Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Balada Menghilangnya Tahu-Tempe di Pasaran yang Terus Berulang
Ilustrasi pekerja mengolah kedelai untuk produksi tahu dan tempe (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Bandung, IDN Times - Tahu dan tempe selama ini menjadi makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Tak hanya dimakan secara langsung, tahu dan tempe pun kerap diolah menjadi beragam camilan hingga oleh-oleh.

Di Kota Bandung, salah satu kawasan penghasil tahu dan tempe adalah Cibuntu. Ratusan pengrajin hidup di sini mengolah kacang kedelai menjadi tahu dan tempe. Kekhasan tahu Cibuntu bahkan sudah dikenal hingga ke luar Kota Bandung.

Namun, sejak kemarin para pengrajin sudah melakukan mogok masal. Persoalan melonjakanya harga kedelai yang menjadi bahan baku membuat mereka memiliki istirahat. Selama empat hari hinga 23 Februari, rencananya pengrajin akan berhenti memproduksi tahu dan tempe.

Hal ini bukan terjadi pertama kali. Persoalan mahalnya harga kedelai yang berujung pada mogok produksi pengrajin sudah sering. Terakhir pada Mei 2021, para pengrajin melakukan hal serupa karena harga kedelai melambung sangat tinggi dari harga normal.

1. Sudah tidak ada yang berdagang

Ilustrasi pekerja menyelesaikan produksi tahu (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Eni, salah satu warga di Kelulahan Cinambo menuturkan, tahu dan tempe sudah tidak dijual di dua toko sembako tempatnya berbelanja. Dia juga tidak mendapati penjual tahu yang biasa berkeliling menggunakan sepada motor.

"Kemarin sih udah dapat kabar kalau mulai hari ini tidak ada yang jualan tahu atau tempe. Susah (bahan baku) katanya. Saya juga baca di berita gitu sih," ujar Eni, Senin (21/2/2022).

Tidak adanya tahu dan tempe sangat Eni sayangkan. Padahal dia dan keluarganya minimal seminggu sekali pasti membuat olahan dari bahan ini.

2. Kekosongan juga terjadi di pasar tradisional

Pedagang tahu dan tempe di Pasar Kosambi tidak berjualan. IDN Times/Debbie Sutrisno

Di Pasar Kosambi, Bandung, biasanya konsumen dengan mudah menemukan tahu tempe, hari ini stok tidak ada. Pada pedagang tahu tempe juga serentak meliburkan diri hingga Rabu (23/2). Hanya ada lapak jualannya saja.

Salah satu pedagang di Pasar Kosambi, Adit (23) mengatakan, mulai hari ini pedagang tahu tempe di pasar tidak berjualan. Mereka memutuskan tidak berjualan karena tahu dan tempe yang biasa didagangkan tidak akan disuplai hingga tiga hari ke depan.

"Enggak jualan dari hari ini. Kalau kemarin masih hari terakhir, masih jualan mereka. Hari ini sama sekali kosong," kata Adit.

3. Pemkot sudah minta pengrajin tetap memproduksi tahu-tempe

IDN Times/Debbie Sutrisno

Terkait hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menuturkan sudah ada komunikasi dengan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti) agar para perajin tidak melakukan aksi mogok produksi.

Kopti Kota Bandung disebut sudah mengeluarkan surat imbauan kepada perajin, namun karena surat terbit sore hari, imbauan tersebut tidak bisa dipenuhi karena perajin memutuskan pulang.

"Memang kemarin sore itu sudah ada surat imbauan dari pihak Kopti kepada perajin tahu tempe agar mereka memproduksi lagi tahu tempenya. Tetapi tadi saya tanya ke salah satu perajin tahu tempe, mereka mendapat suratnya itu agak sore, kemudian mereka para perajin sudah keburu pulang, mudik duluan," kata Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Bandung Meiwan Kartiwa di Pasar Kosambi.

Dampaknya, mau tidak mau tahu tempe menghilang di pasaran hingga dua hari ke depan.

"Jadi, kemungkinan besar para perajin tahu itu sekarang tidak memproduksi selama tiga hari," terangnya

Kendati demikian, Meiwan mengira masih ada pedagang tahu tempe yang berjualan karena mereka menyetok barang dari sebelum aksi ini dilakukan.

Sehingga pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak panik, karena di beberapa pasar kemungkinan masih ada yang berjualan tahu tempe.

"Kalau komunitas terus kami lakukan. Imbauannya untuk warga yang membutuhkan, tahu tempe ini masih tersedia di pasaran, kemungkinan besar yang butuh tahu tempe kemarin sudah stok beberapa hari sebelumnya," ujarnya.

Editorial Team

Related Article