Comscore Tracker

Ada Apa dengan "Senyum Sabyan", Film Produksi Biora di Bandung

Wali kota imbau siswa SD hingga ASN nonton Senyum Sabyan

Bandung, IDN Times - Sejak diproduksi pada 18 September 2019, film berjudul "Senyum Sabyan" produksi Bioskop Rakyat (Biora) akhirnya resmi dirilis dan dipertontonkan kepada publik, Minggu(29/1), lalu.

Film yang berdurasi sekitar 75 menit itu bercerita mengenai lingkungan, edukasi, dan inspirasi khususnya anak-anak. Pada tayangan perdananya, Biora mengundang Wali Kota Bandung Oded M Danial dan sejumlah pejabat di Pemerintahan Kota Bandung untuk menyaksikan "Senyum Sabyan" di Bioskop CGV, Bandung Trade Center (BTC).

Lalu, ada apa dengan film "Senyum Sabyan" produksi Biora Bandung? Yuk, simak dibawah ini.

1. Ada pesan Kang Pisman di film "Senyum Sabyan"

Ada Apa dengan Senyum Sabyan, Film Produksi Biora di BandungIDN Times/Yogi pasha

Film "Senyum Sabyan" sudah resmi dirilis dan dipertontonkan kepada publik, khususnya warga Kota Bandung pada Minggu(29/1). Acara penanyangan perdana ini dilakukan di sebuah bioskop di kawasan mal di Jalan Purnawarman.

Direktur Biora Indonesia sekaligus sutradara film, Tj R Natadijaya mengatakan, film berdurasi sekitar 75 menit itu menceritakan mengenai misi pelestarian budaya dan lingkungan. Lokasi syuting "Senyum Sabyan" dilakukan di beberapa titik di Kota Bandung.

"Semoga, film menjadi tuntunan masyarakat, bukan hanya tontonan. Film ini penuh dengan pesan moral, edukasi,dan inspirasi," kata Natdijaya yang akrab disapa dengan Mang Kiki usai melakukan audensi bersama Wali Kota Bandung Oded M Danial di Balai Kota, Kamis(9/1), lalu.

2. Wali Kota Bandung Oded M Danial jadi kameo di Senyum Sabyan

Ada Apa dengan Senyum Sabyan, Film Produksi Biora di BandungWalikota Bandung, Oded M Danial. (IDN Times/Bagus F)

Mang Kiki mengungkapkan, film Senyum Sabyan ini dibintangi oleh sejumlah figur diantaranya Ria Ricis, Ajun Perwira, Iis Carina, dan Ghina Salsabila. Bahkan, Wali Kota Bandung Oded M Danial pun terlibat menjadi salah satu kameo dalam film tersebut.

Dia mengapresiasi Wali Kota Bandung Oded M Danial yang terlibat dalam film yang diproduksi sebagai sosok guru agama. Dalam film itu, Oded tampil sekitar 2 menit. Selaku produser dan sutradara, Mang Kiki mengaku bangga karena kepala daerah yang juga ustaz, mampu berakting dalam film produksinya.

“Akting pak wali bagus, hanya satu ‘take’ langsung dibungkus,” katanya.

Tak hanya itu, ia pun berterima kasih juga kepada Pemerintah Kota Bandung yang ikut berkontribusi dalam film dengan mengkolaborasikan Kang Pisman. “Film ini film edukasi yang kental soal lingkungan,”ujarnya.

3. Siswa SD hingga ASN di Kota Bandung diimbau untuk nonton "Senyum Sabyan"

Ada Apa dengan Senyum Sabyan, Film Produksi Biora di BandungIDN Times/Humas Bandung

Keberhasilan film produksi Biora ini langsung disambut Wali Kota Bandung Oded M Danial. Menurut dia, film yang sarat dengan pesan moral, peduli lingkungan (Kang Pisman), edukasi, dan inspiratif diharapkan bisa disaksikan oleh seluruh masyarakat Bandung.

Oded mengimbau, para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bisa menyaksikan film "Senyum Sabyan" yang baru saja diluncurkan di CGV BEC, Jalan Purnawarman, Minggu (26/1). Menurut dia, tayangan "Senyum Sabyan" penuh dengan syarat dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Bandung.

