Diskusi tentang panjat tebing di kantor EIGER Bandung. IDN Times/Istimewa
EISCC tidak bisa dipisahkan dari sejarah perkembangan panjat tebing Indonesia. Mamay S. Salim, salah satu pendiri Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) sekaligus EIGER Adventure Technical Advisor, menyebut perjalanan tersebut bermula dari Ekspedisi Gunung Eiger pada 1986.
Ekspedisi yang digagas Harry Suliztiarto tersebut menjadi salah satu tonggak awal perkembangan panjat tebing modern di Indonesia. Dua tahun kemudian, Federasi Panjat Tebing dan Gunung Indonesia (FPTGI) berdiri pada 21 April 1988 dan kemudian berganti nama menjadi FPTI pada 1990.
Perjalanan itu kemudian beriringan dengan perkembangan EIGER. Pada 1992, EIGER membuka toko pertamanya di Jalan Cihampelas yang dilengkapi papan panjat untuk latihan atlet. Pada 2001, EIGER membangun papan panjat modern berbahan resin dengan standar internasional yang kemudian menjadi bagian dari lahirnya EISCC.
“Sejak itu, EIGER dan panjat tebing Indonesia tumbuh bersama. Dari 2001 hingga edisi ke-17 pada 2026, EISCC rutin digelar setiap 17 Agustus,” kata Mamay.
Perkembangan panjat tebing Indonesia kemudian melahirkan sejumlah atlet yang berprestasi di level internasional, termasuk Veddriq Leonardo yang meraih medali emas Olimpiade Paris 2024. EISCC ke-17 sendiri terbuka untuk masyarakat secara gratis. Pengunjung dapat menyaksikan langsung persaingan para atlet sekaligus mengikuti sejumlah aktivitas panjat yang disediakan selama kompetisi.