Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda (Google Map)
Sementara, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Suaidi Ahadi mengatakan, fenomena ini bisa jadi dipicu oleh adanya aktivitas gas metana yang ada di wilayah Bandung Raya.
"Ada literatur yang menjawab bahwa aktivitas Skyquake tadi ya mungkin adanya aktivitas gas metana yang ada di Danau Purba. Nah ini yang menjadi suatu pertanyaan mungkin nanti teman-teman geologi, Badan Geologi bisa melakukan penelitian ini," ujar Suaidi.
Analisa Suaidi ini didasari dengan wilayah Bandung Raya yang merupakan area bekas danau purba. Sehingga, BMKG Stasiun Geofisika Bandung menduga penyebab gempa bumi langit ini dari adanya aktivitas gas metana tersebut.
"Kita ketahui bersama bahwa Kota Bandung dan sekitarnya itu di atas Danau Purba ya, Danau Bandung. Jadi ini yang menjadi kecurigaan kita memang dari segi fenomena alam yang diamati oleh BMKG tidak menunjukkan aktivitas aneh atau yang menjadi anomali berakibat dari dentuman tersebut," jelasnya.
Jika mengacu pada dugaan dari aktivitas erupsi Gunung Berapi Anak Krakatau, Suaidi berpendapat, jarak antara Bandung Raya dengan lokasi erupsi tersebut tergolong jauh. Apabila hal tersebut terjadi, secara hitungan yang paling merasakan adalah warga di Wimbledon Banten dan sekitarnya.
"Aktivitas vulkanik yang ada di Krakatau yang kebetulan bersamaan pada jam tertentu tersebut itu artinya tidak memiliki efek dentuman langit atau yang kita sebut dengan skyquake," ucapnya.