Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Basarnas Tutup Operasi SAR di Pasirlangu, Ada 83 Korban yang Ditemukan

WhatsApp Image 2026-02-06 at 6.31.24 PM.jpeg
Pencarian Korban Longsor Pasirlangu Tetap Berlanjut Meski Tanggap Darurat Berakhir. Dok Sar Bandung
Intinya sih...
  • Pencarian korban terkendala cuaca dan medan longsoran yang labil
  • 20 jiwa masih belum ditemukan meskipun operasi resmi ditutup
  • Apresiasi untuk seluruh unsur SAR Gabungan yang terlibat dalam operasi selama 22 hari
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung Barat, IDN Times - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi menutup Operasi SAR bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, setelah berlangsung selama 22 hari. Penutupan operasi dilakukan melalui apel resmi yang di pimpin oleh SAR Mission Coordinator (SMC), yaitu kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, serta dihadiri unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, serta perwakilan keluarga korban.

Keputusan tersebut diambil setelah seluruh upaya pencarian dan evaluasi teknis dilaksanakan secara maksimal oleh Tim SAR gabungan. Menurutnya Ade, perwakilan Basarnas melalui SMC Bandung menyampaikan bahwa selama 22 hari pelaksanaan operasi, tim berhasil mengevakuasi 101 bodypack, dengan 83 korban telah berhasil diidentifikasi melalui proses Disaster Victim Identification (DVI).

“Seluruh proses pencarian dilakukan dengan mengedepankan profesionalisme, kehati-hatian, dan penghormatan terhadap para korban. Ini adalah operasi kemanusiaan yang kami jalankan sepenuh hati,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

1. Pencarian korban kerap terkendala cuaca

WhatsApp Image 2026-02-06 at 6.31.34 PM.jpeg
Pencarian Korban Longsor Pasirlangu Tetap Berlanjut Meski Tanggap Darurat Berakhir. Dok Sar Bandung

Sejak hari pertama, operasi dilaksanakan dalam kondisi yang tidak mudah. Medan longsoran yang labil, cuaca yang berubah-ubah, serta potensi longsor susulan menjadi tantangan tersendiri bagi personel di lapangan.

Meski demikian, unsur SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, tim DVI, relawan, dan masyarakat setempat tetap bekerja tanpa henti. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam pelaksanaan operasi. Setiap proses evakuasi dilakukan sesuai prosedur keselamatan dan standar operasional, guna memastikan keamanan personel sekaligus menjaga martabat para korban.

Ade menyampaikan Basarnas belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban serta permohonan maaf apabila selama pelaksanaan operasi terdapat hal-hal yang belum sepenuhnya memenuhi harapan.

“Kami memahami bahwa tidak ada kata yang mampu menggantikan kehilangan. Namun kami memastikan bahwa setiap upaya telah dilakukan secara maksimal,” kata Ade.

2. Masih ada 20 jiwa belum ditemukan

WhatsApp Image 2026-01-28 at 9.51.55 AM.jpeg
Pencarian korban longsor di Desa Pasirlangun, Cisarua, Bandung Barat. Dok SAR Bandung

Hingga operasi resmi ditutup, masih terdapat 20 jiwa yang belum berhasil ditemukan. Keputusan penghentian operasi diambil melalui evaluasi menyeluruh dengan mempertimbangkan aspek teknis, efektivitas pencarian, serta keselamatan personel.

Basarnas menegaskan bahwa penutupan operasi bukan berarti berhentinya kepedulian.

“Penutupan ini adalah batas formal fase tanggap darurat pencarian. Namun komitmen kemanusiaan dan empati kami kepada keluarga korban tidak pernah berhenti.”

3. Apresiasi untuk seluruh unsur SAR Gabungan

WhatsApp Image 2026-02-06 at 6.31.34 PM.jpeg
Pencarian Korban Longsor Pasirlangu Tetap Berlanjut Meski Tanggap Darurat Berakhir. Dok Sar Bandung

Basarnas juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi selama 22 hari tersebut.

Sinergi antara aparat TNI, Polri, relawan, organisasi kemanusiaan, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi cerminan solidaritas dalam menghadapi bencana.

“Di lokasi ini, kita melihat kemanusiaan melampaui sekat institusi dan seragam. Semua hadir dengan satu tujuan: menyelamatkan dan memuliakan sesama manusia.”

Dia menyebut bahwa peristiwa longsor Pasirlangu menjadi pengingat penting akan urgensi mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Basarnas berharap tragedi ini menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola risiko, edukasi kebencanaan, serta budaya sadar bencana di masyarakat.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Survei: 77 Persen Orang Indonesia Perkirakan Tetap Bekerja Saat Pensiun

13 Feb 2026, 17:55 WIBNews