Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dapur MBG Libur, Harga Ayam, Telur, hingga Jeruk di Bandung Turun
Harga Ayam, Telur, hingga Jeruk di Bandung Turun Usai MBG Diliburkan. IDN Times/Debbie SUtrisno
  • Program makan bergizi gratis (MBG) yang libur saat sekolah membuat suplai ayam, telur, dan buah melimpah di Bandung, sehingga harga bahan pangan tersebut turun cukup signifikan.
  • Penurunan harga bahan pokok ini disambut positif oleh pedagang dan ibu rumah tangga karena biaya belanja menurun serta harga jual makanan bisa lebih terjangkau.
  • BPS mencatat inflasi Jawa Barat Juni 2026 sebesar 0,28% bulanan dan 3,08% tahunan, lebih rendah dari nasional berkat turunnya harga komoditas seperti ayam dan telur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Sejumlah bahan pangan yang selama ini digunakan untuk program makan bergizi gratis (MBG) seperti ayam, telur, dan buah-buahan perlahan mengalami penurunan harga. Kondisi tersebut disinyalir karena MBG diliburkan saat libur sekolah sehingga suplai dari para petani maupun peternak melimpah.

Kondisi ini terasa di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Senin (6/7/2026). Adi, salah satu pedagang ayam potong menutukan bahwa harga ayam yang mayoritas dikonsumsi masyarakat sekarang harganya Rp35 ribu per kilogram (kg).

"Biasanya ini Rp38 ribu dan susah turun, malah kadang naik. Sekarang lumayan lah penurunannya," kata Adi.

Selain ayam potong utuh, penurunan harga paling terasa pada ayam fillet di mana awalnya saat ada MBG mencapai Rp50 ribu per kg, sedangkan sekarang menjadi Rp45 ribu per kg.

1. Stok melimpah

Harga Ayam, Telur, hingga Jeruk di Bandung Turun Usai MBG Diliburkan. IDN Times/Debbie SUtrisno

Sementara itu, harga telur ayam juga menurun di mana sebelumya bisa mencapai Rp28 ribu per kg sekarang berada di kisaran Rp23 ribu hingga Rp24 ribu per kg.

Harga yang turun cukup dalam juga terasa pada buah-buahan khususnya jeruk yang memang lebih sering digunakan untuk MBG.

Rohandi, salah satu pedagang buah di Pasar Kosambi menyebut bahwa harga jeruk sekarang turun dari Rp35 ribu per kg sekarang hanya Rp25 ribu per kg. Penurunan ini juga dikarenakan stok yang melimpah di pasar utama seperti Pasar Caringin sedangkan permintaannya menurun.

"Turunnya banyak sih ini. Kalau yang suka beli buah ma mereka senang," paparnya.

2. Ibu rumah tangga lebih sumringah

Harga Ayam, Telur, hingga Jeruk di Bandung Turun Usai MBG Diliburkan. IDN Times/Debbie SUtrisno

Eni, salah satu konsumen di Pasar Kosambi menuturkan bahwa penurunan harga ini menjadi hal baik untuk para ibu rumah tangga yang selama ini mempersiapkan makan untuk keluarga. Sebab, untuk menyediakan makanan sehat dengan adanya protein dari daging sempat dipusingkan karena harga ayam atau telur tinggi ketika adanya program MBG.

"Enakan sekarang lebih murah. Kalau pas MBG kan tidak semua anak juga dapat, tapi yang kena kita semua yang ke pasar," ungkap Eni.

Hal senada disampaikan Tria yang berjualan ayam goreng. Selama ini dia membeli ke pasar untuk bahan baku dan kesulitan mendapatkan harga yang murah. Ketika harga bahan baku mahal maka harga jual pun harus ditingkatkan.

"Sekarang kalau lebih murah kita juga enak jualnya bisa lebih terjangkau," kata dia.

3. Berdampak pada angka inflasi

Harga Ayam, Telur, hingga Jeruk di Bandung Turun Usai MBG Diliburkan. IDN Times/Debbie SUtrisno

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Barat pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,28% (month-to-month). Secara tahunan, inflasi Provinsi Jawa Barat tercatat sebesar 3,08% (year-on-year). Realisasi inflasi Jawa Barat tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,44% (mtm) atau 3,34% (yoy) dan merupakan capaian inflasi bulanan yang paling rendah di wilayah Jawa.

Realisasi inflasi Jawa Barat yang tetap terkendali dan berada di rentang sasaran merupakan hasil nyata efektivitas sinergi dari seluruh pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan strategi 4K secara komprehensif.

Secara bulanan, inflasi disumbang oleh sejumlah komoditas, yaitu bensin (0,21%), bawang merah (0,03%), bawang putih (0,02%), beras (0,01%), dan tomat (0,01%). Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh sejumlah komoditas yang memberikan andil deflasi, diantaranya daging ayam ras (-0,07%), telur ayam ras (-0,03%), cabai rawit (-0,02%), ikan mas (-0,01%), dan cabai merah (-0,01%).

Inflasi Juni 2026 terjadi di seluruh kabupaten/kota sampel IHK di Jawa Barat, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Depok sebesar 0,42% (mtm), sementara inflasi terendah terjadi di Kota Tasikmalaya sebesar 0,03% (mtm).

Curated For You

Editorial Team

Related Article