Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dari Budaya Sunda hingga Ekonomi Digital, Bekal Mahasiswa Baru Ekuitas
(Dok.Istimewa)
  • Universitas Ekuitas Indonesia menggelar kuliah perdana mahasiswa baru 2026 di Bandung, membekali mereka dengan perspektif kepemimpinan, budaya, dan ekonomi digital menjelang dunia kerja 2030.
  • Sekda Jabar Herman Suryatman menekankan filosofi Sunda untuk memahami lingkungan, memandang masa depan luas, dan berpijak pada potensi daerah saat mengambil peran pembangunan.
  • bank bjb menyoroti peluang digitalisasi bagi UMKM, ekonomi kreatif, dan inklusi keuangan; kampus juga menyiapkan mahasiswa menghadapi perubahan bisnis serta memperluas kolaborasi dengan Perumnas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mahasiswa baru Universitas Ekuitas di Bandung mulai kuliah tahun 2026. Mereka diajak belajar budaya Sunda, jadi pemimpin, dan memakai teknologi digital. Herman Suryatman dan Nunung Suhartini memberi pesan. Kampus ingin mereka siap bekerja pada 2030. Sekarang kampus juga bekerja sama dengan Perumnas dan merayakan ulang tahun ke-24.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Universitas Ekuitas Indonesia menempatkan mahasiswa baru sebagai pelaku penting dalam perubahan, dengan bekal yang menghubungkan nilai budaya Sunda, kepemimpinan, dan peluang ekonomi digital. Pendekatan ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk memahami akar daerah sambil mengembangkan inovasi, diperkuat oleh perhatian kampus pada kualitas pendidikan dan jejaring kolaborasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Mahasiswa yang memulai kuliah pada 2026 diproyeksikan akan memasuki dunia kerja pada 2030, saat perkembangan teknologi, ekonomi digital, dan kebutuhan kompetensi diperkirakan jauh berbeda dibanding hari ini. Karena itu, Universitas Ekuitas Indonesia memilih membekali mahasiswa barunya tidak hanya dengan pengenalan kampus, tetapi juga perspektif tentang kepemimpinan, budaya, dan transformasi ekonomi.

Pesan tersebut mengemuka dalam Kuliah Umum sekaligus Kuliah Perdana Mahasiswa Baru Angkatan 2026 Universitas Ekuitas Indonesia yang digelar di Bandung, Senin (14/9/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-24 Universitas Ekuitas Indonesia itu menghadirkan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman dan Direktur Utama bank bjb yang diwakili Direktur Komersial dan Ritel bank bjb Nunung Suhartini sebagai narasumber utama.

Melalui dua perspektif berbeda, mahasiswa diajak memahami pentingnya membangun karakter kepemimpinan yang berakar pada nilai budaya sekaligus memanfaatkan peluang yang lahir dari perkembangan ekonomi digital.

1. Aak mahasiswa membangun masa depan melalui nilai budaya Sunda

(Dok.Istimewa)

Mewakili Gubernur Jawa Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengajak mahasiswa untuk melihat masa depan bukan sebagai sesuatu yang harus dihadapi, melainkan sesuatu yang harus dibangun bersama.

Dalam materi bertajuk "Budaya Sunda, Kepemimpinan, dan Generasi Muda untuk Jawa Barat Berdampak", Herman menekankan pentingnya kemampuan memahami lingkungan, membaca perubahan, serta memiliki keberanian mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Pesan tersebut dirangkum melalui tiga filosofi yang menjadi bagian penting dalam pemaparannya, yakni Jurus Nerus Bumi, Jurus Ngapak Mega, dan Jurus Napak Sancang. Ketiga filosofi tersebut merefleksikan pentingnya memahami akar dan kondisi lingkungan, memiliki pandangan luas terhadap masa depan, sekaligus tetap berpijak pada realitas dan potensi daerah saat mengambil keputusan.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi generasi yang mampu mengikuti perubahan, tetapi juga menjadi bagian dari pihak yang menentukan arah perubahan itu sendiri.

2. bank bjb soroti peluang ekonomi digital dan peran generasi muda

Ilustrasi generasi muda (pixels.com/Norma Mortenson)

Perspektif berbeda disampaikan Direktur Utama bank bjb yang diwakili Direktur Komersial dan Ritel bank bjb, Nunung Suhartini. Dalam materi bertajuk "Ti Lembur ka Digital: Peran Perbankan dalam Menggerakkan Ekonomi dan Potensi Jawa Barat", ia menjelaskan bagaimana perkembangan teknologi dan layanan keuangan digital membuka peluang baru bagi masyarakat.

Pembahasan tidak hanya menyoroti sektor perbankan, tetapi juga penguatan UMKM, ekonomi kreatif, inklusi keuangan, serta digitalisasi yang kini menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Mahasiswa baru diajak melihat bahwa teknologi bukan sekadar alat yang digunakan, melainkan instrumen yang dapat menciptakan nilai ekonomi baru. Karena itu, generasi muda didorong untuk mampu memanfaatkan perkembangan digital sebagai peluang untuk berinovasi, membangun usaha, hingga menciptakan lapangan kerja.

Melalui materi tersebut, mahasiswa juga diperkenalkan pada peran sektor perbankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang lebih inklusif.

3. Mahasiswa baru jadi bagian penting masa depan Ekuitas

Menumbuhkan Rasa Bangga pada Generasi Muda

Rektor Universitas Ekuitas Indonesia Prof. Dr. R. Arief Helmi mengatakan mahasiswa baru Angkatan 2026 memiliki posisi penting dalam perjalanan kampus yang pada 6 September lalu genap berusia 24 tahun.

Ia bahkan menyebut kehadiran mahasiswa baru sebagai "kado terbaik" bagi Universitas Ekuitas Indonesia pada momentum Dies Natalis tahun ini.

Menurut Arief, mahasiswa yang hari ini memulai perkuliahan akan menjadi lulusan pada 2030. Karena itu, kampus memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan mereka agar mampu menghadapi perubahan di bidang bisnis, keuangan, perbankan, dan sistem informasi digital.

"Kita bertumbuh bersama," kata Arief.

Ia menegaskan kemajuan kampus dan keberhasilan mahasiswa merupakan satu perjalanan yang saling berkaitan. Karena itu, Universitas Ekuitas Indonesia terus mendorong penguatan kualitas pendidikan agar berkembang sebagai perguruan tinggi swasta unggulan di bidang bisnis, keuangan, perbankan, dan sistem informasi digital di Jawa Barat.

Pada kesempatan yang sama, Universitas Ekuitas Indonesia juga memperkuat jejaring kolaborasi melalui kerja sama baru dengan Perumnas sebagai bagian dari upaya memperluas sinergi dengan berbagai mitra strategis. Rangkaian Dies Natalis ke-24 kampus tersebut turut ditandai dengan prosesi potong tumpeng yang dihadiri para pendiri Ekuitas, pengurus Yayasan Kesejahteraan Pegawai bank bjb, senat universitas, serta sejumlah mitra strategis kampus.

Editorial Team

Related Article