Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dedi Mulyadi Minta Premanisme di Bandung Diberantas usai Kasus Dago
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kasus pemalakan di kawasan Dago, Bandung, yang viral di media sosial dan meminta pemberantasan praktik premanisme di wilayah tersebut.
  • Dedi memastikan pelaku telah diamankan Polsek Coblong serta menegaskan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan tanpa melakukan tindakan pemalakan terhadap siapa pun.
  • Kapolsek Coblong mengungkap pelaku beraksi dalam pengaruh miras dan uang hasil pemalakan rencananya digunakan untuk membeli minuman, sementara korban belum membuat laporan resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
akhir pekan lalu

Aksi pemalakan terhadap pengendara berplat B terjadi di Jalan Ir. H. Djuanda Gang Dago Timur, Bandung, saat Bobotoh merayakan kemenangan Persib.

Senin (1/6/2026)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi kasus pemalakan di Dago dan menyatakan telah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar. Ia menegaskan pelaku sudah diamankan oleh Polsek Coblong dan mengimbau masyarakat tidak melakukan premanisme.

kini

Pelaku masih dimintai keterangan di Polsek Coblong dan berstatus sebagai terperiksa. Polisi memastikan penyelidikan terus berjalan untuk menuntaskan kasus tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Terjadi aksi pemalakan terhadap pengendara berpelat B di kawasan Dago, Kota Bandung, yang kemudian viral di media sosial dan memicu imbauan pemberantasan premanisme dari Gubernur Jawa Barat.
  • Who?
    Aksi dilakukan oleh seorang pelaku yang kini diamankan Polsek Coblong. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Kapolsek Coblong Kompol Riki Erickson memberikan keterangan terkait penanganan kasus ini.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di Jalan Ir. H. Djuanda Gang Dago Timur, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat.
  • When?
    Kejadian berlangsung akhir pekan lalu saat perayaan kemenangan Persib Bandung. Pernyataan resmi disampaikan pada Senin, 1 Juni 2026.
  • Why?
    Berdasarkan keterangan polisi, pelaku melakukan pemalakan dalam keadaan dipengaruhi minuman keras dan berniat menggunakan uang hasilnya untuk membeli minuman kembali.
  • How?
    Aksi terekam video dan menyebar di media sosial. Polisi bergerak cepat mengamankan pelaku untuk diperiksa di Polsek Coblong sementara korban belum membuat laporan resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang di Bandung yang minta uang ke pengendara waktu orang-orang senang karena tim bola Persib menang. Orang itu ditangkap polisi karena perbuatannya tidak baik. Pak Dedi, Gubernur Jawa Barat, bilang jangan jadi preman dan jangan memalak orang lain. Sekarang polisi masih tanya-tanya pelaku supaya tahu kenapa dia melakukannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tindakan cepat pemerintah dan kepolisian dalam menangani kasus pemalakan di Dago menunjukkan komitmen kuat menjaga ketertiban dan rasa aman masyarakat. Pernyataan tegas Gubernur Dedi Mulyadi memperlihatkan kepedulian terhadap citra positif Jawa Barat, sekaligus mendorong warga untuk mencari rezeki secara halal dan menjauhi perilaku yang merugikan orang lain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut angkat bicara mengenai adanya pemalakan kepada pengendara plat B di Jalan Ir. H. Djuanda Gang Dago Timur, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Aksi tersebut terjadi saat Bobotoh merayakan juaranya Persib akhir pekan lalu.

Pemalakan oleh oknum tersebut pun terekam dalam video kemudian viral di media sosial. Dedi mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aksi pemalakan maupun premanisme yang dapat meresahkan warga dan merusak citra Jawa Barat.

"Saya sampaikan mengenai kasus pemalakan premanisme di Kota Bandung di Dago, saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar," ujar Dedi, Senin (1/6/2026).

1. Warga Jabar diperingatkan agar tidak nekat melakukan pemalakan

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dedi memastikan, pelaku telah diamankan oleh aparat kepolisian dan saat ini tengah menjalani proses penanganan di Polsek Coblong. Dia menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh melakukan tindakan pemalakan terhadap siapa pun, baik warga Jawa Barat maupun masyarakat dari luar daerah yang datang berkunjung.

"Dan seluruh warga Jawa Barat, jangan coba-coba melakukan pemalakan premanisme pada siapapun. Baik warga Jabar maupun luar warga Jabar yang berkunjung ke Jawa Barat," tegasnya.

2. Pemprov Jabar tidak segan-segan menindak pelaku premanisme

Dedi Mulyadi saat kunjungan ke museum penjajahan Batutulis. IDN Times / Linna Susanti

Dedi menilai praktik premanisme tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga mengurangi rasa aman dan nyaman masyarakat. Karena itu, pemerintah bersama aparat penegak hukum akan terus melakukan penindakan agar kejadian serupa tidak terulang.

"Saya sampaikan, kita tidak akan segan-segan untuk memproses hukum agar kebiasaan buruk ini segera dihentikan," ujarnya.

Dedi juga mengajak masyarakat untuk mencari penghasilan melalui pekerjaan yang baik dan halal, bukan dengan cara-cara yang merugikan orang lain.

"Berusahalah dengan baik, masih terbuka cari rezeki yang halal dengan kerja keras. Dibanding bergaya preman, mengganggu ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan orang," katanya.

3. Dedi Mulyadi ucapkan terima kasih ke pihak kepolisian

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menunggangi kuda putih saat Kirab Budaya Tatar Sunda di Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Pada kesempatan itu, Dedi turut mengapresiasi jajaran kepolisian yang bergerak cepat menangani laporan masyarakat terkait aksi pemalakan tersebut.

"Saya ucapkan terima kasih pada Polsek Coblong, kemudian Polrestabes Bandung yang telah menangani masalah ini dengan cepat," kata dia.

Kapolsek Coblong, Kompol Riki Erickson, memastikan pelaku sudah ditangkap. Kini, pelaku masih dimintai keterangan dan masih berstatus sebagai terperiksa.

"Pelaku sudah kita amankan, jadi sudah kita amankan di Polsek Coblong dan sekarang sudah dilakukan penyelidikan," kata dia.

Riki menambahkan, pelaku melakukan aksinya dalam pengaruh minuman keras (miras). Uang hasil memalak juga rencananya akan digunakan oleh pelaku untuk membeli miras.

Belum diketahui nominal uang yang diberikan oleh korban kepada pelaku. Sebab, korban belum membuat laporan resmi ke polisi dan dimintai keterangan.

"Motifnya, jadi pada saat euforia tersebut mereka melakukan minum-minum bersama. Sehingga pada saat itu mungkin kekurangan uang atau bagaimana, mereka meminta uang untuk beli minuman lagi," ucap dia.

Editorial Team

Related Article