Suasana SPMB SMKN 1 Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Saat disinggung jumlah pasti berapa murid yang akan dapat bantuan tersebut, Dedi mengatakan angka pastinya akan keluar setelah selesai SPMB tahap dua di Juli mendatang. Namun menurutnya, angka penerima program ini tidak akan jauh berbeda di kisaran 70 hingga 80 ribu murid.
Sementara, Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS) Jawa Barat sebelumnya sempat pertanyakan sumber anggaran program ini. Mereka mendapatkan informasi anggaran untuk SSK ini belum ada di APBD murni 2026.
"Nah, yang jadi pertanyaannya adalah sekarang apakah anggaran untuk SSK ini sudah dianggarkan atau belum? Setahu saya bahwa di dalam APBD murni, berdasarkan informasi dari DPRD Provinsi Jawa Barat, yang dianggarkan itu hanya baru beasiswa siswa miskin dari keluarga ekonomi tidak mampu (KETM)," kata Ketua FKSS SMA Jabar, Ade Hendriana.
Selain itu, masih berdasarkan informasi yang dia terima, bantuan biaya pendidikan sebesar Rp2.700.000,- persiswa pertahun juga tidak akan dibayarkan sepenuhnya pada tahun ini, melainkan dicicil dengan skema dua kali pembayaran.
"Dari Rp2.700.000 itu berdasarkan informasi bahwa ini akan dibayarkan setengahnya dulu, artinya 50% di tahun ini, di tahun 2026, sisanya di tahun berikutnya," katanya.
Ia pun berharap, ditengah ketidak pastian anggaran ini, hal tersebut tidak akan berdampak terhadap pelaksanaan program SKK. Dan Ade berharap, pemerintah tidak mengganggu anggaran beasiswa bagi siswa miskin.
"Tentunya saya berharap nanti jangan sampai anggaran untuk beasiswa yang tidak mampu ini digunakan untuk anggaran SSK. Itu tentunya akan berdampak kepada siswa-siswa atau peserta didik yang nantinya akan menerima beasiswa tersebut," katanya.
"Ya mudah-mudahan nanti saya minta kepada DPRD Provinsi Jawa Barat untuk mengawasi dan mengawal anggaran dari pada untuk SSK ini, jadi terpisah. Ada anggaran untuk SSK dan anggaran untuk beasiswa tetap ada," sambungnya.