingga proyek-proyek kembali diminati, dan sejumlah pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan tengah dikerjakan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah hingga sekitar Rp17.981,30, berdampak pada sektor industri dan proyek infrastruktur di Jawa Barat, termasuk penurunan minat tender akibat kenaikan harga bahan baku konstruksi.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta para pelaku industri dan kontraktor yang terlibat dalam proyek-proyek infrastruktur daerah.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di wilayah Provinsi Jawa Barat, dengan contoh proyek di perbatasan Bandung-Garut dan berbagai daerah lain tempat pembangunan jalan serta jembatan provinsi.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Rabu, 3 Mei 2026, saat nilai tukar dolar mencapai hampir Rp18 ribu per dolar AS.
  • Why?
    Kenaikan nilai tukar dolar menyebabkan harga bahan baku impor seperti aspal, semen, dan beton meningkat sehingga biaya proyek naik dan minat kontraktor menurun.
  • How?
    Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan evaluasi terhadap paket pekerjaan agar lebih menarik bagi peserta lelang setelah sebelumnya beberapa tender tidak diminati karena perhitungan keuntungan dianggap tidak seimbang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Uangnya Indonesia, rupiah, sekarang lemah sekali sampai hampir delapan belas ribu buat satu dolar. Karena itu banyak bahan bangunan jadi mahal. Di Jawa Barat, proyek jalan dan jembatan sempat sepi yang mau kerja karena biayanya tinggi. Pak Gubernur Dedi bilang ada pabrik yang senang karena bisa ekspor, tapi ada juga yang susah karena beli bahan dari luar negeri. Sekarang pemerintah sudah perbaiki rencana supaya proyeknya bisa jalan lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun pelemahan rupiah sempat menekan minat tender proyek di Jawa Barat, langkah evaluasi yang dilakukan Pemprov Jabar menunjukkan respons cepat dan adaptif terhadap situasi ekonomi. Hasilnya, proyek-proyek infrastruktur kembali diminati, sementara sektor industri berorientasi ekspor justru memperoleh keuntungan dari kondisi nilai tukar yang menguatkan daya saing produknya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berdampak luas terhadap industri dan pembangunan infrastruktur di Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat lelang tender proyek sempat terjadi penurunan peminat karena bahan baku seperti aspal dan lainnya naik harga.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, sektor industri di Jawa Barat pun saat ini tengah waswas dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mana sudah menembus Rp17.981,30.

Sementara, kondisi industri di Jabar sangat beragam, untuk pabrik produknya sudah sampai ekspor tentunya akan merasa diuntungkan dengan kenaikan ini. Namun, untuk pengusaha yang mengandalkan bahan baku impor menurut Dedi kini dalam kondisi berat.

"Dampaknya pasti ada dua variabelnya. Yang ekspor pasti merasa untung, tapi yang bahan bakunya impor pasti berat. Pasti ada yang dirugikan dan diuntungkan, tapi saya berharap ke depan dolar bisa lebih stabil," ujar Dedi, Rabu (3/5/2026).

1. Lelang proyek sempat tidak ada peminat

Ilustrasi nilai tukar mata uang (katadata.co.id/Agung Jatmiko)

Di sisi lain, lelang paket pekerjaan milik Pemprov Jabar, seperti perbaikan jalan sempat tidak banyak diminati kontraktor karena dinilai kurang menguntungkan. Bahkan, kata Dedi, beberapa proyek jalan yang biasanya diperebutkan kontraktor justru tidak mendapatkan pendaftar.

"Sebetulnya, itu yang mengakibatkan kemarin beberapa kegiatan Pemprov Jabar lelangnya sempat tidak ada peminat," katanya.

2. Kontraktor menilai tidak ada untungnya mengerjakan proyek Pemprov Jabar

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (ANTARA FOTO/ Sigid Kurniawan)

Pemprov Jabar pun sempat melakukan evaluasi, untuk mencari tahu penyebabnya, dan hasilnya peserta lelang belum tertarik karena perhitungan biaya proyek yang semakin tinggi, akibat kenaikan harga material konstruksi.

"Biasanya orang ngantri rebutan. Setelah saya analisis, faktor penyebabnya harga. Mereka menghitung tidak ada untungnya," katanya.

3. Pemprov Jabar langsung melakukan evaluasi

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan, kenaikan nilai tukar dolar berdampak pada harga berbagai bahan konstruksi seperti semen, hot mix atau aspal, hingga beton. Kenaikan biaya tersebut membuat kontraktor lebih berhati-hati dalam mengikuti tender proyek pemerintah.

Kendati begitu, Pemprov Jabar akhirnya melakukan evaluasi terhadap sejumlah paket pekerjaan sehingga proyek-proyek tersebut kembali mendapatkan peminat.

"Tetapi akhirnya juga ada peminatnya setelah kita lakukan evaluasi," ucapnya.

Adapun Pemprov Jabar saat ini tengah menggarap sejumlah proyek infrastruktur, di antaranya rekonstruksi dan pelebaran Jalan Raya perbatasan Bandung-Garut dari lebar sembilan meter menjadi 12 meter, pembangunan dan perbaikan jalan provinsi di berbagai daerah, serta sejumlah proyek jembatan dan sarana konektivitas antarwilayah.

Editorial Team

Related Article