4 Hal yang Membuat Tokoh dalam Cerita Lebih Hidup dan Menarik!

Pembaca akan setia membaca cerita yang isi tokoh karakternya lebih hidup dan relate dengannya. Nah, kamu bisa memulainya dengan membuat cerita yang lebih hidup, yaitu memberikannya detail. Detail tidak harus semuanya ditulis atau dijabarkan seluruhnya untuk karya.
Detail ini bisa digunakan sebagai panduan memilih scene dan tindakan yang tepat untuk tokoh. Jadi, empat hal inilah yang bisa kamu detailkan agar tokoh dalam cerita makin hidup ke pembaca.
1. Background story

Cara bikin tokoh lebih hidup di dalam cerita, kita harus mendetailkan kisah cerita si tokoh tersebut terlebih dahulu. Bikin cerita singkat mengenai apa saja yang terjadi dalam hidupnya. Tuliskan cerita kapan mereka lahir, di lingkungan seperti apa, mereka lahir, pola pendidikan orangtuanya, kultur keluarga, dan trauma masa kecil.
Jika kita menuliskan cerita singkat tentang setiap tokohnya, maka akan membuat tokoh jadi lebih hidup. Saat kita membacanya pun, terasa lebih relate sama tokoh-tokoh yang ada dalam cerita tersebut.
2. Kehidupan sehari-hari

Setelah membuat cerita di balik tokoh tersebut, selanjutnya membuat keseharian hidupnya. Bikin tentang apa saja aktivitas rutin mereka, misalnya aap yang mereka lakukan setelah bangun tidur.
Apa hobi mereka, kesibukannya apa, adakah kondisi kesehatan tertentu, dan lain sebagainya. Jika kita mendetailkan aktivitas rutin atau daily life mereka, maka mampu menghidupkan tokoh dalam cerita.
3. Penampilan

Penampilan jadi salah satu hal yang bikin tokoh lebih hidup, karena berpenampilan berkaitan erat dengan image yang ingin kita tampilkan ke lingkungan sekitar. Misalnya, seorang CEO mengenakan jas mahal dan berpenampilan rapi setiap saat, agar orang selalu menganggapnya profesional.
So, menentukan penampilan karakter akan memberi insight juga tentang bagaimana mereka ingin terlihat di depan pembaca. Sekaligus dapat membawa pembaca ke dalam ceritanya jika kita detail memberikan karakter tokohnya.
4. Kepribadian

Menceritakan kepribadian juga dapat menghidupkan tokoh dalam cerita. Kita harus menggali lebih dalam mengenai kepribadian mereka. Bukan sekadar memberikan label seperti "orangnya baik dan ramah" tapi usahakan memikirkan detail kepribadiannya.
Misalnya, dia ramah karena selalu mengobrol dengan orang yang baru ia kena, cara berkomunikasi pun enak didengar karena ia akan memulai dengan bertanya. Sehingga orang lain otomatis langsung merasa dekat dengannya.
Cara bikin tokoh lebih hidup yaitu mendetailkan 4 hal di atas, dan setelah itu pilih yang untuk tokoh dalam tulisan ceritamu. Alhasil, cerita jadi lebih hidup dan relate dengan pembaca.


















