Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dari Kampus, Mahasiswa Didorong Bangun Budaya Berkendara Aman
Dok.Istimewa
  • Program Drive Your Future Phase 2 memperluas edukasi keselamatan berkendara dari pelajar ke mahasiswa di Bandung, Garut, dan Purwakarta melalui sesi pembelajaran serta diskusi mobilitas bertanggung jawab.
  • inDrive Student Ambassador memberi peluang mahasiswa menjadi penggerak kampanye keselamatan di kampus dan komunitas, meski mekanisme, jumlah duta, serta indikator keberhasilan belum dijelaskan.
  • Rangkaian program di Jawa Barat telah berakhir dan pengembangan ke kota lain dijajaki, dengan kebutuhan evaluasi terukur terhadap peserta, aktivitas duta, pemahaman, dan kebiasaan berkendara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Program Drive Your Future mengajak mahasiswa di Bandung, Garut, dan Purwakarta belajar berkendara dengan aman. inDrive juga membuat program Student Ambassador. Mahasiswa bisa mengingatkan teman-temannya supaya hati-hati di jalan. Kegiatannya sudah selesai, tapi inDrive ingin melihat kemungkinan membuat kegiatan seperti ini di kota lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Melibatkan kampus dan mahasiswa dalam edukasi keselamatan berkendara membuka ruang pembelajaran yang dekat dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari. Antusiasme peserta serta dukungan perguruan tinggi menunjukkan adanya kesiapan untuk membangun kesadaran bersama, sementara peran duta mahasiswa berpotensi membuat pesan berkendara bertanggung jawab lebih mudah menjangkau teman sebaya dan komunitas kampus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times – Kampus menjadi salah satu ruang yang dapat dimanfaatkan untuk menanamkan kesadaran keselamatan berkendara kepada generasi muda. Melalui edukasi dan keterlibatan mahasiswa, kebiasaan berkendara yang aman diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan individu, tetapi juga tumbuh sebagai budaya di lingkungan kampus.

Upaya tersebut dilakukan melalui program Drive Your Future Phase 2 yang menyasar mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi di Jawa Barat. Program ini menjangkau Bandung, Garut, hingga Purwakarta, dengan memperluas sasaran edukasi yang sebelumnya ditujukan kepada pelajar SMA/SMK.

Selain memberikan pembekalan mengenai keselamatan berkendara, program ini memperkenalkan inDrive Student Ambassador. Inisiatif tersebut membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk ikut menyebarkan pesan keselamatan berkendara kepada teman sebaya dan komunitas di sekitarnya.

1. Edukasi keselamatan berkendara diperluas ke lingkungan kampus

Dok.Istimewa

Mahasiswa menjadi sasaran edukasi keselamatan berkendara karena berada dalam fase kehidupan dengan kebutuhan mobilitas yang semakin beragam. Aktivitas perkuliahan, organisasi, hingga kegiatan di luar kampus membuat kesadaran terhadap keselamatan menjadi aspek penting dalam keseharian mereka.

Program Drive Your Future Phase 2 merupakan kelanjutan dari fase sebelumnya yang menyasar pelajar SMA/SMK. Pada fase kedua, edukasi diperluas ke perguruan tinggi melalui kegiatan di Telkom University dan Universitas Padjadjaran di Bandung, Universitas Garut, serta STT Wastukancana di Purwakarta.

Selama kegiatan, mahasiswa diajak mengikuti sesi edukasi dan berdiskusi mengenai keselamatan berkendara serta pentingnya mobilitas yang bertanggung jawab.

Country Manager inDrive Indonesia, Rio Aristo, mengatakan antusiasme mahasiswa dan dukungan perguruan tinggi menjadi salah satu hal yang diperhatikan selama pelaksanaan program.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme mahasiswa dan dukungan dari setiap perguruan tinggi yang menjadi bagian dari Drive Your Future Phase 2. Dari Bandung, Garut, hingga Purwakarta, kami melihat bahwa mahasiswa tidak hanya terbuka terhadap edukasi mengenai keselamatan berkendara, tetapi juga memiliki keinginan untuk mengambil peran dan membawa pesan tersebut ke lingkungan mereka. Bagi kami, respons ini menjadi bukti bahwa kolaborasi dengan generasi muda dapat menjadi langkah penting dalam membangun budaya berkendara yang lebih aman dan bertanggung jawab,” kata Rio dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times, Rabu(14/10/2026).

