Dedi Mulyadi Disindir Wakil Gubernur Kalbar Soal Infrastruktur Jalan

- Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, menyindir Dedi Mulyadi soal kemampuan membangun jalan dengan APBD Rp6 triliun dan menantangnya menyelesaikan persoalan infrastruktur di Kalbar.
- Dedi Mulyadi menanggapi santai sindiran tersebut, menegaskan tidak bermaksud membandingkan pembangunan Jawa Barat dengan daerah lain serta menghargai tantangan yang diberikan Krisantus.
- Dedi menjelaskan fokus pembangunan Jabar 2026 mencakup perbaikan jalan provinsi dan kabupaten/kota, penanganan banjir, serta program listrik dan penerangan umum dengan total anggaran triliunan rupiah.
Bandung, IDN Times - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan turut menantang sekaligus memberikan sindiran terhadap Dedi Mulyadi mengenai pembangunan infrastruktur jalan dengan APBD Rp6 triliun. Sindiran ini pun rerekam dan menyebar luas di sosial media.
Dalam video itu Krisantus menyampaikan, dengan APBD yang hanya Rp6 triliun pemerintah sulit membangun jalan yang baik, sekalipun gubernurnya Dedi Mulyadi. Dia memastikan akan berlutut jika Gubernur Jabar tersebut bisa menyelesaikan persoalan-persoalan jalan di Kalbar yang anggarannya minim itu.
Merespons sindiran ini, Dedi turut menanggapi santai pernyataan Krisantus tersebut. Dia mengatakan, selama bekerja sebagai gubernur tidak pernah berniat membandingkan pembangunan di Jabar dengan daerah lain.
"Mohon maaf saya selama ini melaksanakan kegiatan pembangunan di Jawa Barat tidak ada maksud untuk diperbandingkan dengan daerah lain," ujar Dedi, Sabtu (11/4/2026).
1. Dedi menyadari kemampuan fiskal Kalbar terbatas

Dedi pun enggan memberikan komentar terlalu banyak karena menurutnya setiap daerah memang memiliki tantangan yang berbeda-beda, tidak bisa dibandingkan antara Provinsi Jawa Barat atau pun Provinsi Kalimantan Barat.
Meski begitu, Dedi turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Krisantus yang telah memberikan tantangan serta sindiran tersebut.
"Buat Bapak Wakil Gubernur Kalimantan Barat Saya mengucapkan terima kasih atas tantangannya," katanya.
"Kami juga memahami setiap daerah punya tantangannya sendiri-sendiri dan persoalan fiskal kami juga memahami betapa beratnya daerah-daerah dengan luas yang seluas Kalimantan Barat dengan keterbatasan fiskal," ucap Dedi.
2. Dana bagi hasil diharapkan bisa merata ke daerah-daerah

Lebih lanjut, Dedi turut meminta maaf jika apa yang dilakukan di Jawa Barat dianggap menyinggung daerah lain. Namun tujuannya adalah untuk melayani masyarakat, bukan untuk dibandingkan.
"Saya juga mohon maaf apabila apa yang dilakukan di Jawa Barat menyinggung daerah lain," tuturnya.
Dedi pun mengajak semua daerah untuk tetap fokus bekerja dan saling mendukung. Menurutnya, kerja sama lebih penting daripada saling membandingkan.
"Semoga kami bisa bersama-sama untuk terus melayani masyarakat dengan baik dan semoga ke depan daerah-daerah tumbuh kemampuan fiskalnya sehingga dana bagi hasilnya bisa mengalir ke daerah," ujarnya.
3. Jabar menargetkan kemantapan jalan capai 90 persen

Sebelumnya Dedi menegaskan bahwa fokus pembangunan Jawa Barat pada 2026 diarahkan pada penyelesaian infrastruktur dasar, terutama perbaikan jalan provinsi dan jalan kabupaten/kota.
Dia menyebut Pemerintah Provinsi Jabar menargetkan tingkat kemantapan jalan mencapai di atas 90 persen, bahkan diharapkan bisa menembus 95 persen, dengan alokasi anggaran sebesar Rp4,8 triliun.
Penanganan banjir turut menjadi perhatian melalui pembangunan infrastruktur daerah aliran sungai. Pemerintah provinsi juga menyiapkan anggaran untuk penyelesaian program listrik bagi masyarakat miskin senilai Rp78 miliar serta pembangunan penerangan jalan umum sebesar Rp473 miliar.
Dedi menegaskan bahwa seluruh agenda tersebut menjadi kerangka prioritas pembangunan tahun 2026.

















