Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dedi Mulyadi Minta Kepala Daerah Beri Pekerjaan Eks Korban TPPO di NTT
Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi tiba di Sikka. (Dok Istimewa)
  • Dedi Mulyadi memulangkan 12 warga Jabar korban dugaan TPPO dari NTT ke Jakarta, sebelum akhirnya mereka mendapat pendampingan dari Polda Jabar dan DP3AKB Jabar.
  • Pemprov Jabar bersama kepala daerah akan menyiapkan program agar para korban bisa memperoleh pekerjaan setelah kembali ke daerah asal masing-masing.
  • Dedi menanggung seluruh biaya pemulangan dengan dana pribadi, sambil memastikan proses hukum terhadap kasus TPPO tetap berjalan dan didukung penuh oleh Pemprov Jabar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dedi Mulyadi meminta para kepala daerah di Jawa Barat menyiapkan pekerjaan bagi 12 warga yang menjadi korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) setelah mereka dipulangkan dari Nusa Tenggara Timur.
  • Who?
    Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat, 12 korban asal Purwakarta dan Cianjur, serta aparat Polda Jabar dan DP3AKB Jabar yang memberikan pendampingan.
  • Where?
    Peristiwa berlangsung di Sikka, Maumere, Nusa Tenggara Timur; para korban kini berada di Labuan Bajo dan akan dipulangkan ke Jawa Barat melalui Jakarta.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Selasa, 24 Februari 2026. Pemulangan korban dijadwalkan pada Rabu, 25 Februari 2026.
  • Why?
    Tindakan dilakukan atas dasar kemanusiaan untuk memastikan para korban TPPO mendapatkan haknya serta kesempatan bekerja kembali setelah proses hukum berjalan.
  • How?
    Pemprov Jabar menyusun kerangka kerja bersama kepala daerah, memberikan pendampingan melalui Polda Jabar dan DP3AKB, serta membiayai pemulangan menggunakan dana pribadi gubernur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Sebanyak 12 warga Jawa Barat yang menjadi korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Sikka, Maumere, Nusa Tenggara Timur kini sudah berada di labuan Bajo. Mereka akan diberangkatkan ke Jakarta pada Rabu (25/2/2026) besok.

Setelah itu, para korban akan terlebih dahulu diberikan pendampingan oleh Direktorat PPA dan PPO Polda Jabar dan DP3AKB Jabar. Artinya, korban tidak langsung begitu saja dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

"Korban tidak akan langsung dipulangkan ke rumah masing-masing, namun akan diberikan pendampingan terlebih dahulu. Tapi kami susun terlebih dahulu kerangka kerja bersama para kepala daerah yang warganya menjadi korban TPPO," kata Dedi dalam keterangan resmi, Selasa (24/2/2026).

1. Para korban harus mendapatkan kerja kembali di kampung halamannya

Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi tiba di Sikka. (Dok Istimewa)

Pemprov Jabar bersama para kepala daerah yang bersangkutan akan merancang upaya agar para korban TPPO ini bisa mendapatkan pekerjaan usai kembali ke rumah masing-masing. Adapun para korban ini diketahui ada yang berasal dari Kabupaten Purwakarta, dan Cianjur.

"Dalam pemikiran saya, baiknya mereka langsung mendapatkan kembali pekerjaan," katanya.

Dedi Mulyadi memastikan dan menjamin pihaknya mengedepankan pada proses hukum dan pendampingan yang berjalan sebelum bicara urusan utang piutang yang ditagihkan pihak hiburan malam tempat para korban bekerja.

"Itu sebetulnya bisa kamu atasi. Tapi jangan bicara dulu soal utang piutang, sebelum pemeriksaan terkait hak-hak para korban ini mendapatkan kejelasan. Apakah selama bekerja di sana mereka memperoleh hak yang dijanjikan, dan sudah dibayarkan?" katanya.

2. Penjemputan ke Sikka karena kemanusiaan bukan menghilangkan fakta hukum

Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi tiba di Sikka. (Dok Istimewa)

Dedi menaruh perhatian serius pada urusan kemanusiaan yang menimpa warga Jabar tersebut, oleh karenanya Dedi mengklaim seluruh biaya kepulangan dan pegangan ditanggung menggunakan uang pribadinya.

"Saya membiayai kepulangan 12 orang korban ini, termasuk memberikan biaya operasional atau pegangan saat mereka pulang ke rumah masing-masing nanti. Semuanya dari gubernur," kata dia.

Kepala Diskominfo Jabar Adi Komar menambahkan, berangkatnya gubernur ke Sikka untuk menjemput para korban dilakukan karena mengedepankan sisi kemanusiaan. Pihaknya memastikan proses pemulangan para korban tidak dalam rangka menghindari proses hukum yang berjalan.

"Pak KDM (Dedi Mulyadi) ke Sikka itu memperhatikan sisi kemanusiaan, tanpa mengurangi dan menghalangi proses hukum. Proses hukum sudah berjalan dan akan didukung, sejauh ini Polres Sikka sudah menetapkan dua tersangka," katanya.

3. Proses hukum dipastikan tetap berjalan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno

Gubernur berinisiatif memulangkan 12 korban ke Jawa Barat karena memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi kemanusiaan. Terlebih sudah satu bulan mereka berada di safe house Tim Relawan Kemanusiaan Untuk Flores (TRUK-F) yang dipimpin Biarawati Suster Fransiska Imakulata.

"Karena sudah sebulan mereka berada di penampungan, dan mempertimbangkan alasan kemanusiaan, maka KDM berinisiatif memulangkan para korban ke Jabar dengan memakai dana pribadi Pak Gubernur," tuturnya.

Adi memastikan gubernur dan Pemprov Jabar akan tetap mendukung proses hukum yang saat ini sudah berjalan.

"Apabila ke depan diperlukan untuk kepentingan pemeriksaan sebagai saksi, maka akan diberangkatkan lagi ke sana dengan biaya ditanggung gubernur. Ini sebagai bentuk penghormatan pada proses dan penegakan hukum yang berjalan," kata dia.

Editorial Team