Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cegah Bunuh Diri, Pemkot Bandung Perketat Pengawasan di Pasupati

Cegah Bunuh Diri, Pemkot Bandung Perketat Pengawasan di Pasupati
Kontrol Dokter Psikolog
Intinya Sih
  • Pemkot Bandung memperketat patroli di Jembatan Pasupati bersama aparat kecamatan, kepolisian, dan TNI setelah meningkatnya percobaan bunuh diri yang terjadi hampir setiap pekan.
  • Pemerintah mengkaji pemasangan CCTV serta sistem pengaman tambahan di Jembatan Pasupati dengan koordinasi Balai Besar Jalan dan Kementerian PUPR untuk meningkatkan keselamatan publik.
  • Layanan kesehatan mental diperluas melalui kehadiran psikolog klinis di puskesmas guna membantu masyarakat dan melatih guru BK mendeteksi dini tekanan mental pada pelajar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat langkah pencegahan bunuh diri di kawasan Jembatan Pasupati. Selain patroli rutin, pemerintah juga menyiapkan layanan kesehatan mental hingga kajian pemasangan sistem pengaman di jembatan tersebut.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, fenomena percobaan bunuh diri di Pasupati menjadi perhatian serius karena hampir setiap pekan terjadi kejadian serupa.

“Kita melihat ini sebagai persoalan serius. Hampir setiap minggu ada saja orang yang mencoba bunuh diri di Bandung, khususnya di Jembatan Pasupati,” ujar Farhan melalui siaran pers dikutip, Rabu (11/3/2026).

1. Sudah apa upaya yang bisa digagalkan

Ilustrasi Jembatan Layang Pasupati (Unsplash.com/Hani Fildzah)
Ilustrasi Jembatan Layang Pasupati (Unsplash.com/Hani Fildzah)

Pemkot Bandung melalui Forkopimcam Bandung Wetan melakukan patroli rutin di kawasan Pasupati. Patroli ini melibatkan unsur kecamatan, kepolisian, TNI, hingga aparat kewilayahan.

Camat Bandung Wetan Rizka Aryani mengatakan, patroli sudah berjalan sekitar dua pekan terakhir. Dalam periode itu, tercatat lima percobaan bunuh diri di kawasan Pasupati.

“Dua pekan berjalan sudah lima kali kejadian. Yang terekspos di media sosial mungkin hanya tiga, tapi sebenarnya lebih dari itu,” kata Rizka, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, beberapa kejadian berhasil digagalkan karena petugas patroli maupun warga yang kebetulan melintas di lokasi.

2. Kajian pemasangan CCTV hingga pengaman jembatan

IMG-20260111-WA0044.jpg
Bobotoh rayakan kemenangan Persib di Jembatan Pasupati, Minggu (11/1/2026). IDN Times/Debbie Sutrisno

Selain patroli, Pemkot Bandung juga mengkaji penguatan sistem pengamanan di Jembatan Pasupati. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah pemasangan CCTV untuk meningkatkan pengawasan.

Namun Farhan mengatakan, berbagai opsi pengamanan masih harus dikaji secara teknis karena Pasupati merupakan infrastruktur milik pemerintah pusat.

“Kalau pengamannya ditinggikan pun bisa saja dipanjat. Memasang jaring juga tidak sederhana karena harus cukup kuat menahan orang,” ujarnya.

Pemkot juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Jalan dan Kementerian PUPR untuk membahas kemungkinan pemasangan ram besi atau sistem pengaman tambahan di jembatan tersebut.

3. Perluasan layanan kesehatan mental di puskesmas

ilustrasi terapi dengan psikiater (pexels.com/AlexGreen)
ilustrasi terapi dengan psikiater (pexels.com/AlexGreen)

Di sisi lain, Pemkot Bandung juga menyiapkan pendekatan pencegahan melalui layanan kesehatan mental. Salah satunya dengan menghadirkan psikolog klinis di puskesmas.

Program ini merupakan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan agar masyarakat bisa mengakses layanan psikologis di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Selain melayani masyarakat, para psikolog juga akan melatih guru bimbingan konseling (BK) agar mampu mendeteksi lebih awal siswa yang mengalami tekanan mental.

Berdasarkan survei yang dimiliki Pemkot Bandung, sekitar 75 ribu pelajar di Kota Bandung dari tingkat SD hingga SMA mengalami stres ringan hingga depresi berat.

Farhan menilai, tindakan bunuh diri umumnya tidak terjadi secara spontan. Kebanyakan kasus muncul setelah seseorang mengalami depresi dalam waktu lama, sehingga penanganan sejak dini menjadi sangat penting.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More