Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Akses Jalan Rusak, Warga Gotong Pasien Sejauh 500 Meter Menuju Ambulans
ilustrasi pasien di rumah sakit (pexels.com/Anna Shvets)
  • Seorang warga bernama Rina Fitri Yulianti di Kampung Cipicung, KBB, terpaksa digotong sejauh 500 meter menuju ambulans karena akses jalan ke rumahnya tidak bisa dilalui kendaraan.
  • Rina baru seminggu pascaoperasi dan harus segera dibawa ke rumah sakit setelah jahitannya terbuka kembali, sementara ambulans hanya bisa menunggu di dekat Stasiun Sasaksaat.
  • Ketua RW menyebut kejadian serupa sering terjadi akibat keterbatasan akses jalan, dan warga telah berulang kali mengusulkan pembukaan jalur agar mobil dapat masuk ke permukiman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
sekitar sepekan lalu

Rina Fitri Yulianti menjalani operasi atas penyakit yang dideritanya.

pekan ini

Rina dijadwalkan menjalani kontrol lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

kemarin pagi

Kesehatan Rina memburuk dan ia terpaksa digotong warga sejauh 500 meter menuju ambulans karena akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan.

Selasa (16/6/2026)

Ketua RW 03 Setiawan mengonfirmasi peristiwa penggotongan pasien dan menjelaskan kondisi akses jalan yang sulit di Kampung Cipicung.

kini

Warga berharap ada solusi pembukaan akses jalan agar ambulans dapat menjangkau permukiman mereka di masa depan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang perempuan sakit bernama Rina Fitri Yulianti digotong warga sejauh sekitar 500 meter menggunakan tandu darurat karena ambulans tidak dapat masuk ke permukiman di Kampung Cipicung, Kabupaten Bandung Barat.
  • Who?
    Rina Fitri Yulianti, warga setempat berusia 39 tahun yang baru menjalani operasi, serta sejumlah warga Kampung Cipicung yang bergotong royong membawanya menuju ambulans.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di Kampung Cipicung, RT 01/03, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Ambulans menunggu di dekat Stasiun Sasaksaat.
  • When?
    Peristiwa terjadi pada Senin pagi dan dikonfirmasi oleh Ketua RW 03 Setiawan pada Selasa, 16 Juni 2026.
  • Why?
    Akses jalan sempit dan belum bisa dilalui kendaraan roda empat menyebabkan ambulans tidak dapat mencapai rumah pasien sehingga harus dibawa secara manual oleh warga.
  • How?
    Warga membuat tandu sederhana dari bambu dan tali tambang untuk mengusung pasien melewati jalan setapak hingga ke lokasi ambulans yang terparkir sekitar 500 meter dari rumahnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada ibu namanya Rina yang sakit dan habis operasi. Jalannya ke rumahnya sempit sekali, jadi mobil ambulans tidak bisa masuk. Banyak warga bantu gotong ibu Rina pakai tandu dari bambu dan tali sejauh jauh sekali sampai ke mobil. Mereka capek tapi tetap bantu supaya ibu Rina bisa cepat dibawa ke rumah sakit lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Peristiwa di Kampung Cipicung menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat ketika menghadapi kesulitan. Meski akses jalan terbatas, warga dengan sigap bekerja sama membuat tandu darurat dari bambu dan tali untuk membantu Rina Fitri Yulianti mencapai ambulans. Tindakan spontan ini mencerminkan kepedulian sosial yang tinggi dan solidaritas yang masih hidup di tengah keterbatasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan cuplikan video yang memperlihatkan seorang perempuan sakit diusung warga menggunakan tandu darurat melewati akses permukiman yang memprihatinkan.

Baru-baru ini diketahui kejadian ini terjadi Kampung Cipicung, RT 01/03, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dalam video viral inj, tampak sejumlah warga bergotong royong mengusung seorang perempuan menggunakan tandu ambulans sederhana yang diikat memakai tali tambang dan bambu.

Perempuan tersebut bernama Rina Fitri Yulianti (39 tahun) di mana harus dibawa menuju ambulans dan harus menunggu lama karena akses jalan tidak mudah ditempuh.

"Betul kejadiannya kemarin pagi ada warga saya yang sakit terpaksa digotong (ditandu) sampai parkiran ambulans," kata Ketua RW 03 Setiawan, Selasa (16/6/2026).

1. Pasien memerlukan tindakan lanjutan setelah operasi

ilustrasi pasien (unsplash.com/Stephen Andrews)

Setiawan mengatakan, pasien tersebut sebelumnya baru menjalani operasi atas penyakit yang dideritanya sekitar sepekan lalu. Awalnya, Rina dijadwalkan kembali menjalani pemeriksaan atau kontrol lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada pekan ini.

Hanya saja, kondisi kesehatannya mendadak mengalami masalah sehingga ia harus lebih cepat dibawa kembali ke rumah sakit.

"Harusnya Rabu besok kontrol, tapi katanya jahitannya kebuka lagi jadi kemarin pagi itu dibawa lagi ke rumah sakit," ujar dia.

2. Warga tandu sekitar 500 meter

Ilustrasi pasien di rumah sakit (https://www.pexels.com/Tima%20Miroshnichenko)

Di sisi lain, akses jalan menuju permukiman warga menjadi persoalan utama yang membuat ambulans tidak dapat masuk hingga ke rumah pasien.

Akibatnya, warga terpaksa menggunakan tandu darurat yang diikat menggunakan tali tambang dan bambu untuk membawa pasien menyusuri jalan setapak hingga area samping rel kereta api.

Warga kemudian bergotong royong mengantar pasien menuju lokasi ambulans yang terparkir di dekat Stasiun Sasaksaat.

"Jadi ditandu itu karena memang ke sini enggak bisa diakses ambulans. Ditandunya itu sekitar 500 meter lebih menuju ambulans," jelasnya.

3. Warga sudah sering tandu pasien karena akses jalan tidak mendukung

Ilustrasi pasien menjalani cuci darah (unsplash.com/Olga Kononenko)

Setiawan menambahkan, peristiwa serupa ternyata bukan pertama kali terjadi di wilayah tersebut. Keterbatasan akses jalan membuat warga kerap menghadapi situasi serupa saat ada kondisi darurat.

"Jadi ini bukan kejadian pertama, sebelumnya juga udah sering. Apalagi kalau yang mau melahirkan kan ambulans enggak sampai sini, jadi digotong," kata Setiawan.

Warga, lanjut dia, sudah beberapa kali mengusulkan pembukaan akses jalan agar kendaraan roda empat dapat menjangkau permukiman.

"Sudah diajukan supaya mobil bisa masuk, tapi belum sampai sekarang. Mudah-mudahan ke depannya ada solusi," kata dia.

Editorial Team

Related Article