Bandung, IDN Times - Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Yunandar Rukhiadi Eka Perwira mengkritisi program Satu Hektare Buruh Tani Bangkit atau Satu Desa Satu Hektare (STARBAK), yang diinisiasi oleh Penjabat (Pj) Bupati Sumedang Herman Suryatman.
Yunandar mengatakan, produktivitas hasil panen dari satu hektare itu tidak akan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan desa. Setidaknya selama tiga bulan, hingga masuk ke musim panen berikutnya.
"Satu desa, satu hektare itu kurang. Misalnya anggap saja produksinya beras. Satu hektare itu paling menghasilkan 5 ton beras, maksimal. Untuk memenuhi kebutuhan penduduk desanya saja tidak cukup. Minimal selama tiga bulan sampai panen lagi," ujarnya saat dihubungi Rabu (31/1/2024).
