Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Teori Populer yang Terbukti di Sepanjang Perjalanan Avengers

cuplikan film Avengers: Endgame (dok. Marvel Studios/Avengers: Endgame)
cuplikan film Avengers: Endgame (dok. Marvel Studios/Avengers: Endgame)

Avengers merupakan bagian terpenting dalam Marvel Cinematic Universe, dimana sekelompok pahlawan super yang bersatu untuk melindungi bumi dari ancaman-ancaman besar. Perjalanan Avengers berawal dari film Captain America: The First Avenger (2012) dan Iron Man (2008). Perjalanan mereka terus berlanjut hingga phase 3 di film Avengers: Endgame, dimana mereka berhasil mengalahkan Thanos dan mengembalikan setengah populasi yang hilang.

Terdapat banyak karakter super yang tergabung menjadi Avengers dengan latar belakang mereka masing-masing. Perjalanan panjang mereka diiringi dengan banyaknya teori yang beredar disetiap filmnya. Teori-teori ini berkaitan dengan karakter, plot, dan kejadian yang dihadapi Avengers. Berikut beberapa teori populer yang terbukti dari perjalanan tim Avengers.

1. Captain America bisa mengangkat palu Thor

Captain America (dok. Marvel Studios/Avengers: Endgame)
Captain America (dok. Marvel Studios/Avengers: Endgame)

Salah satu momen paling mengejutkan di film Avengers: Endgame adalah ketika Captain America berhasil mengangkat dan menggunakan palu Thor atau disebut Mjolnir. Seperti yang kita tahu, Mjolnir hanya bisa diangkat oleh orang yang dianggap layak. Teori ini didasarkan pada adegan di film Avengers: Age of Ultron, di mana Captain America hanya bisa menggeser sedikit Mjolnir saat mencoba mengangkatnya. Menurut sutradara The Russo Brothers, Captain America sebenarnya sudah bisa mengangkat Mjolnir saat itu, namun ia tidak ingin membuat Thor merasa malu atau tidak percaya diri.

Teori lain menyebutkan bahwa Captain America baru layak menggunakan Mjolnir setelah ia mengakui rahasianya tentang kematian orang tua Tony Stark. Teori ini didasarkan pada mantra yang diberikan oleh Odin kepada Mjolnir, yaitu hanya orang worthyyang bisa memiliki kekuatan Thor. Kriteria kelayakan ini meliputi hati yang suci, sikap rela berkorban, dan tidak memiliki dosa.

2. Red Skull masih hidup

Red Skull (dok. Marvel Studios/Avengers: Infinity War)
Red Skull (dok. Marvel Studios/Avengers: Infinity War)

Red Skull adalah karakter antagonis di film Captain America: The First Avenger. Dalam film tersebut, Red Skull mencoba menggunakan kekuatan dari Tesseract, sebuah benda yang merupakan wadah dari Space Stone, salah satu dari Infinity Stones. Namun, ia gagal mengendalikan kekuatan tersebut, dan tampaknya terbunuh oleh ledakan cahaya biru yang muncul dari Tesseract.

Ternyata Red Skull tidak benar-benar mati, melainkan dipindahkan oleh Tesseract ke planet Vormir, tempat di mana Soul Stone berada. Hal ini terungkap di film Avengers: Infinity War, di mana Red Skull muncul sebagai penjaga Soul Stone. Red Skull terjebak di Vormir karena dia tidak layak untuk memiliki Infinity Stones, dan harus mengabdi sebagai pemandu bagi orang-orang yang mencari Soul Stone.

3. Avengers melakukan time travel

cuplikan film Avengers: Endgame (dok. Marvel Studios/Avengers: Endgame)
cuplikan film Avengers: Endgame (dok. Marvel Studios/Avengers: Endgame)

Teori Avengers melakukan time travel sebenarnya sudah ada sejak film Avengers: Infinity War dirilis. Banyak penggemar yang berspekulasi bahwa para Avengers akan mencoba mengubah sejarah dengan menggunakan mesin waktu, yang mungkin dibuat oleh Ant-Man, Iron Man, atau Doctor Strange. Teori ini adalah salah satu kemungkinan untuk mengalahkan Thanos, penjahat utama yang berhasil menghapus setengah populasi alam semesta dengan Infinity Stones.

Dalam film Avengers: Endgame, para Avengers menggunakan quantum realm, sebuah dimensi yang berada di luar ruang dan waktu normal. Mereka kembali ke masa lalu dan mengambil Infinity Stones sebelum Thanos mendapatkannya. Dengan cara ini, mereka berhasil mengembalikan orang-orang yang lenyap akibat Thanos.

4. Kematian Tony Stark

Iron Man (dok. Marvel Studios/Avengers: Endgame)
Iron Man (dok. Marvel Studios/Avengers: Endgame)

Teori liar ini awalnya sangat sulit diterima penggemar, dikarenakan Tony Stark sudah menjadi karakter ikonik selama perjalanan MCU. Banyak penggemar yang berspekulasi bahwa Tony Stark akan mati di tangan Thanos, atau akan mengorbankan dirinya untuk mengembalikan orang-orang yang lenyap akibat Thanos. Sangat disayangkan sosok Iron Man harus mengorbankan nyawanya dan menyelamatkan alam semesta. 

Dalam film Avengers: Endgame, Tony Stark menggunakan Infinity Gauntlet untuk menghapus Thanos dan pasukannya dari keberadaan. Namun, hal ini juga menyebabkan Tony Stark terkena radiasi gamma yang fatal, yang membuatnya meninggal. Kematian Tony Stark menjadi akhir yang sedih dan mengharukan untuk penggemar MCU.

Dari teori-teori ini, kita bisa melihat bahwa perjalan Avengers memiliki cerita yang kompleks dan menarik, yang penuh dengan misteri dan kejutan. Penggemar pun dapat memiliki teori yang seru untuk dibahas. Meskipun beberapa film MCU sudah berakhir, kita masih bisa menantikan film-film MCU selanjutnya, yang mungkin akan membawa teori-teori baru yang menantang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest Life Jawa Barat

See More

Cara Menjadi Pendengar yang Baik dalam Percakapan Sehari-hari

17 Des 2025, 09:00 WIBLife