Cerita Ortu di Sukabumi Antre Sejak Subuh Demi Dapat Antrean Daftar SD

- Ratusan orang tua di Sukabumi rela antre sejak pukul 04.00 pagi demi mendaftarkan anak ke SDN Cipta Bina Mandiri Suryakencana yang jadi favorit.
- Para orang tua menggunakan barang pribadi seperti botol minum dan helm motor sebagai penanda antrean agar tidak diserobot saat beristirahat.
- Kepanikan muncul karena sekolah membatasi hanya 100 pendaftar per hari, meski total kuota mencapai 400 siswa baru selama periode pendaftaran.
Sukabumi, IDN Times - Memasuki musim pendaftaran sekolah baru, perjuangan para orang tua demi masa depan anak memang tidak main-main. Di Kota Sukabumi, Jawa Barat, ratusan emak-emak dan para ayah rela menerjang dinginnya angin subuh demi mendaftarkan anaknya ke Sekolah Dasar (SD) favorit.
Tidak tanggung-tanggung, antrean panjang bahkan sudah mengular di depan pintu gerbang sekolah sejak pukul 04.00 WIB pagi. Padahal, pintu pendaftaran baru resmi dibuka beberapa jam setelahnya. Rasa cemas takut tidak mendapatkan kuota pendaftaran harian jadi alasan utama aksi nekat ini.
1. Antre pakai botol minum hingga helm motor

Ada pemandangan yang sukses bikin geleng-geleng kepala di depan gerbang Sekolah Dasar Negeri Cipta Bina Mandiri (SDN CBM) Suryakencana ini. Agar posisi antreannya tidak diserobot orang lain saat mereka beristirahat, para orang tua punya trik kreatif.
Bukan orangnya yang berdiri berjam-jam, melainkan barang-barang pribadi yang berjejer rapi di atas aspal. Mulai dari botol minum (tumbler), buku, tas berkas, hingga helm motor tampak berbaris rapi sebagai penanda urutan saf antrean.
2. Pengakuan orang tua yang belajar dari pengalaman hari pertama

Aksi berburu nomor antrean sejak dini hari ini bukan tanpa sebab. Fitria, salah satu calon orang tua murid, mengaku terpaksa datang subuh karena kapok dengan kejadian di hari pertama pendaftaran.
"Pengalaman hari pertama gak kebagian nomor. Jadi hari kedua ini nyobain subuh, ternyata jam 4 sudah ada yang antre. Saya datang jam setengah lima sore (subuh). Karena sekolah ini memang favorit, jadi orang tahu kualitas anak dijamin di sini," ungkap Fitria, Selasa (23/6/2026).
Hal serupa juga dirasakan oleh Sandi Saepul Bakri. Berangkat pukul 04.25 WIB, ia sukses mengamankan nomor antrean kedelapan berkat botol minumnya. Dia menurutkan, pada hari sebelumnya sempat datang pukul 7 pagi namun langsung gigit jari karena kuota harian sudah penuh.
3. Sekolah batasi kuota 100 pendaftar per hari

Kepanikan para orang tua ini dipicu karena adanya kebijakan pembatasan dari pihak panitia pendaftaran. Untuk menjaga ketertiban, SDN CBM Suryakencana memang membatasi jumlah pendaftar maksimal 100 orang saja per harinya.
Sistem pendaftaran sendiri dijadwalkan buka dari pukul 07.30 WIB sampai pukul 12.00 WIB siang. Namun karena antusiasme warga Sukabumi yang sangat tinggi terhadap sekolah negeri, aturan jam buka tersebut seolah tidak berlaku bagi para pemburu kursi sekolah dasar ini.
Menanggapi hebohnya 'antrean subuh' ini, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SDN CBM Suryakencana, Yucke Lasmara, angkat bicara. Pihaknya mengaku terkejut dan menyebut fenomena tersebut murni karena kekhawatiran berlebih dari orang tua. Pihak sekolah sendiri hanya menyediakan 144 kuota bagi siswa baru.
"Ini di luar dugaan kami. Sebetulnya waktu pendaftaran kami cukup panjang dari Senin sampai Jumat dengan total kuota keseluruhan mencapai 400 pendaftar. Jadi ini murni karena keresahan dan ketakutan para calon orang tua siswa saja yang takut gak kebagian nomor," kata Yucke.

















