Bandung, IDN Times - Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, fase erupsi Gunung Berapi Anak Krakatau di Selat Sunda telah resmi berakhir. Aktivitas vulkanik kini telah kembali ke karakter aslinya yaitu fase erupsi Strombolian dengan durasi dan amplitudo letusan yang relatif pendek.
Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, fase erupsi menerus yang sempat berlangsung sejak Rabu, 4 September, telah mereda pada Jumat, 6 September dini hari tepat pukul 00.04 WIB. Saat ini, perilaku Gunung Anak Krakatau kembali pada karakter aslinya letusan Strombolian berdurasi singkat.
"Sekarang sudah kembali kepada fase sesuai karakter Gunung Anak Krakatau, yaitu fase Strombolian. Erupsi terjadi dengan amplitudo yang tidak terlalu luas, tidak terlalu panjang, dan durasi letusannya hanya beberapa detik," kata Lana di Kantor Badan Geologi, Bandung, Selasa (8/9/2026).
