Bandung, IDN Times - Tahu dan tempe selama ini menjadi makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Tak hanya dimakan secara langsung, tahu dan tempe pun kerap diolah menjadi beragam camilan hingga oleh-oleh.
Di Kota Bandung, salah satu kawasan penghasil tahu dan tempe adalah Cibuntu. Ratusan pengrajin hidup di sini mengolah kacang kedelai menjadi tahu dan tempe. Kekhasan tahu Cibuntu bahkan sudah dikenal hingga ke luar Kota Bandung.
Namun, sejak kemarin para pengrajin sudah melakukan mogok masal. Persoalan melonjakanya harga kedelai yang menjadi bahan baku membuat mereka memiliki istirahat. Selama empat hari hinga 23 Februari, rencananya pengrajin akan berhenti memproduksi tahu dan tempe.
Hal ini bukan terjadi pertama kali. Persoalan mahalnya harga kedelai yang berujung pada mogok produksi pengrajin sudah sering. Terakhir pada Mei 2021, para pengrajin melakukan hal serupa karena harga kedelai melambung sangat tinggi dari harga normal.
