Banjir-Longsor Terjadi di Jabar Selama Februari, 6.966 Warga Terdampak

- Pola bencana masih didominasi bencana hidrometeorologi
- Banjir dipicu meluapnya sungai dan drainase
- Longsor terjadi di daerah perbukitan dengan tanah labil
- Ribuan warga terdampak dan ratusan mengungsi
- 6.966 jiwa terdampak, 160 warga mengungsi
- 2.233 rumah terendam air, 3 orang meninggal dunia
- Fasilitas umum hingga lahan ikut terdampak
- 7 rumah ibadah, 5 fasilitas pendidikan, dan 1 fasilit
Bandung, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat sedikitnya 21 kejadian bencana terjadi sepanjang awal Februari 2026. Bencana hidrometeorologi masih mendominasi, terutama banjir dan tanah longsor, seiring tingginya intensitas hujan di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data dari BPBD Jabar yang dihimpun hingga 13 Februari 2026, banjir menjadi kejadian paling banyak dengan 13 peristiwa, disusul tanah longsor sebanyak tujuh kejadian, serta satu kejadian cuaca ekstrem. Sementara bencana lain seperti kekeringan, kebakaran lahan, gempa bumi, tsunami, dan erupsi gunung api tidak tercatat terjadi. Selain jumlah kejadian, bencana juga tersebar di berbagai wilayah dengan 42 titik terdampak pada level kecamatan.
1. Pola bencana masih didominasi bencana hidrometeorologi

Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar, Hadi Rahmat, mengatakan bahwa terdapat pola bencana di Jawa Barat masih didominasi bencana hidrometeorologi saat musim hujan. Banjir paling banyak dipicu meluapnya sungai dan drainase yang tak mampu menampung debit air, sedangkan longsor terjadi di daerah perbukitan dengan kondisi tanah labil.
"Daerah yang tercatat mengalami kejadian antara lain Kabupaten Ciamis, Bandung, Bogor, Karawang, Sukabumi, Cirebon, Garut, hingga Cianjur," kata dia, Jumat (13/2/2026).
2. Ribuan warga terdampak dan ratusan mengungsi

Dari seluruh kejadian tersebut, BPBD mencatat 6.966 jiwa terdampak. Selain itu terdapat 160 warga mengungsi untuk menghindari risiko bencana susulan.
Bencana juga menyebabkan 2.233 rumah terendam air. Dampak lain yang dicatat yakni satu orang masih dalam pencarian dan tiga orang meninggal dunia.
Kerusakan bangunan turut terjadi dengan rincian:
Rusak berat: 7 unit
Rusak sedang: 20 unit
Rusak ringan: 28 unit
3. Fasilitas umum hingga lahan ikut terdampak

Tak hanya permukiman, fasilitas umum juga terdampak bencana. BPBD mencatat:
7 rumah ibadah terdampak
5 fasilitas pendidikan terdampak
1 fasilitas kesehatan terdampak
Selain itu, sekitar 10 hektare lahan ikut terkena dampak bencana, terutama akibat banjir dan longsor.
BPBD Jawa Barat mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan lereng perbukitan, karena potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
















