ilustrasi industri pelabuhan (pexels.com/Wolfgang Weiser)
Karena itu, Mukti menilai program pelatihan vokasi memiliki peran strategis dalam menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan anak muda. Melalui pendekatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK), Project Based Learning (PBL), serta On The Job Training (OJT) atau magang industri, peserta dapat memperoleh pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, peluang lulusan vokasi untuk terserap ke dunia kerja cukup besar apabila pelatihan dilakukan bersama industri. Selain mendapatkan pengalaman kerja nyata, peserta juga memiliki kesempatan membangun jaringan profesional yang dapat membuka peluang rekrutmen setelah pelatihan selesai.
Tidak hanya itu, Mukti menambahkan bahwa kompetensi yang diperoleh melalui pelatihan vokasi juga dapat menjadi modal bagi peserta untuk membangun usaha mandiri. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, lulusan vokasi dapat berkembang menjadi tenaga kerja terampil sekaligus pelaku usaha yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Ia berharap kerja sama antara BBPVP Bandung dan berbagai mitra industri tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan semata. Menurutnya, industri perlu dilibatkan sejak penyusunan kurikulum, penyediaan mentor, pelaksanaan magang, sertifikasi kompetensi, hingga proses rekrutmen lulusan agar tercipta sistem vokasi yang berkelanjutan.
"Melalui kerja sama ini, HIPMI Kota Bandung siap menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Kami ingin memastikan peserta pelatihan tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga mendapatkan akses magang, peluang kerja, mentoring, hingga pendampingan kewirausahaan. Dengan demikian akan lahir talenta-talenta muda yang siap bekerja, berwirausaha, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Bandung," kata dia.