Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bukan Soal Ijazah, HIPMI Bandung: Industri Cari Talenta Siap Kerja
ilustrasi industri, perkotaan di China (pexels.com/ainc T)
  • Mukti Widodo dari HIPMI Bandung menegaskan industri kini lebih mencari talenta siap kerja dengan kompetensi nyata, bukan sekadar ijazah atau latar pendidikan formal.
  • Perusahaan menuntut kemampuan teknis, digital, komunikasi, problem solving, serta karakter seperti disiplin dan adaptif agar tenaga kerja bisa langsung berkontribusi sejak hari pertama.
  • Program pelatihan vokasi dinilai strategis untuk mencetak SDM terampil melalui magang dan kolaborasi industri, sekaligus membuka peluang kerja dan kewirausahaan bagi generasi muda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
22 Juni 2026

Mukti Widodo menghadiri Pembukaan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 dan penandatanganan kerja sama antara BBPVP Bandung dengan mitra industri di Aula Salakanagara BBPVP Bandung. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya kompetensi dibanding sekadar ijazah dalam dunia kerja.

kini

HIPMI Kota Bandung menilai industri lebih mencari talenta siap kerja dengan kemampuan teknis, digital, dan karakter kuat. Program pelatihan vokasi terus didorong agar lulusan memiliki pengalaman praktik serta peluang magang dan kewirausahaan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pembukaan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 dan penandatanganan kerja sama antara BBPVP Bandung dengan mitra industri, yang menekankan pentingnya kompetensi kerja dibanding sekadar ijazah.
  • Who?
    Sekretaris Umum BPC HIPMI Kota Bandung, Mukti Widodo, bersama pihak BBPVP Bandung dan sejumlah mitra industri yang terlibat dalam program pelatihan vokasi tersebut.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Aula Salakanagara Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Jawa Barat.
  • When?
    Acara dilaksanakan pada Senin, 22 Juni 2026, bertepatan dengan pembukaan batch kedua program pelatihan vokasi nasional.
  • Why?
    Kegiatan ini digelar untuk menjawab kebutuhan industri terhadap tenaga kerja siap pakai dengan kompetensi tinggi serta mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia usaha.
  • How?
    Melalui pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi, project based learning, dan magang industri yang melibatkan langsung mitra perusahaan dalam penyusunan kurikulum hingga rekrutmen peserta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hari itu Pak Mukti dari HIPMI Bandung bilang kalau perusahaan sekarang mau cari orang yang bisa kerja langsung, bukan cuma punya ijazah. Katanya orang harus punya banyak kemampuan seperti pakai komputer, ngomong baik, dan kerja sama teman. Sekarang ada pelatihan di Bandung biar anak muda bisa belajar dan siap kerja atau bikin usaha sendiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Mukti Widodo mencerminkan arah positif dunia kerja yang semakin menghargai kemampuan nyata dan kemitraan strategis antara pendidikan vokasi dan industri. Melalui pelatihan berbasis kompetensi, magang, serta keterlibatan langsung perusahaan, peluang bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman praktis, membangun jaringan profesional, dan bahkan merintis usaha mandiri menjadi semakin terbuka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Sekretaris Umum BPC HIPMI Kota Bandung, Mukti Widodo menilai dunia usaha masih membutuhkan tenaga kerja baru di tengah berbagai tantangan ekonomi yang terjadi saat ini. Namun, menurutnya, kebutuhan tersebut kini diiringi dengan tuntutan kompetensi yang semakin tinggi dan spesifik sesuai perkembangan industri.

Hal itu disampaikan Mukti usai menghadiri Pembukaan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung dengan mitra industri di Aula Salakanagara BBPVP Bandung, Senin (22/6/2026).

"Yang berubah bukan kebutuhan tenaga kerjanya, melainkan kualifikasi yang dibutuhkan. Saat ini perusahaan lebih selektif dan mencari talenta yang produktif, adaptif, serta mampu memberikan nilai tambah sejak awal bekerja," ujar Mukti.

1. Kompetensi seseorang dapat nilai lebih

ilustrasi industri, pekerja di China, manufaktur (pexels.com/Pexels User)

Menurut dia, kompetensi yang paling banyak dicari saat ini tidak hanya kemampuan teknis sesuai bidang pekerjaan, tetapi juga keterampilan digital, komunikasi, problem solving, kerja tim, dan manajemen proyek.

Selain itu, aspek sikap dan karakter seperti disiplin, integritas, kemauan belajar, serta kemampuan beradaptasi juga menjadi faktor penting dalam proses rekrutmen.

Mukti menilai kompetensi kini memiliki peran yang semakin dominan dibanding sekadar kepemilikan ijazah.

2. Banyak perusahaan melihat dari portofolio

ilustrasi industri, pameran teknologi di China (pexels.com/Peter Xie)

Dia menjelaskan, ijazah tetap penting sebagai bukti pendidikan formal, namun industri saat ini lebih membutuhkan kemampuan nyata yang dapat langsung diterapkan di lingkungan kerja.

"Banyak perusahaan mulai mengutamakan bukti kemampuan melalui portofolio, sertifikasi kompetensi, pengalaman magang, maupun hasil proyek yang pernah dikerjakan. Industri membutuhkan SDM yang siap bekerja dan mampu memberikan kontribusi sejak hari pertama," katanya.

Di sisi lain, Mukti mengakui masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan dunia usaha dengan kemampuan sebagian pencari kerja. Menurutnya, banyak lulusan memiliki pengetahuan dasar yang cukup, tetapi belum memiliki pengalaman praktik, pemahaman budaya kerja, kemampuan komunikasi, serta keterampilan pemecahan masalah yang dibutuhkan industri.

"Kita perlu mendorong lahirnya SDM yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan solusi, berinovasi, dan terus meningkatkan kompetensinya sesuai perkembangan zaman," ujarnya.

3. Peluang lulusan vokasi memiliki peluang besar di dunia kerja

ilustrasi industri pelabuhan (pexels.com/Wolfgang Weiser)

Karena itu, Mukti menilai program pelatihan vokasi memiliki peran strategis dalam menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan anak muda. Melalui pendekatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK), Project Based Learning (PBL), serta On The Job Training (OJT) atau magang industri, peserta dapat memperoleh pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, peluang lulusan vokasi untuk terserap ke dunia kerja cukup besar apabila pelatihan dilakukan bersama industri. Selain mendapatkan pengalaman kerja nyata, peserta juga memiliki kesempatan membangun jaringan profesional yang dapat membuka peluang rekrutmen setelah pelatihan selesai.

Tidak hanya itu, Mukti menambahkan bahwa kompetensi yang diperoleh melalui pelatihan vokasi juga dapat menjadi modal bagi peserta untuk membangun usaha mandiri. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, lulusan vokasi dapat berkembang menjadi tenaga kerja terampil sekaligus pelaku usaha yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Ia berharap kerja sama antara BBPVP Bandung dan berbagai mitra industri tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan semata. Menurutnya, industri perlu dilibatkan sejak penyusunan kurikulum, penyediaan mentor, pelaksanaan magang, sertifikasi kompetensi, hingga proses rekrutmen lulusan agar tercipta sistem vokasi yang berkelanjutan.

"Melalui kerja sama ini, HIPMI Kota Bandung siap menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Kami ingin memastikan peserta pelatihan tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga mendapatkan akses magang, peluang kerja, mentoring, hingga pendampingan kewirausahaan. Dengan demikian akan lahir talenta-talenta muda yang siap bekerja, berwirausaha, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Bandung," kata dia.

Editorial Team

Related Article