Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

58 Titik Tertimbun Longsor Sukabumi-Cianjur Sudah Dibersihkan

58 Titik Tertimbun Longsor Sukabumi-Cianjur Sudah Dibersihkan
(foto antara foto/iman)
Share Article

Bandung, IDN Times - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat gerak cepat menangani bencana alam yang terjadi di Kabupaten Sukabumi dan Cianjur, khususnya pada ruas jalan Provinsi Jabar.

Berdasarkan data Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jabar, dari 128 titik bencana yang terjadi pada ruas jalan provinsi, sebanyak 58 titik longsor yang terjadi semua material longsor sudah dibersihkan. Kemudiaan pada 44 titik amblas, lima titik di antaranya sudah mendapat penanganan dan bisa dilewati kendaraan roda dua maupun empat.

Sedangkan pada 20 titik banjir yang terjadi semuanya sudah surut. Selain itu, dua jembatan yang ambruk atau rusak berat saat ini masih dalam proses penanganan dengan pemasangan jembatan Bailey dan empat jembatan yang rusak ringan sudah diperbaiki.

Kepala DPMPR Jabar Bambang Tirtoyuliono mengatakan, sejumlah ruas jalan provinsi maupun nasional yang terdampak bencana sebagian besar sudah bisa dilewati meski secara bergantian.

"Untuk penanganan dan percepatan perbaikan kita turunkan 11 tim lapangan dengan dilengkapi sejumlah alat berat ekskavator, wheel loader, Hamm hingga compactor," kata Bambang Tirtoyuliono dikuitp dari laman jabarprov.go.id, Jumat (12/12/2024)

1. Masih ada ruas jalan yang tertimbun

Penanganan bencana di Sukabumi. (Dok. Kementerian PU)
Penanganan bencana di Sukabumi. (Dok. Kementerian PU)

Sejumlah ruas jalan provinsi yang sudah bisa dilalui secara bergantian baik oleh roda dua maupun empat, di antaranya ruas Sukabuni-Sagaranten, dan Cikembar-Jampang Tengah-Kiaradua.
Kemudian Waluran-Malereng-Palangpang-Puncak Darma-Cisaar, Tegalbuleud-Sagaranten, serta ruas jalan Cibadak-Cikidang-Palabuhan Ratu.

Sementara ini jalan yang masih terputus dan dalam penanganan, yaitu jalur Cisaar- Sp. Loji dengan alternatif jalan desa dan jalur Sp. Loji-Puncak Darma, yang saat ini dalam penanganan darurat jembatan Bailey.

Sedangkan untuk jalan nasional yang sudah bisa dilalui, yaitu jalur Kiara Dua-Waluran, Bagbagan-Kiara Dua, Surade-Tegalbuleud-Sindangbarang serta jalur Cibadak-Pelabuhan Ratu. Untuk jalan nasional yang hingga saat belum bisa dilalui, yakni jalur Waluran-Jampang Kulon.

2. Ribuan rumah rusak akibat bencana ini

Google
Google

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memaksimalkan proses pendataan rumah rusak akibat bencana alam di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, yang saat ini jumlahnya sudah menyentuh 5.492 unit. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta Kamis, mengatakan bahwa dari jumlah tersebut masing-masing diklasifikasikan ada sebanyak 1.605 unit rumah rusak ringan, 1.829 rumah rusak sedang, dan 2.058 rumah rusak berat sebagaimana laporan terbaru yang diterima petugas pada Posko Utama di Pendopoan Kabupaten Sukabumi.

Jumlah rumah rusak ini meningkat signifikan dibandingkan laporan yang diterima BNPB pada Senin (9/12) lalu yang mencatat sebanyak 628 unit rumah rusak akibat bencana banjir, tanah longsor dan pergerakan tanah yang melanda ratusan desa dalam wilayah administratif 39 kecamatan di Sukabumi, 3-4 Desember 2024 itu.

"Kondisi lingkungan yang sudah mulai membaik di mana beberapa akses jalan penghubung yang sempat putus akibat tertimbun material tanah longsor sudah bisa digunakan kembali turut berkontribusi atas pencatatan jumlah rumah yang rusak," dikutip dari ANTARA.

Meski demikian, BNPB bersama kementerian terkait dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi masih akan melangsungkan proses pendataan yang lebih spesifik untuk menunjang kelancaran proses rehabilitasi, rekonstruksi, dan relokasi tempat tinggal warga korban bencana itu.

BNPB memiliki skema seperti pemberian dana stimulan dari APBN untuk warga memperbaiki rumahnya dengan besaran per unit mulai dari Rp15 juta (rusak ringan), Rp30 juta (rusak sedang), dan Rp60 juta (rusak berat), dan bantuan dana tunggu hunian senilai Rp600 ribu selama enam bulan untuk setiap kepala keluarga, selain dari pada pemindahan atau merelokasi.

3. Bantuan terus disalurkan

IDN Times/Istimewa
IDN Times/Istimewa

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul menyalurkan bantuan untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Sukabumi, Jabar pada Kamis.

"Bantuan ini untuk meringankan penderitaan para penyintas bencana di Kabupaten Sukabumi serta untuk mempercepat proses pemulihan pasca-bencana," katanya saat kunjungan kerja di Kampung Cisarakan, RT 05, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

Menurut Gus Ipul, penanganan korban selamat atau penyintas khususnya pengungsi harus lebih intensif, mengingat cuaca yang masih ekstrem berpotensi terjadinya bencana susulan serta dengan kondisi yang lembab atau becek di lokasi pengungsian menyebabkan lingkungan tidak sehat.

Sehingga, pengungsi akan lebih mudah terserang penyakit. Namun demikian, dari hasil peninjauan langsung ke lokasi bencana, pihaknya mengapresiasi petugas gabungan khususnya Pemkab Sukabumi telah memperhatikan seluruh kebutuhan pengungsi.

Bantuan juga diberikan berbagai pihak seperti oleh PTPN I Regional 2 bersama Holding Perkebunan Nusantara dan PTPN I SupportingCo, bahu-membahu memberikan bantuan kepada para korban. Selain itu, dukungan dari masyarakat luas juga sangat berarti dalam meringankan beban mereka.

Desmanto, selaku Region Head PTPN I Regional 2 menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah ini dan mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan. Perusahaan berkomitmen untuk membantu para korban dan memulihkan kembali operasional perusahaan secepatnya.

"Semoga seluruh daerah yang terdampak musibah segera pulih. Saya yakin, dengan dukungan dan semangat solidaritas yang kuat, kita semua dapat melewati masa-masa sulit ini" kata dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Debbie Sutrisno
EditorDebbie Sutrisno

Latest News Jawa Barat

See More

Buruh Menang Gugatan UMSK, Dedi Mulyadi Diminta Pathui Putusan PTUN

30 Jun 2026, 17:45 WIBNews