"Dalam film 'Senyum Sabyan' saya hadir sebagai Kang Pisman, dimana saya juga menjelaskan dan berbagai tentang pentingnya menjaga lingkungan, salah satunya mengatasi masalah sampah. Dengan adanya sosialisasi Kang Pisman lewat film ini (Senyum Sabyan) harus selasai. Hatur nuhun semuanya," ungkap Mang Oded usai menyaksikan penanyangan perdana film Senyum Sabyan di CGV, BTC, Minggu(29/1).

4. Jadwal nonton "Senyum Sabyan" siswa SD mulai beredar di Kota Bandung

Ada Apa dengan Senyum Sabyan, Film Produksi Biora di BandungIDN Times/Yogi Pasha

Imbauan Wali Kota Bandung Oded M Danial terkait menonton film "Senyum Sabyan" produksi Bioskop Rakyat (Biora) ternyata sampai ke tingkat sekolah dasar. Sejak, Kamis(30/1), sejumlah sekolah mulai memobilisasi siswanya untuk menyaksikan film yang konon syarat dengan edukasi tersebut.

Nonton film ini bukan di bioskop layaknya film lebar lain yang tayang di Tanah Air. Tetapi, Biora menyediakan lokasi lain untuk para siswa sekolah dasar itu menyaksikan film garapan mereka.

Salah satu tempat penayangan film "Senyum Sabyan" adalah Gedung Kebudayaan rumentang Siang, Kosambi, Kota Bandung. Di lokasi ini ratusan siswa dan siswi sekolah dasar menonton film yang salah satu perannya dimainkan wali kota.

Tentunya tidak gratis bagi siswa yang ingin menyaksikan penanyangan tersebut. Para siswa diwajibkan membayar Rp20 ribu untuk harga tiket film dan Rp5.000 digunakan akomodasi dari sekolah menuju Gedung Rumentang Siang. Kebijakan ini berlaku di sekolah dasar negeri (SDN) 234 Cicabe.

Tidak hanya di SDN 243 Cicabe, belakangan di ketahui sekolah dasar lainnya baik negeri maupun swasta ternyata melakukan hal serupa. Di SDN Cempaka Arum Kecamatan Gedebage pun program serupa dilakukan. Salah satu orang tua siswa yang enggan namanya di sebutkan mengatalan, anaknya di sekolah tersebut pun mendapat imbauan serupa.

5. Mobilisasi siswa SD mendapat perhatian forum orang tua dan DPRD Bandung

Ada Apa dengan Senyum Sabyan, Film Produksi Biora di BandungIDN Times/Yogi Pasha

Rencana nonton film "Senyum Sabyan" produksi Biora ini ternyata menuai pro dan kontra. Penggiringan siswa sekolah dasar (SD) untuk menyaksikan film tersebut mendapat perhatian dari Forum Orang Tua Siswa (Fortuis).

Koordinator Fortusis, Dwi Subawanto mengatakan, mobilisasi siswa sekolah untuk menonton film "Senyum Sabyan" menjadi pertanyaan, terutama mengenai biaya tiket sebesar Rp20 ribu per siswa.

“Ini apa alasannya diajak nonton film itu? Apalagi harus bayar. Kalau memang dinilai baik, dan ada dorongan dari wali kota, harusnya dibiayai APBD dong,” jelas Dwi saat di hubungi lewat aplikasi perpesanan WhatsApp, Rabu (29/1)

Dwi menyampaikan, menggiring siswa sekolah seperti hal ini harus memiliki alasan yang kuat dan tidak asal. Terlebih lagi, kegiatan ini adalah menonton film dan dilakukan di luar lingkungan sekolah pada saat jam belajar. Ia sendiri mengaku belum mengetahui film tersebut dan apa pesan yang ingin disampaikan “Senyum Sabyan” kepada siswa SD.

“Walah, saya belum tahu film apa ini. Tapi kalau betul ada program pemkot, harusnya tidak memungut biaya pada siswa. Apalagi program pemkot, harusnya siswa dibayarin,” ujarnya.

