Bandung, IDN Times - Akses terhadap pendidikan masih menjadi tantangan bagi banyak keluarga prasejahtera di Indonesia. Faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab anak-anak tidak dapat melanjutkan sekolah hingga jenjang yang lebih tinggi.
Data UNICEF mencatat sekitar 4,3 juta anak dan remaja usia 7–18 tahun di Indonesia masih berada di luar sekolah. Sementara itu, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025 yang disampaikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan 20,35 persen anak tidak bersekolah karena keterbatasan biaya.
Di tengah kondisi tersebut, berbagai pihak terus menghadirkan dukungan pendidikan bagi keluarga berpenghasilan rendah. Salah satunya melalui program beasiswa yang menyasar anak-anak dari pelaku usaha ultra mikro.
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengumumkan penerima PNM Scholarship 2026 yang diberikan kepada anak-anak berprestasi dari nasabah aktif Mekaar dan ULaMM sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat pemberdayaan.
