Seorang wisatawan sedang mengambil foto di Vinicunca. (commons.wikimedia.org/Christian Morales Callo)
Selain itu, perkembangan teknologi dan kemudahan akses transportasi juga turut mempengaruhi pola menginap tamu. Aris menambahkan keberadaan penerbangan murah dan transportasi yang lebih efisien memungkinkan wisatawan untuk merencanakan perjalanan dengan lebih fleksibel.
Dengan adanya opsi transportasi yang lebih cepat dan terjangkau, wisatawan tidak perlu menginap dalam jangka waktu lama. Mereka bisa melakukan perjalanan singkat dan kembali ke tempat asal dengan mudah," ujarnya.
Mengenai perbedaan signifikan antara rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik, Aris menjelaskan tamu asing biasanya memiliki agenda perjalanan yang lebih panjang dan komprehensif.
"Wisatawan mancanegara seringkali datang dengan tujuan mengeksplorasi budaya, sejarah, dan destinasi lokal secara mendalam. Mereka cenderung menghabiskan waktu lebih lama untuk memahami dan menikmati pengalaman baru di Kota Cirebon," katanya.
Di sisi lain, wisatawan domestik lebih sering melakukan perjalanan singkat untuk keperluan bisnis atau liburan akhir pekan.
Untuk mengatasi penurunan rata-rata lama menginap tamu, Aris menyarankan agar pelaku industri pariwisata di Kota Cirebon dapat mengembangkan strategi yang lebih inovatif. Salah satu langkah yang bisa diambil adalah menawarkan paket wisata yang lebih komprehensif dan menarik.
Paket tersebut dapat mencakup berbagai aktivitas dan destinasi wisata yang memungkinkan tamu untuk menghabiskan waktu lebih lama di kota ini.
"Dengan menawarkan paket wisata yang lengkap, mulai dari kunjungan ke situs budaya, kuliner khas, hingga aktivitas outdoor, wisatawan akan merasa lebih tertarik untuk menginap lebih lama," jelas Aris.