Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cirebon Diserbu 44 Ribu Wisatawan Selama Libur Lebaran
Pantai Kejawanan (twitter.com/rahardi_b)
  • Selama libur Lebaran 2026, Cirebon mencatat 44.895 wisatawan dengan tingkat kunjungan yang stabil dan tinggi dibanding tahun sebelumnya menurut Disbudpar Kota Cirebon.
  • Wisata Bahari Kejawanan menjadi destinasi paling ramai dengan 37.343 pengunjung, didukung akses mudah, harga terjangkau, dan cuaca bersahabat sepanjang periode libur.
  • Festival cahaya di Gua Sunyaragi dijadwalkan 27 Maret–3 Mei 2026 untuk memperpanjang masa kunjungan serta mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang datang ke Cirebon waktu libur Lebaran. Katanya ada lebih dari empat puluh ribu orang jalan-jalan ke tempat wisata. Yang paling ramai di pantai Kejawanan, karena lautnya cantik dan murah. Ada juga yang pergi lihat keraton dan gua. Sekarang ada festival cahaya, jadi orang masih terus datang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Cirebon, IDN Times - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon mencatat sebanyak 44.895 wisatawan mengunjungi berbagai destinasi unggulan selama periode libur Lebaran 2026 yang berlangsung pada 16–25 Maret.

Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, menyebutkan tingkat kunjungan tahun ini masih berada pada kategori tinggi dan stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menilai, daya tarik wisata sejarah, budaya, dan wisata bahari menjadi faktor utama yang menjaga arus kunjungan tetap kuat.

“Secara umum, tingkat kunjungan wisatawan selama libur Lebaran tahun ini masih tinggi,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Data Disbudpar menunjukkan, arus wisata tersebar di enam destinasi utama, dengan kontribusi terbesar berasal dari wisata bahari yang mengalami lonjakan signifikan.

1. Dominasi Wisata Bahari Kejawanan

Pantai Kejawanan (instagram.com/innnraaa)

Dari seluruh destinasi yang tercatat, kawasan Wisata Bahari Kejawanan menjadi lokasi paling ramai dikunjungi. Tercatat sekitar 37.343 wisatawan datang ke kawasan tersebut selama periode libur Lebaran, menjadikannya penyumbang terbesar dari total kunjungan di Kota Cirebon.

Agus menyebutkan, tingginya minat masyarakat terhadap Wisata Bahari Kejawanan tidak lepas dari akses yang mudah, harga terjangkau, serta daya tarik panorama laut yang menjadi favorit keluarga saat libur panjang.

Lonjakan kunjungan di lokasi ini juga mendominasi puncak arus wisata yang terjadi pada 22 Maret, ketika total kunjungan harian menembus angka belasan ribu pengunjung di berbagai titik wisata.

"Selain wisata bahari, faktor cuaca yang relatif bersahabat selama periode libur turut mendukung meningkatnya mobilitas wisatawan di kawasan pesisir Kota Cirebon," ujar Agus.

2. Penyebaran keraton dan wisata budaya

ilustrasi pantai My Khe di Da Nang Vietnam (pexels.com/Duy Nod)

Selain wisata bahari, destinasi berbasis sejarah dan budaya juga tetap menjadi magnet wisatawan. Tiga keraton utama di Kota Cirebon mencatat jumlah kunjungan yang cukup signifikan, terutama dari wisatawan yang ingin mengenal sejarah dan budaya lokal.

Keraton Kasepuhan mencatat 3.021 kunjungan, terdiri dari 3.009 wisatawan domestik dan 12 wisatawan mancanegara. Sementara itu, Keraton Kacirebonan menerima 449 kunjungan, dan Keraton Kanoman juga menjadi salah satu titik penting wisata sejarah di kota ini.

Tak hanya keraton, destinasi budaya lainnya seperti Gua Sunyaragi turut menyumbang 2.191 kunjungan. Sementara itu, Cirebon Waterland mencatat 1.846 pengunjung yang didominasi oleh keluarga dan wisatawan lokal yang mencari rekreasi air.

"Pola kunjungan ini menunjukkan wisata budaya dan rekreasi keluarga tetap memiliki daya tarik kuat di tengah dominasi wisata bahari," kata Agus.

3. Festival cahaya dorong optimisme wisata

ilustrasi pantai (pexels.com/Fabian Wiktor)

Agus mengatakan, tren kunjungan wisata masih berpotensi meningkat hingga akhir periode libur Lebaran. Salah satu faktor pendorongnya adalah agenda wisata lanjutan yang digelar di kawasan Gua Sunyaragi, yakni festival cahaya yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Maret hingga 3 Mei 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperpanjang masa kunjungan wisatawan, sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di sektor pariwisata daerah.

“Kami optimistis dengan adanya agenda wisata lanjutan, kunjungan ke destinasi wisata di Kota Cirebon bisa meningkat lebih signifikan,” katanya.

Editorial Team