Keterlibatan kampus dalam edukasi semacam ini membuka ruang untuk membicarakan keselamatan berkendara lebih dekat dengan kehidupan mahasiswa. Namun, upaya membangun budaya aman tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Konsistensi penerapan kebiasaan berkendara yang bertanggung jawab dan keberlanjutan edukasi juga menjadi bagian penting dari proses tersebut.

2. Mahasiswa berpeluang menjadi penggerak kampanye keselamatan

Dok.Istimewa

Salah satu inisiatif yang diperkenalkan dalam program ini adalah inDrive Student Ambassador. Melalui program tersebut, mahasiswa berkesempatan mengambil peran lebih aktif dalam menyebarkan pesan keselamatan berkendara di lingkungan kampus.

Pendekatan ini menempatkan mahasiswa tidak hanya sebagai penerima materi edukasi, tetapi juga sebagai pihak yang dapat membantu meneruskan pesan kepada teman sebaya. Lingkungan pertemanan dan komunitas kampus menjadi ruang yang potensial untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya berkendara dengan aman.

Meski demikian, efektivitas pendekatan tersebut bergantung pada keberlanjutan keterlibatan mahasiswa setelah kegiatan edukasi selesai. Informasi mengenai jumlah duta yang direkrut, mekanisme pelaksanaan, serta indikator keberhasilan program belum dijelaskan dalam siaran pers.

Karena itu, pengembangan program perlu diikuti dengan evaluasi yang dapat menunjukkan sejauh mana mahasiswa terlibat dalam kampanye keselamatan dan bagaimana pesan tersebut diterapkan dalam keseharian mereka.

3. Bangun budaya berkendara yang berkelanjutan

Dok.Istimewa

Rangkaian Drive Your Future Phase 2 di Jawa Barat telah berakhir. Namun, pengalaman pelaksanaan di Bandung, Garut, dan Purwakarta disebut menjadi bahan pertimbangan untuk menjajaki pengembangan inisiatif serupa di kota lain.

Rio mengatakan respons selama pelaksanaan program mendorong perusahaan untuk melihat kemungkinan memperluas jangkauan edukasi keselamatan berkendara.

“Kami melihat Drive Your Future sebagai sebuah perjalanan yang dapat terus berkembang. Respons positif yang kami terima di setiap kota memberikan motivasi bagi kami untuk mengeksplorasi kemungkinan menghadirkan inisiatif serupa di kota-kota lain di Indonesia. Tentunya, kami akan terus melihat kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah agar program yang kami hadirkan dapat memberikan manfaat yang relevan bagi masyarakat setempat,” ujar Rio.

Menurut Rio, edukasi keselamatan merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem mobilitas yang lebih aman dan bertanggung jawab. Keterlibatan generasi muda dipandang penting agar pesan keselamatan tidak hanya berhenti pada materi yang diterima selama kegiatan, tetapi juga dapat diteruskan ke lingkungan yang lebih luas.

Meski demikian, perluasan program ke lebih banyak kota perlu diikuti dengan evaluasi hasil yang terukur. Jumlah peserta, keberlanjutan aktivitas para duta mahasiswa, serta perubahan pemahaman dan kebiasaan berkendara dapat menjadi indikator untuk menilai efektivitas edukasi.

Dengan pendekatan yang berkelanjutan, kampus berpeluang menjadi salah satu ruang untuk menanamkan kesadaran keselamatan berkendara sejak dini. Tantangannya adalah memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh mahasiswa benar-benar diterapkan dalam perilaku sehari-hari, sehingga budaya berkendara aman tidak hanya menjadi pesan kampanye, tetapi juga kebiasaan bersama.

Curated For You

Editorial Team

Related Article