Foto Anies Baswedan di samping jendela pesawat. (www.x.com/@aniesbubble)
Selain itu, kondisi saat ini juga dibuntuti dinamika di mana PKS yang sebelumnya hendak mencalonkan Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta dengan Sohibul Iman namun tidak jadi. Sikap itu, menurut Burhanuddin akan berdampak dari dukungan pendukung Anies Baswedan.
"Kedua ini teori sempat muncul nama Anies Baswedan di Jakarta diusung oleh PKS, namun akhirnya mendukung Ridwan Kamil Suswono. Ada keengganan atau ngambek dari penduduk Anies Baswedan ke Ahamd Syaikhu," katanya.
Sebelumnya Koalisi Indonesia Maju (KIM) Puls di Pilgub Jabar pecah kongsi, PKS, NasDem dan PPP turut mendukung Ahmad Syaikhu-Ilham Akabar Habibie dibanding Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan.
Meski begitu, Ahmad Syaikhu mengatakan, pertarungan melawan sesama anggota KIM Plus tidak akan merubah kekuatan di pusat. Apalagi, partainya juga berkolaborasi bersama KIM Plus di Pilgub Daerah Khusus Jakarta dengan mengusung Ridwan Kamil-Suswono (Rido).
"KIM ini kami bekerja sama di tempat-tempat yang kami prioritaskan tentu yang tadi sudah disepakati adalah di DKI," ujar Syaikhu saat memberikan keterangan resmi usai mendaftarkan diri di KPU Jabar, Kamis (28/8/2024).
Syaikhu berharap, adanya dua pasangan calon yang diusung dari KIM ini akan banyak menguntungkan. Termasuk di Pilgub Jabar 2024.
"Jadi kalaupun ada dari KIM plus yang kemudian maju bersama-sama harapannya adalah siapapun yang maju Insyaallah KIM juga yang menang. Jadi enggak ada masalah, Insyaallah," kata dia.