Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

84 Orang Positif COVID-19 Saat Belajar Tatap Muka di Bandung

84 Orang Positif COVID-19 Saat Belajar Tatap Muka di Bandung
Sekda Kota Bandung Ema Sumarna meninjau pelaksanaan simulasi PTM terbatas, Senin (7//6/2021). IDN Times/Debbie Sutrisno
Share Article

Bandung, IDN Times - Jumlah siswa dan guru di Kota Bandung yang dipastikan positif terpapar virus corona (COVID-19) kembali bertambah. Data per 22 Oktober 2021, angkanya menjadi 84 orang di mana sebelumnya ada 77 orang.

"Ada 84 orang ini terdiri dari 75 siswa dan 9 guru," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani saat dihubungi, Minggu (24/10/2021).

1. Ada 16 sekolah yang angka positifnya di atas 5 persen

Ilustrasi pelaksanaan uji coba PTM terbatas. (IDN Times/Debbie Sutrisno)
Ilustrasi pelaksanaan uji coba PTM terbatas. (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Menurut Ahyani, data ini masih memungkinkan bertambah karena 84 orang positif baru didapat dari 2.511 sampel. Sedangkan data yang masuk ke dinas kesehatan mencapai 3.459 sampel.

Sementara jumlah sekolah yang sudah mengikuti pengetesan acak mencapai 115 dari rencana awal 212. Dengan pengetesan ini, Disdik nantinya akan menutup sekolah yang angka keterpaparannya dalam satu sekolah di atas 5 persen.

"Untuk jumlah sekolah dengan positif di atas 5 persen sekarang sudah ada 16," ujar Ahyani.

2. Pengetesan acak akan dimasifkan di Jabar

Tes acak siswa yang ikuti PTMT di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno
Tes acak siswa yang ikuti PTMT di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sementara itu, Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta tes swab PCR secara acak untuk siswa dan guru yang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas bisa dimasifkan. Hal ini dilakukan karena ada puluhan orang yang berada di sekolah ikut PTM ternyata positif COVID-19.

"Saya dorong mungkin tes rutin (PCR COVID-19) di sekolah. Jadi saya akan arahkan setelah ini banyak dilakukan tes di sekolah," ujar Emil.

3. Tes masif Dilakukan mulai pekan depan

emc.id
emc.id

Selama ini rapat koordinasi di Jawa Barat dilakukan setiap awal pekan. Dengan adanya penemuan kasus ini, maka dalam rapat terdekat, Emil akan meminta setiap pemerintah kabupaten/kota bisa melakukan tes acak PCR COVID-19 di sekolah.

Selama ini pengetesan acak masih sering dilakukan. Namun, bisa jadi pengetesan ini tidak dijalankan di sekolah tapi di tempat lain seperti kawasan wisata.

"Jadi isu minggu ini ke depan kita akan perbanyak random sampling (sampel tes PCR) di sekolah," ujarnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
Debbie Sutrisno
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More

Komnas Perempuan Sebut Kasus YTR Femisida Paling Ekstrem

27 Jun 2026, 18:42 WIBNews