Dwi menilai, upaya memungut biaya kepada siswa untuk hal yang belum jelas alasannya tidak diperbolehkan dan melanggar aturan. Meskipun hal tersebut di lakukan untuk tujuan yang baik, namun memungut biaya kepada siswa ada ketentuannya.

“Pemda ini suka ngawur. Kalau begini tidak bisa sembaramgan tarik uang, ada aturannya itu,” jelas Dwi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD kota Bandung, Ahmad Nugraha menegaskan, sekolah tidak boleh melakukan pungutan dalam bentuk apa pun kepada siswa atau orang tua siswa. Mantan Ketua Komisi D DPRD kota Bandung ini berulangkali menegaskan, tidak boleh ada lagi pungutan di sekolah.

“Tidak boleh ada pungutan dalam bentuk apa pun..Titik !” tegas Ahmad dalam pesan singkat nya.

6. Biora sebut sebagian penjualan tiket untuk didonasikan ke yatim piatu

Ada Apa dengan Senyum Sabyan, Film Produksi Biora di BandungIDN Times/Yogi Pasha

Sorotan Fortuis dan DPRD Kota Bandung terkait pungutan tiket sebesar Rp20 ribu kepada siswa yang ingin menonton film "Senyum Sabyan" langsung mendapat klarifikasi dari rumah produksi Bioskop Rakyat (Biora).

Sutradara Film Senyum Sabyan sekaligus perwakilan Biora TJ R Natawijaya mengatakan, harga tiket yang beredar di sejumlah sekolah itu sebenarnya bukan untuk pendapatan murni Biora. Hasil penjualan tiket sebesar Rp20 ribut tersebut nantinya akan didonasikan sebagian ke yayasan anak yatim dan kaum duafa.

"Biora mempunyai konsep ketika produksi film di kota atau kabupaten, harus memberikan donasi di kota itu. Kita juga mengeluarkan biaya produksi dan sebagian (hasil penjualan tiket) akan didonasikan ke yayasan," kata Kang Kiki.

Dalam kesempatan terpisah, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengaku, upaya penjualan tiket yang dilakukan Biora merupakan hal yang wajar. Sebab, kata Oded, rumah produksi film Biora layak mendapatkan uang untuk mengganti biaya produksi film Senyum Sabyan.

“Iya (harga tiketnya) Rp20 ribu. Lebih murah dari film Dilan yang harganya Rp50 ribu. Kan produser film juga kudu meunang duit atuh (harus dapat uang) buat mengganti biaya produksi,” kata Oded ditemui di Gedung DPRD kota Bandung, Rabu (29/1)

7. Disdik Kota Bandung sebut mobilisasi siswa nobar "Senyum Sabyan" hanya inisiatif sekolah

Ada Apa dengan Senyum Sabyan, Film Produksi Biora di BandungIDN Times/Yogi Pasha

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Hikmat Ginanjar mengatakan film 'Senyum Sabyan' yang diproduksi PT Biora (Bioskop Rakyat Indonesia) di Bandung tidak diwajibkan ditonton oleh murid sekolah. Dinas Pendidikan Kota Bandung hanya mengimbau agar sekolah mengajak siswa didiknya karena dalam film tersebut memiliki unsur pendidikan yang positif untuk pelajaran sejak dini.

"Kita hanya menghimbau saja. Sebetulnya karena di sana ada edukasi yang bagus kepada publik kepada masyarakat melatih pendidikan karakter kenapa tidak, itu sangat layak untuk ditonton," tegas Hikmat di balai kota.

Terkait sudah ada sejumlah siswa sekolah dasar yang menonton tayangan tersebut, Hikmat mengaku, kegiatan itu menjadi inisiatif dari masing masing sekolah. Dinas Pendidikan Kota Bandung mengklaim tidak melakukan perintah kepada sekolah untuk melakukan mobilisasi siswa.

"Itu inisiatif dari masing-masing (sekolah) ya. Ya meminta dukungan saja untuk menghimbau kepada para peserta didik untuk bisa menonton tapi tidak ada kewajiban," jelas Hikmat.

Topic:

  • Yogi Pasha

Berita Terkini Lainnya