Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hunian Hotel Cirebon Menguat, tapi Lama Menginap Masih Singkat

ilustrasi hotel tua (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi hotel tua (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Intinya sih...
  • Hotel bintang turun tahunan, tapi bangkit bulanan
    • TPK hotel bintang turun tahunan menjadi 52,51%, namun naik bulanan sebesar 0,95 poin.
    • Penurunan dipengaruhi basis pembanding tinggi dan preferensi tamu yang selektif.
    • Kondisi ini menandakan dampak dinamika pasar dan ketatnya kompetisi harga.
    • Hotel nonbintang menanjak, jadi pilihan ekonomis
      • TPK hotel nonbintang naik menjadi 23,76% secara tahunan dan bulanan.
      • Tren ini menunjukkan permintaan stabil dari segmen wisatawan dengan anggaran terbat
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Cirebon, IDN Times - Kinerja perhotelan di Kota Cirebon menunjukkan pergerakan positif pada November 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel gabungan bintang dan nonbintang mencapai 43,83 persen, naik tipis 0,19 poin dibandingkan November 2024 secara tahunan (year on year/y-on-y). Secara bulanan, TPK juga meningkat 0,95 poin dibandingkan Oktober 2025.

Kenaikan ini mencerminkan mulai pulihnya aktivitas perjalanan dan mobilitas masyarakat, terutama di tengah momentum akhir tahun. Meski belum kembali ke level pra-pandemi, tren positif ini dinilai menjadi sinyal baik bagi pelaku usaha perhotelan di daerah.

Plt Kepala BPS Kota Cirebon, Ujang Mauludin, menyebut pergerakan TPK yang menguat secara bulanan menunjukkan adanya peningkatan kunjungan, baik dari wisatawan domestik maupun pelaku perjalanan bisnis.

“Secara umum, TPK gabungan mengalami perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Ini menunjukkan ada pergerakan tamu yang lebih aktif, meskipun secara tahunan kenaikannya masih terbatas,” ujar Ujang, Selasa (6/1/2026).

1. Hotel bintang turun tahunan, tapi bangkit bulanan

ilustrasi Hotel Mirah Banyuwangi (unsplash.com/Jordan Gonzales)
ilustrasi Hotel Mirah Banyuwangi (unsplash.com/Jordan Gonzales)

Di tengah kenaikan TPK gabungan, kinerja hotel bintang justru mencatat penurunan secara tahunan. Pada November 2025, TPK hotel bintang di Kota Cirebon tercatat sebesar 52,51 persen, turun 1,34 poin dibandingkan November 2024. Namun, secara bulanan, hotel bintang mengalami kenaikan 0,95 poin dibandingkan Oktober 2025.

Menurut Ujang, penurunan tahunan ini bisa dipengaruhi oleh basis pembanding tahun lalu yang relatif lebih tinggi, serta pergeseran preferensi tamu yang semakin selektif dalam memilih akomodasi.

“Secara bulanan ada perbaikan, artinya permintaan kembali bergerak. Tapi secara y-on-y memang masih ada tekanan, kemungkinan karena faktor persaingan, paket promo, dan perubahan pola konsumsi wisatawan,” katanya.

Kondisi ini menandakan bahwa hotel bintang mulai merasakan dampak dari dinamika pasar, termasuk meningkatnya pilihan penginapan alternatif serta ketatnya kompetisi harga.

2. Hotel nonbintang menanjak, jadi pilihan ekonomis

ilustrasi hotel (unsplash.com/Francesca Saraco)
ilustrasi hotel (unsplash.com/Francesca Saraco)

Berbeda dengan hotel bintang, hotel nonbintang justru mencatat tren yang lebih konsisten. TPK hotel nonbintang pada November 2025 mencapai 23,76 persen, naik 0,95 poin dibandingkan November 2024. Secara bulanan, TPK hotel nonbintang juga naik 0,95 poin dibandingkan Oktober 2025.

Ujang menilai kenaikan ini menunjukkan segmen hotel nonbintang semakin diminati, terutama oleh wisatawan dengan anggaran terbatas, pelaku perjalanan singkat, serta tamu yang mengutamakan efisiensi.

“Hotel nonbintang cenderung menjadi pilihan alternatif yang lebih terjangkau. Kenaikan ini menunjukkan adanya permintaan yang cukup stabil dari segmen tersebut,” katanya.

Tren ini sekaligus menggambarkan perubahan perilaku wisatawan yang lebih sensitif terhadap harga, seiring dengan tekanan biaya hidup dan kehati-hatian dalam belanja.

3. Lama menginap masih pendek, mobilitas cepat jadi pola

Ilustrasi hotel (Pexels.com/pixabay)
Ilustrasi hotel (Pexels.com/pixabay)

Dari sisi rata-rata lama menginap tamu (RLMT), BPS mencatat angka 1,29 hari untuk hotel gabungan bintang dan nonbintang pada November 2025. Angka ini turun tipis 0,01 poin dibandingkan November 2024, namun naik 0,04 poin dibandingkan Oktober 2025.

RLMT tamu asing tercatat lebih tinggi, yakni 1,74 hari, sementara tamu domestik 1,28 hari. Untuk hotel bintang, RLMT mencapai 1,35 hari, turun 0,01 poin secara y-on-y, tetapi naik 0,05 poin secara m-to-m. Adapun RLMT hotel nonbintang berada di angka 1,03 hari, turun 0,03 poin dibandingkan tahun lalu dan naik 0,01 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Ujang menjelaskan, pola lama menginap yang relatif pendek menunjukkan karakter kunjungan ke Cirebon masih didominasi perjalanan singkat, baik untuk keperluan bisnis, transit, maupun wisata akhir pekan.

“Cirebon banyak menjadi kota persinggahan. Jadi wajar jika rata-rata lama menginap masih sekitar satu hari. Kenaikan bulanan menunjukkan ada sedikit perpanjangan durasi, tapi belum signifikan,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Diguyur Hujan Deras, Desa Kasturi Majalengka Terendam Banjir 1 Meter

07 Jan 2026, 21:57 WIBNews