Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bandara Husein Bidik Rute Internasional Oktober, Singapura Prioritas
(Dok.Humas Bandung)
  • Pemkot Bandung menargetkan penerbangan internasional Bandara Husein Sastranegara beroperasi pada Oktober 2026, setelah perizinan dan persetujuan otoritas penerbangan internasional rampung.
  • Singapura dan Malaysia menjadi tujuan awal paling memungkinkan karena permintaannya tinggi; Wali Kota Muhammad Farhan juga menginginkan rute ke Phuket dan Thailand Selatan.
  • Reaktivasi bandara berjalan lewat rute domestik Lampung-Palembang serta rencana operasi Garuda Indonesia dan Citilink mulai 14 Agustus, sementara infrastruktur dinilai siap dan tinggal disempurnakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bandara Husein di Bandung mau membuka pesawat ke negara lain pada Oktober 2026. Pak Wali Kota Muhammad Farhan bilang tujuan pertama mungkin Singapura dan Malaysia. Sekarang masih menunggu izin. Pesawat ke Lampung dan Palembang sudah jalan. Garuda Indonesia dan Citilink juga akan mulai terbang dari sana pada 14 Agustus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Reaktivasi Bandara Husein menunjukkan pemulihan konektivitas Bandung yang berlangsung bertahap dan terukur. Rute domestik lintas pulau yang telah berjalan, rencana operasi Garuda Indonesia dan Citilink, serta kesiapan infrastruktur memberi landasan positif bagi target pembukaan rute Singapura dan Malaysia, sambil memperluas pilihan mobilitas bagi masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times – Setelah kembali melayani penerbangan lintas pulau, Kota Bandung kini bersiap membuka lagi pintu langsung menuju luar negeri. Pemerintah Kota Bandung menargetkan penerbangan internasional dari Bandara Husein Sastranegara mulai beroperasi pada Oktober 2026, dengan Singapura dan Malaysia menjadi dua tujuan yang paling berpeluang dibuka lebih dulu.

Kabar tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam proses reaktivasi Bandara Husein yang dalam beberapa pekan terakhir mulai menunjukkan peningkatan aktivitas penerbangan. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, Bandung akan kembali memiliki konektivitas internasional langsung yang selama ini menjadi salah satu kebutuhan masyarakat, pelaku usaha, hingga sektor pariwisata.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan saat ini pembukaan rute internasional masih menunggu penyelesaian sejumlah proses perizinan dan persetujuan dari otoritas penerbangan terkait.

"Diperkirakan Oktober. Karena masih ada proses perizinan dan persetujuan dari berbagai otoritas penerbangan internasional," kata Farhan.

Menurut dia, kesiapan operasional bandara pada dasarnya sudah tidak menjadi persoalan utama. Tahapan yang kini berjalan lebih banyak berkaitan dengan administrasi dan regulasi sebelum penerbangan internasional dapat kembali dibuka.

1. Singapura dan Malaysia jadi tujuan yang paling realistis

(Dok.Humas Bandung)

Farhan menyebut Singapura dan Malaysia menjadi dua negara yang paling memungkinkan dilayani pada tahap awal pembukaan kembali penerbangan internasional dari Bandara Husein.

Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Sebelum aktivitas penerbangan di Husein mengalami pembatasan, kedua negara merupakan destinasi internasional yang memiliki permintaan tinggi dari Bandung. Selain menjadi tujuan wisata, Singapura dan Malaysia juga menjadi salah satu jalur utama perjalanan bisnis dan pendidikan bagi warga Jawa Barat.

"Yang paling memungkinkan tentu Singapura dan Malaysia," ujarnya.

Meski demikian, Farhan berharap jaringan internasional dari Bandung tidak berhenti di dua negara tersebut. Ia bahkan menginginkan Bandara Husein kembali terhubung dengan sejumlah destinasi wisata di Asia Tenggara yang selama ini banyak diminati wisatawan Indonesia.

"Saya ingin ada juga penerbangan ke Thailand, khususnya Phuket dan Thailand Selatan," katanya.

Keinginan tersebut menunjukkan optimisme bahwa Bandara Husein tidak hanya akan kembali beroperasi seperti sebelumnya, tetapi juga berpeluang memperluas konektivitas Bandung dengan berbagai kota di kawasan regional.

2. Penerbangan luar Jawa sudah mulai berjalan

(Dok.Humas Bandung)

Sebelum melangkah ke pasar internasional, Bandara Husein lebih dulu memperluas layanan domestiknya. Pada 6 dan 7 Agustus lalu, penerbangan menuju Lampung dan Palembang mulai dioperasikan sebagai bagian dari tahapan pengaktifan kembali bandara.

Menurut Farhan, penerbangan tersebut menjadi penanda bahwa Husein kini kembali melayani perjalanan lintas pulau setelah sebelumnya lebih banyak beroperasi untuk rute terbatas.

"Itu artinya sekarang sudah bisa keluar pulau," ujarnya.

Bagi Bandung, pembukaan kembali rute ke luar Jawa memiliki arti penting karena memperluas akses mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan domestik.

Aktivitas penerbangan yang mulai tumbuh juga menjadi indikator bahwa peran Bandara Husein sebagai salah satu gerbang transportasi udara di Jawa Barat perlahan kembali menguat.

3. Garuda dan Citilink masuk, bandara tinggal tahap penyempurnaan

(Dok.Humas Bandung)

Peningkatan aktivitas di Bandara Husein tidak berhenti pada pembukaan rute baru. Farhan mengungkapkan Garuda Indonesia dan Citilink dijadwalkan mulai beroperasi dari Bandara Husein pada 14 Agustus mendatang dengan menggunakan pesawat jet.

Masuknya dua maskapai tersebut menjadi sinyal bahwa kepercayaan terhadap operasional bandara mulai kembali tumbuh. Kehadiran maskapai nasional juga diharapkan mampu memperluas pilihan perjalanan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan frekuensi penerbangan dari Bandung.

Di sisi lain, Farhan memastikan kondisi infrastruktur bandara sudah siap mendukung aktivitas penerbangan yang lebih padat. Saat ini pekerjaan yang masih berlangsung lebih banyak berupa penyempurnaan elemen pendukung seperti penunjuk arah, identitas visual kawasan, hingga berbagai detail operasional lainnya.

"Infrastrukturnya sudah sangat baik. Sekarang tinggal dipoles saja, termasuk penunjuk arah, desain, dan branding," katanya.

Dengan penerbangan lintas pulau yang sudah berjalan dan maskapai nasional mulai kembali beroperasi dari Husein, Oktober akan menjadi tahapan penting berikutnya dalam perjalanan bandara tersebut. Jika seluruh proses perizinan dapat diselesaikan sesuai target, Bandung akan kembali memiliki penerbangan internasional langsung dari pusat kota setelah beberapa tahun terakhir bergantung pada bandara di luar wilayahnya.

Bagi Kota Bandung, momentum itu bukan sekadar soal bertambahnya rute penerbangan. Kembalinya konektivitas internasional akan membuka akses yang lebih mudah bagi wisatawan, pelaku usaha, dan investor untuk datang langsung ke kota ini. Di saat Bandung terus berupaya menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi, keberadaan jalur penerbangan internasional dari Husein bisa menjadi salah satu pintu masuk penting bagi pertumbuhan tersebut.

Editorial Team

Related Article